30.9 C
Jakarta
Monday, June 24, 2024
spot_img

Mayoritas Klub Liga 1 dan Liga 2 Meminta Kompetisi Dihentikan

DIREKTUR Operasional
PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno mengatakan, mayoritas klub meminta Liga 1
dan 2 Indonesia musim 2020 agar dihentikan menyusul pandemi COVID-19.

Sudjarno menyebutkan bahwa permintaan tersebut dituangkan
klub dalam balasan atas surat PT LIB bernomor 182/LIB-COR/IV/2020 tanggal 29
April 2020 yang meminta semua tim Liga 1 dan 2 2020 memberikan masukan dan
saran terkait kelanjutan kompetisi.

“Lebih banyak klub yang berharap liga dihentikan saja.
Mereka ingin menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah tentang penerapan
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebagian lagi menyerahkan sepenuhnya
keputusan kepada PSSI,” ujar Sudjarno.

Sebagai pengganti liga, dia melanjutkan, klub-klub
mengusulkan agar diadakan turnamen baru di sisa tahun 2020. Kompetisi tersebut
menjadi kesempatan bagi para pemain untuk kembali merasakan atmosfer
pertandingan sekaligus menjaga kebugaran mereka.

Baca Juga :  Shin Tae-yong Panggil 5 Pemain Persebaya, Terbanyak dari Semua Klub

Bagi klub, itu adalah momen penyegaran setelah berjuang
beberapa bulan di tengah minimnya pemasukan akibat liburnya aktivitas liga.

PT LIB sendiri saat ini masih menyusun masukan-masukan
klub ke dalam surat resmi yang akan diserahkan ke PSSI.

PSSI, kata Sudjarno, yang nanti akan memberikan keputusan
akhir terkait kelanjutan liga, apakah tetap akan bergulir kembali, dihentikan
total atau dihentikan lalu membuat turnamen pengganti.

“Summary” dari saran klub-klub yang dikumpulkan sampai 1
Mei 2020 segera kami kirimkan ke PSSI. Kami akan menjalankan apapun mandat dari
PSSI. Seandainya PSSI memutuskan untuk menggelar turnamen pengganti dengan LIB
sebagai operatornya, kami siap,” tutur Sudjarno.

Hingga saat ini, belum ada kepastian soal kelanjutan Liga
1 dan 2 2020 setelah resmi dihentikan pada Maret 2020.

Baca Juga :  Bungkam Persija, Bali United Kokoh di Puncak Klasemen Liga I

Namun, PSSI memastikan Liga 1 dan 2 musim 2020 akan
dihentikan jika pemerintah Indonesia memperpanjang masa tanggap darurat virus
korona yang saat ini ditetapkan sampai 29 Mei 2020.

DIREKTUR Operasional
PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno mengatakan, mayoritas klub meminta Liga 1
dan 2 Indonesia musim 2020 agar dihentikan menyusul pandemi COVID-19.

Sudjarno menyebutkan bahwa permintaan tersebut dituangkan
klub dalam balasan atas surat PT LIB bernomor 182/LIB-COR/IV/2020 tanggal 29
April 2020 yang meminta semua tim Liga 1 dan 2 2020 memberikan masukan dan
saran terkait kelanjutan kompetisi.

“Lebih banyak klub yang berharap liga dihentikan saja.
Mereka ingin menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah tentang penerapan
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebagian lagi menyerahkan sepenuhnya
keputusan kepada PSSI,” ujar Sudjarno.

Sebagai pengganti liga, dia melanjutkan, klub-klub
mengusulkan agar diadakan turnamen baru di sisa tahun 2020. Kompetisi tersebut
menjadi kesempatan bagi para pemain untuk kembali merasakan atmosfer
pertandingan sekaligus menjaga kebugaran mereka.

Baca Juga :  Shin Tae-yong Panggil 5 Pemain Persebaya, Terbanyak dari Semua Klub

Bagi klub, itu adalah momen penyegaran setelah berjuang
beberapa bulan di tengah minimnya pemasukan akibat liburnya aktivitas liga.

PT LIB sendiri saat ini masih menyusun masukan-masukan
klub ke dalam surat resmi yang akan diserahkan ke PSSI.

PSSI, kata Sudjarno, yang nanti akan memberikan keputusan
akhir terkait kelanjutan liga, apakah tetap akan bergulir kembali, dihentikan
total atau dihentikan lalu membuat turnamen pengganti.

“Summary” dari saran klub-klub yang dikumpulkan sampai 1
Mei 2020 segera kami kirimkan ke PSSI. Kami akan menjalankan apapun mandat dari
PSSI. Seandainya PSSI memutuskan untuk menggelar turnamen pengganti dengan LIB
sebagai operatornya, kami siap,” tutur Sudjarno.

Hingga saat ini, belum ada kepastian soal kelanjutan Liga
1 dan 2 2020 setelah resmi dihentikan pada Maret 2020.

Baca Juga :  Bungkam Persija, Bali United Kokoh di Puncak Klasemen Liga I

Namun, PSSI memastikan Liga 1 dan 2 musim 2020 akan
dihentikan jika pemerintah Indonesia memperpanjang masa tanggap darurat virus
korona yang saat ini ditetapkan sampai 29 Mei 2020.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru