Keberhasilan FC Barcelona merengkuh gelar juara Piala Super Spanyol edisi kelima di Arab Saudi tidak hanya menambah koleksi trofi mereka, tetapi juga memberikan suntukan finansial yang signifikan.
Klub berjuluk Blaugrana tersebut berhasil mengantongi pendapatan sebesar EUR 8 juta atau sekitar Rp 156 miliar setelah menumbangkan Real Madrid dengan skor 3-2 di partai final.
Dilansir melalui laman Mundo Deportivo, pendapatan Barcelona tersebut bersumber dari biaya partisipasi tetap (entry fee) sebesar EUR 6 juta ditambah bonus kemenangan di final senilai EUR 2 juta. Di sisi lain, Real Madrid yang keluar sebagai runner-up membawa pulang total EUR 7,4 juta euro.
Angka tersebut terdiri dari biaya partisipasi sebesar EUR 6 juta dan tambahan EUR 1,4 juta berkat keberhasilan mereka melaju ke babak final setelah mengalahkan Atletico Madrid di semifinal.
Sementara itu, dua kontestan lainnya, Atletico Madrid dan Athletic Bilbao, mencatatkan pendapatan yang lebih rendah. Atletico mengantongi total EUR 2,85 juta, yang berasal dari biaya tetap sebesar EUR 2 juta dan premi pertandingan semifinal senilai EUR 850 ribu.
Adapun Athletic Bilbao harus puas dengan total EUR 1,7 juta setelah hanya menerima masing-masing EUR 850 ribu untuk biaya partisipasi dan jatah bermain di semifinal.
Relokasi Turnamen
Meski Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) memiliki komitmen kerja sama dengan Arab Saudi hingga 2030, penyelenggaraan edisi berikutnya dipastikan bakal berpindah lokasi. Hal ini disebabkan adanya bentrok jadwal dengan penyelenggaraan Piala Asia yang berlangsung di Arab Saudi pada periode yang sama.
Presiden Federasi Spanyol, Rafael Louzan, mengkonfirmasi bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan sejumlah opsi lokasi baru. Qatar dan Kuwait muncul sebagai kandidat kuat untuk menggelar Piala Super Spanyol pada 2027 mendatang, dengan jaminan nilai komersial yang tetap kompetitif bagi tim-tim peserta.(jpc)
Keberhasilan FC Barcelona merengkuh gelar juara Piala Super Spanyol edisi kelima di Arab Saudi tidak hanya menambah koleksi trofi mereka, tetapi juga memberikan suntukan finansial yang signifikan.
Klub berjuluk Blaugrana tersebut berhasil mengantongi pendapatan sebesar EUR 8 juta atau sekitar Rp 156 miliar setelah menumbangkan Real Madrid dengan skor 3-2 di partai final.
Dilansir melalui laman Mundo Deportivo, pendapatan Barcelona tersebut bersumber dari biaya partisipasi tetap (entry fee) sebesar EUR 6 juta ditambah bonus kemenangan di final senilai EUR 2 juta. Di sisi lain, Real Madrid yang keluar sebagai runner-up membawa pulang total EUR 7,4 juta euro.
Angka tersebut terdiri dari biaya partisipasi sebesar EUR 6 juta dan tambahan EUR 1,4 juta berkat keberhasilan mereka melaju ke babak final setelah mengalahkan Atletico Madrid di semifinal.
Sementara itu, dua kontestan lainnya, Atletico Madrid dan Athletic Bilbao, mencatatkan pendapatan yang lebih rendah. Atletico mengantongi total EUR 2,85 juta, yang berasal dari biaya tetap sebesar EUR 2 juta dan premi pertandingan semifinal senilai EUR 850 ribu.
Adapun Athletic Bilbao harus puas dengan total EUR 1,7 juta setelah hanya menerima masing-masing EUR 850 ribu untuk biaya partisipasi dan jatah bermain di semifinal.
Relokasi Turnamen
Meski Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) memiliki komitmen kerja sama dengan Arab Saudi hingga 2030, penyelenggaraan edisi berikutnya dipastikan bakal berpindah lokasi. Hal ini disebabkan adanya bentrok jadwal dengan penyelenggaraan Piala Asia yang berlangsung di Arab Saudi pada periode yang sama.
Presiden Federasi Spanyol, Rafael Louzan, mengkonfirmasi bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan sejumlah opsi lokasi baru. Qatar dan Kuwait muncul sebagai kandidat kuat untuk menggelar Piala Super Spanyol pada 2027 mendatang, dengan jaminan nilai komersial yang tetap kompetitif bagi tim-tim peserta.(jpc)