Aryna Sabalenka tak kunjung menemukan performa terbaiknya. Setelah sukses mengawinkan gelar Indian Wells dan Miami pada Maret lalu, petenis nomor satu dunia itu belum pernah lagi mencicipi gelar juara.
Terbaru, Sabalenka harus mengakui keunggulan Ekaterina Alexandrova di babak 16 besar Canadian Open, Minggu (9/8). Petenis asal Belarus tersebut menyerah setelah bertarung tiga set dengan skor 6-7 (3), 6-4, 4-6 dalam laga berdurasi 2 jam 29 menit.
Hasil tersebut menjadi alarm bagi Sabalenka jelang US Open 2026. Apalagi, dalam dua turnamen Grand Slam sebelumnya dia juga tidak mendapat hasil menggembirakan.
Petenis 28 tahun itu terhenti di perempat final French Open serta gugur di babak 16 besar Wimbledon.
Di sisi lain, Alexandrova terbukti menjadi salah satu lawan paling menjengkelkan bagi Sabalenka. Termasuk hasil di Toronto, petenis asal Rusia itu telah meraih lima kemenangan dari total 10 pertemuan mereka.
“Saya hanya mencoba memainkan setiap poin seolah itu adalah poin terakhir. Sebab, saat menghadapi petenis sekelas dia, Anda tidak akan mendapatkan banyak kesempatan,” ujar Alexandrova, dikutip dari laman resmi WTA.
Bagi Alexandrova, hasil positif ini sangat berharga. Apalagi, dia sempat melewati paruh musim yang berliku. Sebelum tampil di Toronto, petenis berusia 31 tahun itu telah menelan 18 kekalahan dari 29 laga sepanjang musim 2026.
“Kemenangan seperti ini memberikan keyakinan bahwa apa yang kami lakukan sudah benar dan berada di jalur yang tepat,” ujar Alexandrova.(jpc)
Aryna Sabalenka tak kunjung menemukan performa terbaiknya. Setelah sukses mengawinkan gelar Indian Wells dan Miami pada Maret lalu, petenis nomor satu dunia itu belum pernah lagi mencicipi gelar juara.
Terbaru, Sabalenka harus mengakui keunggulan Ekaterina Alexandrova di babak 16 besar Canadian Open, Minggu (9/8). Petenis asal Belarus tersebut menyerah setelah bertarung tiga set dengan skor 6-7 (3), 6-4, 4-6 dalam laga berdurasi 2 jam 29 menit.
Hasil tersebut menjadi alarm bagi Sabalenka jelang US Open 2026. Apalagi, dalam dua turnamen Grand Slam sebelumnya dia juga tidak mendapat hasil menggembirakan.
Petenis 28 tahun itu terhenti di perempat final French Open serta gugur di babak 16 besar Wimbledon.
Di sisi lain, Alexandrova terbukti menjadi salah satu lawan paling menjengkelkan bagi Sabalenka. Termasuk hasil di Toronto, petenis asal Rusia itu telah meraih lima kemenangan dari total 10 pertemuan mereka.
“Saya hanya mencoba memainkan setiap poin seolah itu adalah poin terakhir. Sebab, saat menghadapi petenis sekelas dia, Anda tidak akan mendapatkan banyak kesempatan,” ujar Alexandrova, dikutip dari laman resmi WTA.
Bagi Alexandrova, hasil positif ini sangat berharga. Apalagi, dia sempat melewati paruh musim yang berliku. Sebelum tampil di Toronto, petenis berusia 31 tahun itu telah menelan 18 kekalahan dari 29 laga sepanjang musim 2026.
“Kemenangan seperti ini memberikan keyakinan bahwa apa yang kami lakukan sudah benar dan berada di jalur yang tepat,” ujar Alexandrova.(jpc)