24.7 C
Jakarta
Thursday, March 12, 2026

Jelang Hadapi Borneo FC, Persebaya Surabaya Didenda Rp 65 Juta oleh Komdis PSSI

Persebaya Surabaya mendapat kabar kurang menyenangkan jelang laga penting menghadapi Borneo FC di pekan ke-25 Super League 2025/2026. Tim berjuluk Green Force harus menerima sanksi denda dengan total nilai yang tidak sedikit.

Persebaya Surabaya akan bertandang ke markas Borneo FC pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Stadion Segiri, Samarinda.

Laga ini menjadi krusial karena Persebaya Surabaya sedang berusaha menembus papan atas klasemen Super League musim ini.

Namun sebelum laga tersebut digelar, Persebaya Surabaya justru harus menerima hukuman dari Komite Disiplin PSSI. Sanksi tersebut merupakan hasil sidang Komdis yang digelar pada 17, 18, 19, 20, 25, dan 26 Februari 2026.

Hukuman itu berkaitan dengan pertandingan Persijap Jepara vs Persebaya Surabaya di pekan ke-22. Laga tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Dalam sidang tersebut, Persebaya Surabaya dijatuhi beberapa sanksi sekaligus. Total denda yang harus dibayar mencapai Rp 65 juta.

Denda Pertama

Electronic money exchangers listing

Pelanggaran pertama berkaitan dengan kehadiran suporter Persebaya Surabaya di stadion. Dalam regulasi kompetisi, suporter tim tamu tidak diperkenankan hadir dalam pertandingan tertentu.

Namun pada laga Persijap Jepara melawan Persebaya Surabaya, terdapat suporter Green Force yang tetap datang ke stadion. Akibatnya klub dikenai sanksi denda sebesar Rp 25 juta.

Denda Kedua

Selain itu, Komdis juga mencatat adanya insiden lain yang melibatkan suporter Persebaya Surabaya. Insiden tersebut terjadi di area tribun VIP 2 stadion.

Baca Juga :  Persebaya Surabaya Didenda Komdis PSSI Rp250 Juta, Usai Laga Kontra Arema FC

Dalam laporan pertandingan, disebutkan terjadi aksi saling lempar air kemasan. Insiden itu dilakukan oleh suporter Persebaya Surabaya yang hadir di stadion.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi dalam sidang Komite Disiplin. Komdis akhirnya menjatuhkan hukuman tambahan berupa denda sebesar Rp 30 juta kepada Persebaya Surabaya.

Denda Ketiga

Tidak hanya klub, salah satu pemain Persebaya juga ikut menerima sanksi. Sosok tersebut adalah gelandang sekaligus pemain tim nasional, Rachmat Irianto.

Dalam pertandingan melawan Persijap Jepara, Rachmat Irianto terlibat insiden dengan pemain lawan. Ia melakukan tindakan memukul pemain lawan sehingga mendapat kartu merah langsung dari wasit.

 

Keputusan Komdis menyebutkan Rachmat Irianto mendapat tambahan larangan bermain sebanyak dua pertandingan. Selain itu, ia juga dikenai denda sebesar Rp 10 juta.

Jika ditotal, Persebaya Surabaya harus membayar denda Rp 55 juta akibat dua pelanggaran suporter. Sementara tambahan Rp 10 juta berasal dari sanksi individu terhadap Rachmat Irianto.

Dengan demikian total denda yang berkaitan dengan laga tersebut mencapai Rp 65 juta. Angka tersebut tentu menjadi kerugian finansial bagi klub.

Sanksi terhadap Rachmat Irianto juga memberi dampak langsung terhadap kekuatan tim. Ia dipastikan absen dalam dua pertandingan setelah menerima hukuman tambahan tersebut.

Absennya Rachmat Irianto jelas menjadi pukulan bagi Persebaya Surabaya. Pemain yang biasa bermain sebagai gelandang bertahan itu merupakan salah satu sosok penting di lini tengah Green Force.

Baca Juga :  Resmi Mundur dari Kursi Pelatih Real Madrid

Kondisi ini semakin menambah tantangan bagi Persebaya Surabaya jelang menghadapi Borneo FC. Laga di Samarinda diprediksi berjalan sengit karena kedua tim sama-sama mengincar poin penuh.

Persebaya Surabaya membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang menembus papan atas klasemen. Setiap poin sangat berharga di fase akhir kompetisi.

Di sisi lain, Borneo FC dikenal kuat ketika bermain di Stadion Segiri. Dukungan penuh suporter tuan rumah sering membuat lawan kesulitan mencuri poin.

Situasi tersebut membuat Persebaya Surabaya harus menyiapkan strategi terbaik. Pelatih kemungkinan melakukan beberapa penyesuaian untuk menutup absennya sejumlah pemain.

Selain fokus pada persiapan tim, manajemen juga harus menyelesaikan kewajiban denda dari Komdis PSSI. Hal ini menjadi bagian dari konsekuensi pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan sebelumnya.

Kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen tim. Baik pemain, ofisial, maupun suporter diharapkan dapat menjaga sikap selama pertandingan berlangsung.

Kompetisi Super League 2025/2026 semakin memasuki fase krusial. Setiap insiden di dalam maupun luar lapangan dapat berdampak besar terhadap perjalanan klub.

Bagi Persebaya Surabaya, fokus utama kini adalah bangkit dan meraih hasil maksimal di laga berikutnya. Green Force harus membuktikan tetap mampu bersaing meski diterpa sanksi dan absensi pemain.

Pertandingan melawan Borneo FC pun menjadi ujian mental sekaligus kualitas skuad Persebaya Surabaya. Hasil laga tersebut bisa menentukan arah perjalanan mereka di sisa musim ini.(jpc)

Persebaya Surabaya mendapat kabar kurang menyenangkan jelang laga penting menghadapi Borneo FC di pekan ke-25 Super League 2025/2026. Tim berjuluk Green Force harus menerima sanksi denda dengan total nilai yang tidak sedikit.

Persebaya Surabaya akan bertandang ke markas Borneo FC pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Stadion Segiri, Samarinda.

Laga ini menjadi krusial karena Persebaya Surabaya sedang berusaha menembus papan atas klasemen Super League musim ini.

Electronic money exchangers listing

Namun sebelum laga tersebut digelar, Persebaya Surabaya justru harus menerima hukuman dari Komite Disiplin PSSI. Sanksi tersebut merupakan hasil sidang Komdis yang digelar pada 17, 18, 19, 20, 25, dan 26 Februari 2026.

Hukuman itu berkaitan dengan pertandingan Persijap Jepara vs Persebaya Surabaya di pekan ke-22. Laga tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Dalam sidang tersebut, Persebaya Surabaya dijatuhi beberapa sanksi sekaligus. Total denda yang harus dibayar mencapai Rp 65 juta.

Denda Pertama

Pelanggaran pertama berkaitan dengan kehadiran suporter Persebaya Surabaya di stadion. Dalam regulasi kompetisi, suporter tim tamu tidak diperkenankan hadir dalam pertandingan tertentu.

Namun pada laga Persijap Jepara melawan Persebaya Surabaya, terdapat suporter Green Force yang tetap datang ke stadion. Akibatnya klub dikenai sanksi denda sebesar Rp 25 juta.

Denda Kedua

Selain itu, Komdis juga mencatat adanya insiden lain yang melibatkan suporter Persebaya Surabaya. Insiden tersebut terjadi di area tribun VIP 2 stadion.

Baca Juga :  Persebaya Surabaya Didenda Komdis PSSI Rp250 Juta, Usai Laga Kontra Arema FC

Dalam laporan pertandingan, disebutkan terjadi aksi saling lempar air kemasan. Insiden itu dilakukan oleh suporter Persebaya Surabaya yang hadir di stadion.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi dalam sidang Komite Disiplin. Komdis akhirnya menjatuhkan hukuman tambahan berupa denda sebesar Rp 30 juta kepada Persebaya Surabaya.

Denda Ketiga

Tidak hanya klub, salah satu pemain Persebaya juga ikut menerima sanksi. Sosok tersebut adalah gelandang sekaligus pemain tim nasional, Rachmat Irianto.

Dalam pertandingan melawan Persijap Jepara, Rachmat Irianto terlibat insiden dengan pemain lawan. Ia melakukan tindakan memukul pemain lawan sehingga mendapat kartu merah langsung dari wasit.

 

Keputusan Komdis menyebutkan Rachmat Irianto mendapat tambahan larangan bermain sebanyak dua pertandingan. Selain itu, ia juga dikenai denda sebesar Rp 10 juta.

Jika ditotal, Persebaya Surabaya harus membayar denda Rp 55 juta akibat dua pelanggaran suporter. Sementara tambahan Rp 10 juta berasal dari sanksi individu terhadap Rachmat Irianto.

Dengan demikian total denda yang berkaitan dengan laga tersebut mencapai Rp 65 juta. Angka tersebut tentu menjadi kerugian finansial bagi klub.

Sanksi terhadap Rachmat Irianto juga memberi dampak langsung terhadap kekuatan tim. Ia dipastikan absen dalam dua pertandingan setelah menerima hukuman tambahan tersebut.

Absennya Rachmat Irianto jelas menjadi pukulan bagi Persebaya Surabaya. Pemain yang biasa bermain sebagai gelandang bertahan itu merupakan salah satu sosok penting di lini tengah Green Force.

Baca Juga :  Resmi Mundur dari Kursi Pelatih Real Madrid

Kondisi ini semakin menambah tantangan bagi Persebaya Surabaya jelang menghadapi Borneo FC. Laga di Samarinda diprediksi berjalan sengit karena kedua tim sama-sama mengincar poin penuh.

Persebaya Surabaya membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang menembus papan atas klasemen. Setiap poin sangat berharga di fase akhir kompetisi.

Di sisi lain, Borneo FC dikenal kuat ketika bermain di Stadion Segiri. Dukungan penuh suporter tuan rumah sering membuat lawan kesulitan mencuri poin.

Situasi tersebut membuat Persebaya Surabaya harus menyiapkan strategi terbaik. Pelatih kemungkinan melakukan beberapa penyesuaian untuk menutup absennya sejumlah pemain.

Selain fokus pada persiapan tim, manajemen juga harus menyelesaikan kewajiban denda dari Komdis PSSI. Hal ini menjadi bagian dari konsekuensi pelanggaran yang terjadi dalam pertandingan sebelumnya.

Kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen tim. Baik pemain, ofisial, maupun suporter diharapkan dapat menjaga sikap selama pertandingan berlangsung.

Kompetisi Super League 2025/2026 semakin memasuki fase krusial. Setiap insiden di dalam maupun luar lapangan dapat berdampak besar terhadap perjalanan klub.

Bagi Persebaya Surabaya, fokus utama kini adalah bangkit dan meraih hasil maksimal di laga berikutnya. Green Force harus membuktikan tetap mampu bersaing meski diterpa sanksi dan absensi pemain.

Pertandingan melawan Borneo FC pun menjadi ujian mental sekaligus kualitas skuad Persebaya Surabaya. Hasil laga tersebut bisa menentukan arah perjalanan mereka di sisa musim ini.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru