Tak lupakan produk lokal, pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menegaskan komitmennya untuk terus mengorbitkan pemain muda dari akademi Green Force. Di tengah masuknya pemain asing baru, Tavares memastikan talenta lokal tetap mendapat ruang berkembang dan bersaing secara sehat di tim utama.
Bernardo Tavares menilai akademi Persebaya Surabaya memiliki banyak potensi besar yang siap naik level jika diberi kesempatan dan lingkungan kompetitif. Ia percaya keberanian memberi jam terbang menjadi kunci melahirkan wonderkid yang bisa menjadi tulang punggung klub di masa depan.
Komitmen tersebut ditegaskan Tavares pada Kamis (8/1/2025). Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan kondisi terkini skuad, termasuk dua pemain asing baru yang belum bisa dimainkan.
Pelatih asal Portugal tersebut mengonfirmasi dua pemain asing anyar belum dapat diturunkan dalam laga terdekat. Faktor kebugaran dan adaptasi menjadi pertimbangan utama tim pelatih.
“Mereka baru tiba kemarin. Mereka masih jet lag dan belum bisa bermain di pertandingan ini,” ujar Tavares.
Ia menambahkan, “Kedua pemain ini belum pernah bermain di Indonesia sebelumnya, bahkan salah satu dari mereka belum pernah bermain di luar Brasil.”
Menurut Tavares, keputusan menahan kedua pemain itu murni demi kepentingan tim dalam jangka panjang. Ia ingin memastikan pemain asing tampil optimal saat sudah benar-benar siap secara fisik dan mental.
Manajemen dan tim pelatih sepakat memberi waktu agar kedua pemain memahami skema permainan Persebaya Surabaya.
Proses membangun chemistry dengan pemain lain juga menjadi fokus utama sebelum mereka diturunkan.
Selain aspek teknis, adaptasi dengan lingkungan Surabaya dinilai tak kalah penting. Tavares menilai kenyamanan hidup sehari-hari berpengaruh besar terhadap performa pemain di lapangan.
Ia menjelaskan perekrutan dua pemain asing itu dilakukan dengan perhitungan matang. Ketersediaan pemain di pasar transfer dan kesesuaian anggaran menjadi faktor utama keputusan klub.
“Mereka datang karena berstatus bebas transfer atau bisa dilepas oleh klub sebelumnya,” ujar Tavares. Ia menegaskan, “Selain itu, ini menyesuaikan dengan anggaran yang kita miliki.”
Tavares juga menyoroti profesionalisme manajemen Persebaya Surabaya dalam pengelolaan klub. Menurutnya, stabilitas finansial menjadi fondasi penting dalam membangun tim kompetitif.
“Persebaya sangat profesional dalam pengelolaan klub, terutama dalam ketepatan membayar gaji,” katanya. Kondisi tersebut membuat pemain bisa fokus sepenuhnya pada performa.
Meski mendatangkan pemain asing, Tavares menegaskan filosofi tim tetap berpihak pada pengembangan pemain lokal. Ia tidak ingin talenta muda terpinggirkan hanya karena kehadiran pemain asing.
Baginya, pemain akademi justru harus mendapat tantangan agar berkembang lebih cepat. Persaingan sehat dinilai sebagai cara paling efektif meningkatkan kualitas individu.
Ia menekankan pentingnya kompetisi internal di setiap posisi. Menurut Tavares, pemain yang merasa aman tanpa pesaing cenderung tidak mengeluarkan kemampuan terbaik.
“Jika seorang pemain merasa tidak punya pesaing sungguhan, dia tidak akan bekerja keras,” kata Tavares. Ia melanjutkan, “Dia mungkin hanya memberikan 60 persen kemampuannya.”
Karena itu, ia menginginkan setiap posisi dihuni dua pemain dengan level setara. Dengan situasi tersebut, pemain terdorong memberikan performa maksimal di setiap sesi latihan dan pertandingan.
Prinsip ini juga diterapkan pada pemain muda akademi yang mulai naik ke tim utama. Mereka tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi disiapkan sebagai pesaing nyata di dalam skuad.
Tavares percaya mental bertarung pemain muda akan terbentuk melalui persaingan langsung dengan senior. Dari situ, karakter kuat dan rasa percaya diri akan tumbuh secara alami.
Ia menyebut Persebaya Surabaya memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pemain besar dari jalur pembinaan. Tradisi itu ingin terus dijaga dan dikembangkan sesuai tuntutan sepak bola modern.
Menurutnya, mengorbitkan wonderkid bukan sekadar memberi debut. Pemain muda harus dibimbing agar konsisten dan siap menghadapi tekanan di level tertinggi.
Pendekatan bertahap menjadi pilihan Tavares dalam mematangkan pemain akademi. Ia tidak ingin membebani mereka dengan ekspektasi berlebihan sejak awal.
Di mata Tavares, keseimbangan antara pemain asing, lokal senior, dan pemain muda menjadi kunci kekuatan Persebaya Surabaya. Komposisi ideal diyakini mampu menjaga performa tim sepanjang musim.
Ia optimistis masa depan Persebaya Surabaya tetap cerah dengan fondasi pemain muda yang kuat. Dukungan manajemen dan suporter menjadi energi tambahan bagi proses tersebut.
Komitmen tak melupakan produk lokal menjadi pesan kuat Tavares untuk seluruh ekosistem klub. Persebaya Surabaya bukan hanya soal hasil instan, tetapi juga tentang investasi jangka panjang.
Dengan filosofi itu, publik Surabaya patut menantikan lahirnya wonderkid baru dari akademi Green Force. Bernardo Tavares memastikan pintu selalu terbuka bagi talenta lokal yang siap bekerja keras.(jpc)


