PROKALTENG.CO-Datang dengan mayoritas skuad muda tidak membuat Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong minder bersaing di ASEAN Mitsubishi Electric Cup (AMEC) 2024 atau Piala AFF 2024. Timnas Indonesia memang tak dengan kekuatan penuh dalam berjuang di Piala AFF 2024, yang dimulai pada Minggu (8/12) hari ini hingga 5 Januari mendatang. Skuad Garuda banyak dihuni pemain muda.
Mayoritas pemain yang dipilih Shin Tae-yong untuk membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2024 adalah mereka yang masih berusia di bawah 22 tahun. Umumnya adalah anak asuhan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-20 untuk Piala Dunia U-20 2023 yang batal.
Mulai dari Cahya Supriadi dan Erlangga Setyo di sektor penjaga gawang. Kemudian di lini belakang ada Achmad Maulana, Kakang Rudianto, Sulthan Zaky, Muhammad Ferarri, Robi Darwis sampai Dony Tri Pamungkas.
Shin Tae-yong juga memanggil nama-nama seperti Arkhan Fikri, Zanadin Fariz, Victor Dethan, Hokky Caraka, Marselino Ferdinan, Rafael Struick, dan Ronaldo Kwateh untuk mengisi lini tengah dan depan Garuda.
Penguatan yang dilakukan Shin Tae-yong hanyalah memanggil dua pemain senior. Yakni Asnawi Mangkualam Bahar (25 tahun) dan Pratama Arhan Alif yang akan berusia 23 tahun pada pertengahan bulan ini.
Langkah Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia bertolak belakang dengan peserta Piala AFF 2024 yang lain. Negara-negara tetangga semuanya cukup serius dengan memanggil pemain berdasarkan kebutuhan kualitas, bukan sebatas peremajaan.
Thailand dan Malaysia misalnya, mereka mengombinasikan pemain muda dan senior. Sementara Vietnam menurunkan kekuatan penuh.
Meski berbeda sendiri, Shin Tae-yong tetap punya target tinggi untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2024. Dia berkeyakinan skuad Garuda sekarang punya kemampuan untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
“Kemungkinan besar, kami punya peluang untuk mencapai final,” ujar Shin Tae-yong dalam keterangan resmi yang dikutip dari Kita Garuda.
Timnas Indonesia sendiri tergabung dalam grup yang cukup berat di Piala AFF 2024. Garuda ada di grup B bersama Vietnam, Myanmar, Laos, dan Filipina.
Skuad Garuda akan memulai perjuangannya dengan melakoni laga tandang kontra Myanmar. Tepatnya pada 9 Desember di Thuwunna Stadium, Yangon.
Shin Tae-yong mengakui bahwa laga pembuka kontra Myanmar tidak akan mudah untuk Timnas Indonesia. Sebab, tuan rumah bisa dibilang menurunkan kekuatan penuh dan banyak pemain senior.
“Karena kita akan melawan pemain timnas senior, jadi pastinya akan berat bagi kita,” terang Shin Tae-yong.
“Tetapi kami akan mempersiapkan tim dengan baik, dengan latihan organisasi yang terstruktur,” jelas Shin Tae-yong menambahkan.
Setelah menghadapi Myanmar, skuad Garuda bakal langsung terbang ke Surakarta untuk memainkan pertandingan kandang pertamanya. Laos menjadi lawan pertama yang akan dihadapi di kandang di Stadion Manahan, Solo, pada 12 Desember mendatang.
Tiga hari kemudian, skuad Garuda akan terbang ke luar negeri lagi. Kali ini Phú Thọ jadi kota yang dituju skuad Garuda untuk menghadapi tim terkuat di grup B, Vietnam di Việt Trì Stadium, Phú Thọ pada 15 Desember.
Adapun pertandingan melawan Filipina, akan dimainkan Timnas Indonesia pada 21 Desember. Pertarungan itu akan kembali dimainkan di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah.
Tiga hari kemudian, skuad Garuda akan terbang ke luar negeri lagi. Kali ini Phú Thọ jadi kota yang dituju skuad Garuda untuk menghadapi tim terkuat di grup B, Vietnam di Việt Trì Stadium, Phú Thọ pada 15 Desember.
Adapun pertandingan melawan Filipina, akan dimainkan Timnas Indonesia pada 21 Desember. Pertarungan itu akan kembali dimainkan di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah. (jpc)