26.6 C
Jakarta
Saturday, March 14, 2026

Balas Peringatan Donald Trump soal Piala Dunia 2026, Timnas Iran: Tak Ada yang Bisa Mengusir Kami!

PROKALTENG.CO-Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) merembet ke dunia sepak bola. Tim nasional (Timnas) Iran melontarkan respons keras terhadap peringatan Presiden AS Donald Trump, yang menyarankan agar mereka mundur dari FIFA World Cup 2026 demi alasan keselamatan.

Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dan akan digelar bersama oleh United States, Canada, dan Mexico. Iran sendiri telah memastikan tiket ke turnamen tersebut setelah tampil meyakinkan di babak kualifikasi.

Namun dalam beberapa hari terakhir, masa depan Iran di Piala Dunia menjadi bahan perdebatan setelah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan memuncak ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut.

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara sekutu AS di kawasan Teluk, yang semakin memperkeruh situasi keamanan regional.

Di tengah situasi tersebut, Trump mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi melalui platform media sosial Truth Social pada Kamis. Ia menyebut tim nasional Iran tetap diterima di Piala Dunia, tetapi menilai kehadiran mereka berpotensi berisiko bagi keselamatan.

“Tim Sepak Bola Nasional Iran dipersilakan untuk ikut Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa mereka pantas berada di sana, demi kehidupan dan keselamatan mereka sendiri,” tulis Trump.

Pernyataan itu langsung mendapat tanggapan keras dari tim nasional Iran. Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui Instagram dan X resmi mereka, skuad berjuluk Team Melli itu menegaskan bahwa Piala Dunia adalah ajang internasional yang berada di bawah otoritas FIFA, bukan keputusan satu negara atau individu.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Ini Dia 25 Tema Acara Peringatan Isra Mi’raj 2025 yang Penuh Makna dan Hikmah

“Piala Dunia adalah acara bersejarah dan internasional dan badan pengaturnya adalah FIFA – bukan individu atau negara mana pun. Tim nasional Iran juga lolos ke ajang ini dengan otoritas dan melalui kemenangan beruntun, menjadi salah satu tim pertama yang mencapai turnamen hebat ini,” tulis tim nasional Iran.

Mereka juga menegaskan bahwa keberhasilan lolos ke Piala Dunia diraih melalui perjuangan di lapangan.

“Tim nasional Iran, dengan kekuatan dan serangkaian kemenangan menentukan yang dicapai oleh putra-putra Iran yang berani, termasuk di antara tim pertama yang lolos ke turnamen besar ini.”

Tim tersebut bahkan menyindir negara tuan rumah terkait keamanan penyelenggaraan turnamen.

“Tentu saja, tidak ada yang bisa mengeluarkan tim nasional Iran dari Piala Dunia. Sebaliknya, negara yang harus dihapus adalah negara yang hanya menyandang gelar ‘tuan rumah’ tetapi tidak memiliki kemampuan untuk memastikan keamanan bagi tim yang berpartisipasi dalam acara ini,” lanjut pernyataan itu.

Meski demikian, sikap tegas tim nasional Iran tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan pemerintah negara itu sehari sebelumnya. Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamal, sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan Iran memboikot turnamen tersebut.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengatakan bahwa kecil kemungkinan Iran dapat tampil di turnamen tersebut.

Dalam wawancara televisi pada Rabu, Donyamal bahkan menyebut tidak ada kondisi yang memungkinkan Iran berpartisipasi di Piala Dunia setelah konflik terbaru dengan Amerika Serikat.

Baca Juga :  Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kualitas Rumput GBK Disorot

“Sejak pemerintah korup ini membunuh pemimpin kami, kami tidak memiliki syarat di mana kami dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” kata Donyamal.

Ia juga menyinggung dampak konflik yang menurutnya telah menimbulkan korban besar di Iran.

“Mengingat tindakan jahat yang diambil terhadap Iran, dua perang dipaksakan kepada kami dalam waktu delapan atau sembilan bulan, dan beberapa ribu orang kami terbunuh. Oleh karena itu, kami pasti tidak memiliki kemungkinan untuk berpartisipasi dengan cara ini.”

Jika Iran tetap tampil di Piala Dunia 2026, mereka dijadwalkan menjalani laga fase grup melawan New Zealand dan Belgium di Los Angeles pada 15 dan 21 Juni, serta menghadapi Egypt di Seattle pada 26 Juni.

Situasi ini juga menyeret perhatian Presiden FIFA, Gianni Infantino. Pada Desember lalu, Infantino bahkan memberikan penghargaan perdamaian FIFA kepada Trump. Ia juga mengaku telah mendapat jaminan dari presiden AS bahwa tim Iran akan tetap diterima dalam turnamen tersebut.

“Malam ini, saya bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald J Trump untuk membahas status persiapan Piala Dunia FIFA mendatang, dan kegembiraan yang semakin besar saat kami akan memulai hanya dalam 93 hari,” kata Infantino dalam sebuah pernyataan.

“Kami juga berbicara tentang situasi terkini di Iran, dan fakta bahwa tim Iran telah memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026.”

Namun dengan konflik yang terus memanas dan perbedaan sikap antara tim nasional dan pemerintah Iran, masa depan Iran di panggung Piala Dunia kini masih diselimuti ketidakpastian. (jpg)

 

PROKALTENG.CO-Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) merembet ke dunia sepak bola. Tim nasional (Timnas) Iran melontarkan respons keras terhadap peringatan Presiden AS Donald Trump, yang menyarankan agar mereka mundur dari FIFA World Cup 2026 demi alasan keselamatan.

Turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dan akan digelar bersama oleh United States, Canada, dan Mexico. Iran sendiri telah memastikan tiket ke turnamen tersebut setelah tampil meyakinkan di babak kualifikasi.

Namun dalam beberapa hari terakhir, masa depan Iran di Piala Dunia menjadi bahan perdebatan setelah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan memuncak ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut.

Electronic money exchangers listing

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara sekutu AS di kawasan Teluk, yang semakin memperkeruh situasi keamanan regional.

Di tengah situasi tersebut, Trump mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi melalui platform media sosial Truth Social pada Kamis. Ia menyebut tim nasional Iran tetap diterima di Piala Dunia, tetapi menilai kehadiran mereka berpotensi berisiko bagi keselamatan.

“Tim Sepak Bola Nasional Iran dipersilakan untuk ikut Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa mereka pantas berada di sana, demi kehidupan dan keselamatan mereka sendiri,” tulis Trump.

Pernyataan itu langsung mendapat tanggapan keras dari tim nasional Iran. Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui Instagram dan X resmi mereka, skuad berjuluk Team Melli itu menegaskan bahwa Piala Dunia adalah ajang internasional yang berada di bawah otoritas FIFA, bukan keputusan satu negara atau individu.

Baca Juga :  Ini Dia 25 Tema Acara Peringatan Isra Mi’raj 2025 yang Penuh Makna dan Hikmah

“Piala Dunia adalah acara bersejarah dan internasional dan badan pengaturnya adalah FIFA – bukan individu atau negara mana pun. Tim nasional Iran juga lolos ke ajang ini dengan otoritas dan melalui kemenangan beruntun, menjadi salah satu tim pertama yang mencapai turnamen hebat ini,” tulis tim nasional Iran.

Mereka juga menegaskan bahwa keberhasilan lolos ke Piala Dunia diraih melalui perjuangan di lapangan.

“Tim nasional Iran, dengan kekuatan dan serangkaian kemenangan menentukan yang dicapai oleh putra-putra Iran yang berani, termasuk di antara tim pertama yang lolos ke turnamen besar ini.”

Tim tersebut bahkan menyindir negara tuan rumah terkait keamanan penyelenggaraan turnamen.

“Tentu saja, tidak ada yang bisa mengeluarkan tim nasional Iran dari Piala Dunia. Sebaliknya, negara yang harus dihapus adalah negara yang hanya menyandang gelar ‘tuan rumah’ tetapi tidak memiliki kemampuan untuk memastikan keamanan bagi tim yang berpartisipasi dalam acara ini,” lanjut pernyataan itu.

Meski demikian, sikap tegas tim nasional Iran tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan pemerintah negara itu sehari sebelumnya. Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamal, sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan Iran memboikot turnamen tersebut.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengatakan bahwa kecil kemungkinan Iran dapat tampil di turnamen tersebut.

Dalam wawancara televisi pada Rabu, Donyamal bahkan menyebut tidak ada kondisi yang memungkinkan Iran berpartisipasi di Piala Dunia setelah konflik terbaru dengan Amerika Serikat.

Baca Juga :  Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kualitas Rumput GBK Disorot

“Sejak pemerintah korup ini membunuh pemimpin kami, kami tidak memiliki syarat di mana kami dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia,” kata Donyamal.

Ia juga menyinggung dampak konflik yang menurutnya telah menimbulkan korban besar di Iran.

“Mengingat tindakan jahat yang diambil terhadap Iran, dua perang dipaksakan kepada kami dalam waktu delapan atau sembilan bulan, dan beberapa ribu orang kami terbunuh. Oleh karena itu, kami pasti tidak memiliki kemungkinan untuk berpartisipasi dengan cara ini.”

Jika Iran tetap tampil di Piala Dunia 2026, mereka dijadwalkan menjalani laga fase grup melawan New Zealand dan Belgium di Los Angeles pada 15 dan 21 Juni, serta menghadapi Egypt di Seattle pada 26 Juni.

Situasi ini juga menyeret perhatian Presiden FIFA, Gianni Infantino. Pada Desember lalu, Infantino bahkan memberikan penghargaan perdamaian FIFA kepada Trump. Ia juga mengaku telah mendapat jaminan dari presiden AS bahwa tim Iran akan tetap diterima dalam turnamen tersebut.

“Malam ini, saya bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald J Trump untuk membahas status persiapan Piala Dunia FIFA mendatang, dan kegembiraan yang semakin besar saat kami akan memulai hanya dalam 93 hari,” kata Infantino dalam sebuah pernyataan.

“Kami juga berbicara tentang situasi terkini di Iran, dan fakta bahwa tim Iran telah memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026.”

Namun dengan konflik yang terus memanas dan perbedaan sikap antara tim nasional dan pemerintah Iran, masa depan Iran di panggung Piala Dunia kini masih diselimuti ketidakpastian. (jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/