Daftar empat pemain Persebaya Surabaya hengkang mulai terkuak seiring dibukanya bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Dari empat nama tersebut, satu pemain lokal sudah resmi diumumkan klub barunya, sementara tiga lainnya berpamitan melalui bocoran fanbase.
Saga transfer ini berjalan sejak Selasa (13/1/2026) hingga Kamis (15/1/2026) dan langsung menyita perhatian Bonek.
Persebaya Surabaya perlahan memasuki fase evaluasi skuad jelang putaran kedua bersama pelatih anyar Bernardo Tavares.
Nama pertama dalam daftar 4 pemain Persebaya Surabaya hengkang adalah Rizky Dwi Pangestu. Striker asal Banyuwangi itu resmi dipinjamkan ke Garudayaksa FC dan sudah diumumkan secara terbuka oleh klub barunya.
“????????????????????????????, ???????????????????? ????????????,” tulis Garudayaksa FC dalam pernyataan resminya. Rizky disebut siap menambah opsi lini depan dan bersaing di skuad Garudayaksa FC musim ini.
Rizky Dwi Pangestu lahir pada 9 April 1999 dan berposisi sebagai penyerang tengah dengan tinggi 1,84 meter. Ia bergabung dengan Garudayaksa FC pada 14 Januari 2026 dengan status pinjaman dari Persebaya Surabaya.
Kontrak Rizky bersama Persebaya Surabaya sendiri masih berlaku hingga 31 Mei 2026. Selama putaran pertama Super League 2025/2026, Rizky mencatat delapan penampilan dengan total menit bermain 84 menit.
Dari sisi statistik, kontribusi Rizky memang belum maksimal. Ia belum mencetak gol dari expected goals 0,19 dan hanya melepaskan satu percobaan tembakan.
Diego Mauricio
Nama kedua dalam daftar 4 pemain Persebaya Surabaya hengkang adalah Diego Mauricio. Penyerang asal Brasil itu berpamitan setelah setengah musim berseragam Green Force tanpa mencetak gol.
“Terima kasih @di_mauricio_ Semoga sukses di klub mu yang baru Obrigado,” tulis akun fanbase @emosijiwakucom. Unggahan itu menjadi sinyal perpisahan Diego dengan Persebaya Surabaya.
Diego Mauricio Machado de Brito lahir di Rio de Janeiro pada 25 Juni 1991 dan berposisi sebagai penyerang tengah. Ia juga bisa bermain sebagai sayap kiri maupun kanan dengan kaki dominan kanan.
Didatangkan pada 22 Agustus 2025, Diego memiliki nilai pasar sekitar Rp 3,91 miliar. Namun, performanya di putaran pertama Super League 2025/2026 belum sesuai harapan.
Diego mencatat tujuh penampilan dengan total 253 menit bermain. Expected goals mencapai 0,94, tetapi belum satu pun berbuah gol untuk Persebaya Surabaya.
Rendy Oscario
Pemain ketiga yang masuk daftar 4 pemain Persebaya Surabaya hengkang adalah Rendy Oscario. Kiper berusia 27 tahun itu juga berpamitan melalui unggahan @emosijiwakucom.
“Terima kasih @rendysroyer dan keluarga. Perjalanan singkat di Surabaya tak akan kami lupakan,” tulis fanbase tersebut. Rendy disebut siap melanjutkan karier ke klub berikutnya.
Rendy Oscario Sroyer lahir di Jakarta pada 7 Oktober 1998 dan berposisi sebagai penjaga gawang. Ia bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 15 Juli 2025.
Sepanjang putaran pertama Super League 2025/2026, Rendy belum mendapat kesempatan tampil. Ia kalah bersaing dengan Ernando Ari sebagai kiper utama dan Andhika Ramadhani sebagai pelapis.
Nilai pasar Rendy saat ini berada di kisaran Rp 1,30 miliar. Minimnya menit bermain membuat kepergiannya dinilai sebagai langkah realistis bagi semua pihak.
Dime Dimov
Nama terakhir dalam daftar 4 pemain Persebaya Surabaya hengkang adalah Dime Dimov. Bek tengah asal Makedonia Utara itu juga dikabarkan sudah menjalani latihan terakhir bersama tim.
“Terima kasih @dime_dimov. Info yang kami dapat, kemarin menjadi hari terakhir Dime mengikuti latihan Persebaya,” tulis @emosijiwakucom. Unggahan itu memperkuat kabar kepergian pemain asing tersebut.
Dime Dimov lahir di Skopje pada 25 Juli 1994 dan memiliki postur 1,84 meter. Ia berposisi sebagai bek tengah dan juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan.
Dimov bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 5 Januari 2025 dan terikat kontrak hingga 31 Mei 2026. Nilai pasarnya tercatat sekitar Rp 6,08 miliar, tertinggi di antara empat pemain yang hengkang.
Di putaran pertama, Dimov tampil dalam 12 pertandingan dengan total 982 menit bermain. Akurasi umpannya mencapai 93 persen, meski belum menyumbang gol maupun assist.
Kepergian empat pemain ini menjadi sinyal awal perubahan Persebaya Surabaya menuju putaran kedua. Era baru di bawah Bernardo Tavares perlahan mulai dibentuk melalui evaluasi menyeluruh skuad.
“Ya, kita perlu melihat solusi terbaik. Apa yang telah diberikan para pemain kepada tim sampai sekarang,” kata Bernardo Tavares. Ia menegaskan diskusi bersama dewan direksi akan menentukan arah Persebaya Surabaya ke depan.
Menarik menantikan langkah lanjutan manajemen Green Force setelah daftar 4 pemain Persebaya Surabaya hengkang ini terungkap.
Putaran kedua Super League 2025/2026 berpotensi menghadirkan wajah baru dengan ambisi berbeda.(jpc)


