26.2 C
Jakarta
Thursday, February 12, 2026

Bertandang ke Mapei, Inter Milan Lumat Sassuolo dengan Skor Telak 5-0

Bertandang ke Stadion Mapei pada Senin (9/2), Inter Milan sukses melumat Sassuolo dengan skor telak 5-0. Kemenangan itu memperkokoh posisi Nerazzurri di papan atas klasemen Serie A dengan diwarnai sejumlah rekor individu para penggawa Inter.

Inter Milan langsung tancap gas sejak peluit pertama dibunyikan. Gol pembuka lahir cepat pada menit ke-11 melalui sundulan Yann Bisseck. Memanfaatkan umpan silang dari sepak pojok Federico Dimarco, Bisseck yang berdiri bebas tanpa kawalan berarti berhasil menyarangkan bola ke tengah gawang Arijanet Muric.

Sassuolo sebenarnya mencoba memberikan perlawanan. Andrea Pinamonti sempat mengancam gawang Yann Sommer, tetapi kesigapan sang kiper membuat skor tetap tidak berubah.

Malapetaka bagi tuan rumah berlanjut pada menit ke-28. Melalui serangan balik cepat, Marcus Thuram berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah menerima asis manis dari Dimarco.

Jelang berakhirnya babak pertama, pemain Sassuolo Kristian Thorstvedt sebenarnya berhasil mencetak gol pada menit ke-41. Namun, wasit menganulir gol itu setelah tinjauan VAR menunjukkan adanya posisi offside dari Armand Lauriente. Skor 0-2 pun bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, situasi semakin memburuk bagi Neroverdi. Pada menit ke-50, kapten Inter Milan Lautaro Martinez memperlebar jarak menjadi 3-0 melalui tendangan ke pojok bawah gawang. Gol itu sekaligus memperpanjang rekor impresifnya sebagai salah satu pencetak gol paling mematikan di Serie A.

Baca Juga :  Kian Populer dan Makin Mempesona

Tidak berselang lama, Manuel Akanji mencetak gol pertamanya bagi Inter Milan lewat sundulan jarak dekat di menit ke-53. Belum sempat bangkit, Sassuolo harus bermain dengan 10 orang pada menit ke-55 setelah Nemanja Matic menerima kartu merah akibat pelanggaran keras.

Electronic money exchangers listing

Dilansir dari ESPN, unggul jumlah pemain membuat Inter semakin leluasa dan memilih untuk tidak mengendurkan serangan, meski telah menyarangkan banyak bola ke gawang Sassuolo. Pesta gol Inter akhirnya ditutup oleh Luis Henrique pada menit ke-88 melalui sepakan kaki kanan yang menghujam pojok kiri atas gawang.

Gol itu merupakan gol perdana sang pemain sejak bergabung dengan Inter dari Marseille pada pertengahan 2025. Skor 5-0 pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Kemenangan kedelapan beruntun di laga tandang itu membuat Inter saat ini mengoleksi 58 poin. Sang pelatih Cristian Chivu memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya yang tetap tenang meski Sassuolo sempat memberikan perlawanan di babak pertama, termasuk adanya gol lawan yang dianulir VAR.

“Kemenangan ini saksi pertumbuhan kami. Kami mampu menyerap intensitas lawan dan menyerang secara klinis di saat yang tepat. Tim ini semakin dewasa dalam beradaptasi dengan momen pertandingan,” ujar Chivu dikutip dari situs resmi Inter.

Baca Juga :  Nilai Pasar Jay Idzes Makin Meroket, Kini Jadi Pemain ASEAN Termahal

Di sisi lain, Fabio Grosso selaku pelatih Sassuolo mengakui timnya kalah kualitas. Meski sempat bermain berani selama 45 menit pertama, kartu merah yang diterima Nemanja Matic pada menit ke-55 membuat perlawanan Neroverdi runtuh total di rumah sendiri.

“Kami tahu kami menghadapi lawan level tertinggi. Kami sempat menunjukkan performa yang berani selama 45 menit pertama, tetapi di awal babak kedua kami tidak cukup baik dan melakukan kesalahan yang biasanya tidak kami lakukan,” ujar Grosso dilansir dari situs resmi Sassuolo.

Secara statistik, Sassuolo memang tampak mengalami kesulitan dalam membangun serangan yang efektif dengan hanya mencatatkan 39% penguasaan bola, melepaskan 6 tembakan, dan hanya 1 tembakan yang tepat sasaran.

Sementara itu, bek Timnas Indonesia Jay Idzes yang mengawal lini pertahanan Sassuolo mencoba membantu serangan dengan melepaskan 1 tembakan (tidak tepat sasaran) dan tercatat melakukan 1 kali offside. Meski timnya kebobolan banyak gol, Idzes bermain cukup bersih tanpa catatan melakukan pelanggaran maupun menerima kartu peringatan.

Sayangnya, performa disiplin Idzes tidak cukup untuk membendung gelombang serangan Nerazzurri yang berhasil mencatatkan rekor bagi para pemainnya.(jpc)

Bertandang ke Stadion Mapei pada Senin (9/2), Inter Milan sukses melumat Sassuolo dengan skor telak 5-0. Kemenangan itu memperkokoh posisi Nerazzurri di papan atas klasemen Serie A dengan diwarnai sejumlah rekor individu para penggawa Inter.

Inter Milan langsung tancap gas sejak peluit pertama dibunyikan. Gol pembuka lahir cepat pada menit ke-11 melalui sundulan Yann Bisseck. Memanfaatkan umpan silang dari sepak pojok Federico Dimarco, Bisseck yang berdiri bebas tanpa kawalan berarti berhasil menyarangkan bola ke tengah gawang Arijanet Muric.

Sassuolo sebenarnya mencoba memberikan perlawanan. Andrea Pinamonti sempat mengancam gawang Yann Sommer, tetapi kesigapan sang kiper membuat skor tetap tidak berubah.

Electronic money exchangers listing

Malapetaka bagi tuan rumah berlanjut pada menit ke-28. Melalui serangan balik cepat, Marcus Thuram berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah menerima asis manis dari Dimarco.

Jelang berakhirnya babak pertama, pemain Sassuolo Kristian Thorstvedt sebenarnya berhasil mencetak gol pada menit ke-41. Namun, wasit menganulir gol itu setelah tinjauan VAR menunjukkan adanya posisi offside dari Armand Lauriente. Skor 0-2 pun bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, situasi semakin memburuk bagi Neroverdi. Pada menit ke-50, kapten Inter Milan Lautaro Martinez memperlebar jarak menjadi 3-0 melalui tendangan ke pojok bawah gawang. Gol itu sekaligus memperpanjang rekor impresifnya sebagai salah satu pencetak gol paling mematikan di Serie A.

Baca Juga :  Kian Populer dan Makin Mempesona

Tidak berselang lama, Manuel Akanji mencetak gol pertamanya bagi Inter Milan lewat sundulan jarak dekat di menit ke-53. Belum sempat bangkit, Sassuolo harus bermain dengan 10 orang pada menit ke-55 setelah Nemanja Matic menerima kartu merah akibat pelanggaran keras.

Dilansir dari ESPN, unggul jumlah pemain membuat Inter semakin leluasa dan memilih untuk tidak mengendurkan serangan, meski telah menyarangkan banyak bola ke gawang Sassuolo. Pesta gol Inter akhirnya ditutup oleh Luis Henrique pada menit ke-88 melalui sepakan kaki kanan yang menghujam pojok kiri atas gawang.

Gol itu merupakan gol perdana sang pemain sejak bergabung dengan Inter dari Marseille pada pertengahan 2025. Skor 5-0 pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Kemenangan kedelapan beruntun di laga tandang itu membuat Inter saat ini mengoleksi 58 poin. Sang pelatih Cristian Chivu memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya yang tetap tenang meski Sassuolo sempat memberikan perlawanan di babak pertama, termasuk adanya gol lawan yang dianulir VAR.

“Kemenangan ini saksi pertumbuhan kami. Kami mampu menyerap intensitas lawan dan menyerang secara klinis di saat yang tepat. Tim ini semakin dewasa dalam beradaptasi dengan momen pertandingan,” ujar Chivu dikutip dari situs resmi Inter.

Baca Juga :  Nilai Pasar Jay Idzes Makin Meroket, Kini Jadi Pemain ASEAN Termahal

Di sisi lain, Fabio Grosso selaku pelatih Sassuolo mengakui timnya kalah kualitas. Meski sempat bermain berani selama 45 menit pertama, kartu merah yang diterima Nemanja Matic pada menit ke-55 membuat perlawanan Neroverdi runtuh total di rumah sendiri.

“Kami tahu kami menghadapi lawan level tertinggi. Kami sempat menunjukkan performa yang berani selama 45 menit pertama, tetapi di awal babak kedua kami tidak cukup baik dan melakukan kesalahan yang biasanya tidak kami lakukan,” ujar Grosso dilansir dari situs resmi Sassuolo.

Secara statistik, Sassuolo memang tampak mengalami kesulitan dalam membangun serangan yang efektif dengan hanya mencatatkan 39% penguasaan bola, melepaskan 6 tembakan, dan hanya 1 tembakan yang tepat sasaran.

Sementara itu, bek Timnas Indonesia Jay Idzes yang mengawal lini pertahanan Sassuolo mencoba membantu serangan dengan melepaskan 1 tembakan (tidak tepat sasaran) dan tercatat melakukan 1 kali offside. Meski timnya kebobolan banyak gol, Idzes bermain cukup bersih tanpa catatan melakukan pelanggaran maupun menerima kartu peringatan.

Sayangnya, performa disiplin Idzes tidak cukup untuk membendung gelombang serangan Nerazzurri yang berhasil mencatatkan rekor bagi para pemainnya.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru