Debut Spektakuler! Como Kalahkan RB Leipzig 4-1 di Laga Perdana Liga Champions 2026/2027

Como catatkan debut sempurna Liga Champions setelah mengalahkan RB Leipzig 4-1 pada Jumat (11/9) di Stadio Sinigaglia. Como tampil dominan sejak awal pertandingan. Tim asuhan Cesc Fabregas itu mampu menguasai permainan dan membuat Leipzig kesulitan membangun ritme.

Tekanan Como akhirnya membuahkan gol pada menit ke-15. Bola hasil umpan silang Anastasios Douvikas yang dipotong pertahanan Leipzig jatuh ke kaki Martin Baturina. Gelandang asal Kroasia itu lalu mengecoh pemain lawan sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok kiri bawah gawang.

RB Leipzig sempat merespons. Christopher Nkunku memberikan umpan kepada Antonio Nusa yang lolos menuju kotak penalti. Namun, tembakan rendah winger asal Norwegia itu masih mampu dihentikan kiper Como, Jean Butez. Como lalu menggandakan keunggulan lewat Tasos Douvikas pada menit ke-38.

Dilansir dari ESPN, Gol itu tercipta setelah Baturina melewati pemain Leipzig di lini tengah dan mengirim umpan terobosan kepada Douvikas. Penyerang asal Yunani itu mampu menahan tekanan bek lawan sebelum menaklukkan Maarten Vandevoordt ke pojok kiri bawah gawang. Como menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Como kembali menunjukkan ketajamannya usai jeda. Pada menit ke-54, Nico Paz mengirim umpan ke Assane Diao di sisi kanan. Diao kemudian berlari memasuki kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang bersarang di pojok kiri bawah gawang Leipzig. Gol itu memperlebar keunggulan Como menjadi 3-0.

Baca Juga :  Kalteng Putra Menang Dramatis dan Tipis, 2 -1 Melawan PSCS Cilacap

RB Leipzig berhasil mencetak gol pertamanya empat menit kemudian. Pada menit ke-58, Nkunku mengirim umpan kepada Andrija Maksimovic yang kemudian melepaskan tembakan mendatar dari tepi kotak penalti. Bola meluncur ke sisi kiri gawang dan mengubah skor menjadi 3-1.

Tidak ingin kehilangan momentum, pelatih Leipzig Marco Rose melakukan tiga pergantian pemain pada menit ke-59 untuk meningkatkan intensitas serangan. Namun, usaha mereka tidak membuahkan hasil hingga pertandingan berakhir.

Electronic money exchangers listing

Sementara itu, pada menit ke-90, Como berhasil mencetak gol keempat. Moise Kean merebut bola dan mengalirkannya kepada Nico Paz di sisi kanan. Nico Paz lalu menunggu pergerakan Maximo Perrone sebelum memberikan umpan ke dalam kotak penalti.

Perrone berhasil melewati Vandevoordt dan mengarahkan bola ke pojok kiri bawah gawang untuk mengubah skor menjadi 4-1.

Usai laga, Cesc Fabregas menilai kemenangan itu merupakan hasil dari persiapan matang menghadapi gaya permainan RB Leipzig.

“Itu merupakan penampilan yang luar biasa malam ini. Ini adalah pertandingan pertama kami di Liga Champions, jadi ini merupakan malam yang bersejarah bagi kami,” kata Fabregas dikutip dari situs resmi UEFA.

“Kami tahu Leipzig akan menekan kami secara agresif, jadi kami mencoba menganalisis permainan mereka, mempelajari posisi mereka, dan memahami apa yang akan mereka lakukan menghadapi kami,” lanjut pelatih berusia 39 tahun itu.

Baca Juga :  Justin Hubner Bantah Rumor Gabung Klub Liga Indonesia

Fabregas mengakui Como sempat berada dalam tekanan ketika Leipzig meningkatkan intensitas permainan pada babak kedua.

“Kami harus menderita pada beberapa momen ketika mereka meningkatkan intensitas pada babak kedua, jadi kami harus beradaptasi setelah sekitar menit ke-60. Kami pun melakukannya dengan sangat baik, terutama melalui serangan balik. Skor 4-1 menunjukkan level yang bisa kami capai,” ujar Fabregas.

Sementara itu, pelatih RB Leipzig Martín Demichelis mengaku pertandingan melawan Como sulit karena pertahanan tim yang buruk. “Pertandingan malam ini berjalan sulit.

Menurut saya, pertahanan kami sangat buruk. Kami sudah mempelajari pergerakan, rotasi, dan penempatan posisi mereka. Namun, dalam banyak fase pertandingan, pertahanan kami saat tidak menguasai bola sangat buruk.

Di babak pertama, kami juga tidak mengalirkan bola dengan cukup baik untuk menciptakan lebih banyak ancaman,” kata Demichelis.

Hasil itu menjadi pencapaian luar biasa bagi Como yang baru meninggalkan Serie D pada 2019 dan langsung mengalahkan Leipzig dengan skor telak di kompetisi tertinggi Eropa.

Como selanjutnya akan menghadapi tantangan Liga Champions lainnya saat bertandang ke markas Feyenoord pada Oktober. Sementara itu, Leipzig dijadwalkan bertandang menghadapi PSV Eindhoven.(jpc)

 

Como catatkan debut sempurna Liga Champions setelah mengalahkan RB Leipzig 4-1 pada Jumat (11/9) di Stadio Sinigaglia. Como tampil dominan sejak awal pertandingan. Tim asuhan Cesc Fabregas itu mampu menguasai permainan dan membuat Leipzig kesulitan membangun ritme.

Tekanan Como akhirnya membuahkan gol pada menit ke-15. Bola hasil umpan silang Anastasios Douvikas yang dipotong pertahanan Leipzig jatuh ke kaki Martin Baturina. Gelandang asal Kroasia itu lalu mengecoh pemain lawan sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok kiri bawah gawang.

RB Leipzig sempat merespons. Christopher Nkunku memberikan umpan kepada Antonio Nusa yang lolos menuju kotak penalti. Namun, tembakan rendah winger asal Norwegia itu masih mampu dihentikan kiper Como, Jean Butez. Como lalu menggandakan keunggulan lewat Tasos Douvikas pada menit ke-38.

Electronic money exchangers listing

Dilansir dari ESPN, Gol itu tercipta setelah Baturina melewati pemain Leipzig di lini tengah dan mengirim umpan terobosan kepada Douvikas. Penyerang asal Yunani itu mampu menahan tekanan bek lawan sebelum menaklukkan Maarten Vandevoordt ke pojok kiri bawah gawang. Como menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.

Como kembali menunjukkan ketajamannya usai jeda. Pada menit ke-54, Nico Paz mengirim umpan ke Assane Diao di sisi kanan. Diao kemudian berlari memasuki kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang bersarang di pojok kiri bawah gawang Leipzig. Gol itu memperlebar keunggulan Como menjadi 3-0.

Baca Juga :  Kalteng Putra Menang Dramatis dan Tipis, 2 -1 Melawan PSCS Cilacap

RB Leipzig berhasil mencetak gol pertamanya empat menit kemudian. Pada menit ke-58, Nkunku mengirim umpan kepada Andrija Maksimovic yang kemudian melepaskan tembakan mendatar dari tepi kotak penalti. Bola meluncur ke sisi kiri gawang dan mengubah skor menjadi 3-1.

Tidak ingin kehilangan momentum, pelatih Leipzig Marco Rose melakukan tiga pergantian pemain pada menit ke-59 untuk meningkatkan intensitas serangan. Namun, usaha mereka tidak membuahkan hasil hingga pertandingan berakhir.

Sementara itu, pada menit ke-90, Como berhasil mencetak gol keempat. Moise Kean merebut bola dan mengalirkannya kepada Nico Paz di sisi kanan. Nico Paz lalu menunggu pergerakan Maximo Perrone sebelum memberikan umpan ke dalam kotak penalti.

Perrone berhasil melewati Vandevoordt dan mengarahkan bola ke pojok kiri bawah gawang untuk mengubah skor menjadi 4-1.

Usai laga, Cesc Fabregas menilai kemenangan itu merupakan hasil dari persiapan matang menghadapi gaya permainan RB Leipzig.

“Itu merupakan penampilan yang luar biasa malam ini. Ini adalah pertandingan pertama kami di Liga Champions, jadi ini merupakan malam yang bersejarah bagi kami,” kata Fabregas dikutip dari situs resmi UEFA.

“Kami tahu Leipzig akan menekan kami secara agresif, jadi kami mencoba menganalisis permainan mereka, mempelajari posisi mereka, dan memahami apa yang akan mereka lakukan menghadapi kami,” lanjut pelatih berusia 39 tahun itu.

Baca Juga :  Justin Hubner Bantah Rumor Gabung Klub Liga Indonesia

Fabregas mengakui Como sempat berada dalam tekanan ketika Leipzig meningkatkan intensitas permainan pada babak kedua.

“Kami harus menderita pada beberapa momen ketika mereka meningkatkan intensitas pada babak kedua, jadi kami harus beradaptasi setelah sekitar menit ke-60. Kami pun melakukannya dengan sangat baik, terutama melalui serangan balik. Skor 4-1 menunjukkan level yang bisa kami capai,” ujar Fabregas.

Sementara itu, pelatih RB Leipzig Martín Demichelis mengaku pertandingan melawan Como sulit karena pertahanan tim yang buruk. “Pertandingan malam ini berjalan sulit.

Menurut saya, pertahanan kami sangat buruk. Kami sudah mempelajari pergerakan, rotasi, dan penempatan posisi mereka. Namun, dalam banyak fase pertandingan, pertahanan kami saat tidak menguasai bola sangat buruk.

Di babak pertama, kami juga tidak mengalirkan bola dengan cukup baik untuk menciptakan lebih banyak ancaman,” kata Demichelis.

Hasil itu menjadi pencapaian luar biasa bagi Como yang baru meninggalkan Serie D pada 2019 dan langsung mengalahkan Leipzig dengan skor telak di kompetisi tertinggi Eropa.

Como selanjutnya akan menghadapi tantangan Liga Champions lainnya saat bertandang ke markas Feyenoord pada Oktober. Sementara itu, Leipzig dijadwalkan bertandang menghadapi PSV Eindhoven.(jpc)

 

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

Terpopuler

Artikel Terbaru