PROKALTENG.CO-Tim bulu tangkis Indonesia menunjukkan keperkasaannya pada ajang Thailand Master 2026. Pasalnya, pasangan ganda putra Indonesia sukses meraih gelar juar di ajang tersebut.
Gelar Thailand Master 2026 berhasil diraih pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana setelah berhadapan dengan rekan senegaranya, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Bertanding di di Nimibutr Stadium, Patumwan, Thailand, Tiwi/Fadia mengalahkan pasangan ganda putri China di final Bao Li Jing/Li Yi Jing dengan skor 21-10, 21-17.
Dari pertandingan ini, pasangan Leo/Bagas sejak game pertama sudah mendominasi jalannya pertandingan. Keduanya tampil sangat dominan hingga berhasil menutup game pertama dengan skor telat 21-10.
Pada game kedua, Leo/Bagas tetap mempertahankan gaya permainannya sehingga berhasil mengungguli rekan senegaranya dan menutup game dengan skor 21-17.
Gelar Thailand Master 2026 ini tentu saja sangat istimewa bagi pasangan ganda putra Indonesia ini. Pasalnya, gelar tersebut berhasil diraih setelah sekian lama tidak merasakan podium. Terakhir kali meraih gelar juara pada Korea Open 2024.
Spontan Membanting Raket
Usai laga ini, Leo Rolly Carnando mengaku sangat bahagia bisa menjuarai Thailand Master Super 300 2026. Apalagi menurutnya dia sudah lama tidak masuk partai final.
“Alhamdulillah bisa juara di Thailand Masters super 300 kali ini. Kami sudah lama tidak masuk final, kami juga belum bisa juara lagi setelah Korea Open 2024, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelatih yang sudah support dan membantu kami berdua,” jelas Leo.
Bahkan saking girangnya berhasil menjuarai ajang tersebut, Leo sampai melakukan selebrasi yang terkesan berlebihan. Begitu menutup game, dia spontan membanting raketnya untuk meluapkan kegembiraannya.
“Saya juga mau meminta maaf karena selebrasi saya tadi membanting raket, karena udah lama gak juara dan saya spontan banting raket,” tandasnya.
Dia lantas mengungkap persiapan yang dilakukan sebelum melawan Raymond/Joaquin. Salah satunya dia tidak ingin adu kecepatan dalam pertandingan tersebut. Apalagi dari sisi usia, lawannya tersebut lebih muda darinya.
“Yang kami persiapkan sebelum melawan Raymond/Joaquin, pokoknya jangan lengah dan jangan mau mengadu dengan kecepatan mereka, karena mereka lebih muda jadi tidak bisa dipungkiri mereka pasti lebih cepat,” ungkapnya.
Banyak Dimotivasi Orang Tua
Adapun Bagas Maulana menyebut dukungan dari kedua orang tua menjadi salah satu motivasi penting dalam pertandingan ini. Dia mengaku, gelar Thailand Master 2026 sebagai kebangkitan setelah cukup lama tidak merasakan podium.
“Motivasi untuk pertandingan ini banyak dari orang tua, diri sendiri dan partner, karena kami sudah lama vakum podium dan kami mau bangkit lagi, ternyata ini rasanya kebangkitan, tetapi jangan cepat puas karena masih ada pertandingan-pertandingan lainnya,” jelasnya.
Karena itu, dia menegaskan, gelar Thailand Master 2026 ini untuk para pencinta bulu tangkis tanah air. “Gelar ini kami persembahkan untuk semua orang, terutama buat kami berdua,” kuncinya. (fjr)


