32.1 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025

Sinetron Hanya Sampingan

NAMA Oktovianus Maniani pernah
bersinar di sepak bola Indonesia. Namun belakangan mulai redup. Pria asal Papua
itu mengakui, dirinya pernah terjun sebagai pesinetron. Namun hal itu dia
lakukan sebagai usaha sampingan untuk menambah pemasukan. Okto sempat
digadang-gadang sebagai pesepak bola masa depan Timnas Indonesia. Namun,
kariernya meredup, bahkan sempat banting stir menjadi pesinetron.

Namanya mulai dikenal
publik ketika dipercaya membela Timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl pada Piala
AFF 2010. Ketika itu, Okto masih berusia 20 tahun.

Okto langsung
menggebrak melalui penampilan gemilangnya. Bahkan, ketika itu Okto sempat
menyumbang satu gol sekaligus membantu Timnas Indonesia menembus final Piala
AFF 2010.

Namun, karier pemain
asal Papua tersebut perlahan mulai meredup meski sempat membela Barito Putera
pada 2013 dan juga Kalteng Putra. Okto sempat menghilang karena mengalami
cedera yang dalam pemulihannya berlangsung selama setahun.

Baca Juga :  Liverpool Menang, Becker Jadi Tumbal

Setelah pulih dan ingin
bermain sepak bola lagi, namun situasi tidak memungkinkan. PSSI tengah
mendapatkan sanksi dari FIFA, sehingga Okto memutuskan untuk mengisi waktu
luang dengan menerima tawaran sebagai pesinetron.

“Pada 2014 saya
cedera sehingga sempat istirahat selama satu tahun. Ketika sudah pulih pada
2016 saat itu ada sanksi FIFA akhirnya saya terjun ke dunia sinetron,”
kata Oktovianus Maniani di akun Youtube ANTV Sports Official.

“Bukan saya ingin
menjadi pesinetron. Kebetulan dengan ada jeda waktu dan pemasukan minim,
akhirnya ambil sampingan lah,” tegas pemain yang kini berusia 29 tahun
itu.

Oktovianus Maniani
sejatinya merupakan pemain dengan kepribadian baik dan agak pemalu. Namun,
tingkah lakunya sempat menjadi perhatian publik.

Baca Juga :  Liga Tak Jelas, Operator Kompetisi Mulai Pasrah

Pada 2015, Okto
diperiksa kepolisian atas dugaan tindak kasus suap jelang laga Persebaya
Surabaya melawan Pusamania Borneo FC. Namun, ketika itu Okto hanya diperiksa
sebagai saksi.

Lama tak terdengar,
Okto mengejutkan publik setelah melakukan tindakan tidak terpuji di Liga 2
2019. Pemain berusia 29 tahun itu menusuk wasit dengan bendera tendangan sudut.
Tindakan tidak terpuji itu membuat PSSI memberikan sanksi tegas kepada Okto
berupa larangan bermain selama enam bulan.

Okto sempat bermain di klub kasta kedua, yaitu
Perserang Serang dan Persewar Waropen. Pada 2020, nama Oktovianus Maniani
kembali terdengar setelah bergabung dengan Persiba Balikpapan di Liga
2. 

NAMA Oktovianus Maniani pernah
bersinar di sepak bola Indonesia. Namun belakangan mulai redup. Pria asal Papua
itu mengakui, dirinya pernah terjun sebagai pesinetron. Namun hal itu dia
lakukan sebagai usaha sampingan untuk menambah pemasukan. Okto sempat
digadang-gadang sebagai pesepak bola masa depan Timnas Indonesia. Namun,
kariernya meredup, bahkan sempat banting stir menjadi pesinetron.

Namanya mulai dikenal
publik ketika dipercaya membela Timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl pada Piala
AFF 2010. Ketika itu, Okto masih berusia 20 tahun.

Okto langsung
menggebrak melalui penampilan gemilangnya. Bahkan, ketika itu Okto sempat
menyumbang satu gol sekaligus membantu Timnas Indonesia menembus final Piala
AFF 2010.

Namun, karier pemain
asal Papua tersebut perlahan mulai meredup meski sempat membela Barito Putera
pada 2013 dan juga Kalteng Putra. Okto sempat menghilang karena mengalami
cedera yang dalam pemulihannya berlangsung selama setahun.

Baca Juga :  Liverpool Menang, Becker Jadi Tumbal

Setelah pulih dan ingin
bermain sepak bola lagi, namun situasi tidak memungkinkan. PSSI tengah
mendapatkan sanksi dari FIFA, sehingga Okto memutuskan untuk mengisi waktu
luang dengan menerima tawaran sebagai pesinetron.

“Pada 2014 saya
cedera sehingga sempat istirahat selama satu tahun. Ketika sudah pulih pada
2016 saat itu ada sanksi FIFA akhirnya saya terjun ke dunia sinetron,”
kata Oktovianus Maniani di akun Youtube ANTV Sports Official.

“Bukan saya ingin
menjadi pesinetron. Kebetulan dengan ada jeda waktu dan pemasukan minim,
akhirnya ambil sampingan lah,” tegas pemain yang kini berusia 29 tahun
itu.

Oktovianus Maniani
sejatinya merupakan pemain dengan kepribadian baik dan agak pemalu. Namun,
tingkah lakunya sempat menjadi perhatian publik.

Baca Juga :  Liga Tak Jelas, Operator Kompetisi Mulai Pasrah

Pada 2015, Okto
diperiksa kepolisian atas dugaan tindak kasus suap jelang laga Persebaya
Surabaya melawan Pusamania Borneo FC. Namun, ketika itu Okto hanya diperiksa
sebagai saksi.

Lama tak terdengar,
Okto mengejutkan publik setelah melakukan tindakan tidak terpuji di Liga 2
2019. Pemain berusia 29 tahun itu menusuk wasit dengan bendera tendangan sudut.
Tindakan tidak terpuji itu membuat PSSI memberikan sanksi tegas kepada Okto
berupa larangan bermain selama enam bulan.

Okto sempat bermain di klub kasta kedua, yaitu
Perserang Serang dan Persewar Waropen. Pada 2020, nama Oktovianus Maniani
kembali terdengar setelah bergabung dengan Persiba Balikpapan di Liga
2. 

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya

Terpopuler

Artikel Terbaru