Semen Padang FC resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Dejan Antonic setelah tim kembali gagal meraih kemenangan di ajang BRI Super League 2025/2026.
Keputusan tersebut diumumkan manajemen Kabau Sirah tak lama setelah hasil imbang tanpa gol melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-24.
Pertandingan yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (4/3) malam, seharusnya menjadi peluang besar bagi Semen Padang untuk mengamankan tiga poin penting. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, laga berakhir dengan skor 0-0.
Padahal, tim tuan rumah sempat mendapat keuntungan setelah PSIM Yogyakarta harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-38.
Gelandang PSIM, Fahreza Sudin, menerima kartu merah langsung dari wasit usai melakukan pelanggaran keras.
Keunggulan jumlah pemain ternyata tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh Semen Padang. Beberapa peluang yang tercipta sepanjang pertandingan gagal dikonversi menjadi gol.
Kekecewaan atas hasil tersebut akhirnya berujung pada keputusan manajemen untuk mengakhiri kebersamaan dengan Dejan Antonic.
Melalui akun Instagram resmi klub pada Kamis (5/3), Semen Padang FC menyampaikan ucapan terima kasih kepada pelatih asal Serbia tersebut.
“Thanks Coach Dejan Antonic. All the best, Coach! Keep doing great things,” tulis Semen Padang dalam unggahan yang juga menampilkan foto sang pelatih dengan tulisan “Terima Kasih Coach Dejan Antonic”.
Manajemen juga menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan internal.
“Kebersamaan tim Kabau Sirah dengan Coach Dejan harus berakhir. Keputusan ini diambil manajemen Semen Padang FC setelah melakukan pertimbangan dan diskusi dengan komisaris serta penasihat tim. Terima kasih Coach Dejan,” tulis pernyataan resmi klub.
Dejan Antonic sendiri sebenarnya tidak menangani Semen Padang sejak awal musim. Ia baru bergabung pada 10 Oktober 2025, menggantikan posisi pelatih sebelumnya, Eduardo Almeida.
Sejak kedatangannya, Dejan diharapkan mampu mengangkat performa tim dan membawa Semen Padang keluar dari tekanan di papan bawah klasemen. Namun hingga pekan ke-24, hasil yang diraih belum sesuai harapan.
Tambahan satu poin dari hasil imbang melawan PSIM membuat Semen Padang masih tertahan di zona degradasi. Dari 24 pertandingan yang sudah dijalani, Kabau Sirah baru mengumpulkan 17 poin dan kini berada di peringkat ke-17 klasemen sementara.
Usai pertandingan, Dejan Antonic sebenarnya mengungkapkan rasa kecewanya terhadap hasil yang diraih timnya.
Menurutnya, Semen Padang memiliki cukup banyak peluang untuk mencetak gol, terutama pada babak pertama. Namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut terbuang sia-sia.
Ia juga sempat mengubah strategi pada babak kedua dengan menambah pemain di lini depan. Meski perubahan itu menghasilkan beberapa peluang tambahan, gol yang dinantikan tetap tidak tercipta hingga pertandingan berakhir.(jpc)


