27.2 C
Jakarta
Saturday, January 31, 2026

PSI Jadi Magnet Tokoh-tokoh Andalan di Daerah, Jokowi Ingatkan Pesan Ini

PROKALTENG.CO-Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) alias bapak J memberikan wejangan politik di hadapan ribuan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Claro Makassar, Sabtu (31/1/2026).

Dalam arahannya, Jokowi menyebut PSI kini telah bertransformasi menjadi partai yang semakin terbuka dan inklusif. Ia bahkan menyebut PSI sebagai partai super Tbk.

“PSI sekarang ini telah menjadi partai super Tbk. PSI sekarang semakin terbuka, semakin inklusif,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan kader.

Dikatakan Presiden dua periode ini, keterbukaan PSI akan mendorong semakin banyak tokoh untuk bergabung, baik dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten, hingga kota.

Ayah dari Ketum PSI, Kaesang Pangarep ini meyakini jumlah kader akan terus bertambah ke depan.

“Yang akan bergabung baik tokoh nasional, provinsi, kabupaten dan kota akan lebih banyak lagi,” tegasnya.

Namun, Jokowi mengingatkan bahwa bertambahnya anggota juga berarti meningkatnya keragaman di internal partai.

Electronic money exchangers listing

Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memunculkan lebih banyak perbedaan.

“Semakin banyak yang bergabung, artinya kita akan semakin beragam. Artinya lagi akan semakin banyak perbedaan,” ucap Jokowi.

Ia menegaskan perbedaan tersebut bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari selera, keinginan, hingga kepentingan.

Karena itu, Jokowi mengingatkan seluruh kader PSI untuk berhati-hati dan mampu mengelola perbedaan dengan baik.

“Oleh sebab itu, butuh toleransi. Kita butuh satu visi, menjaga kerukunan, kesolidan, persatuan di antara kita,” imbuhnya.

Baca Juga :  Hadiri Pendidikan Politik Golkar Kalteng, Mukhtaruddin: Ini Bentuk Keseriusan Partai Hadapi Pemilu

Selain soal soliditas internal, Jokowi juga menekankan pentingnya penguatan jaringan partai. Baginya, ada dua jenis jaringan yang harus menjadi perhatian utama PSI.

“Yang pertama jaringan sosial media, dengan warganet, netizen. Kedua, memperkuat jaringan luring, offline,” jelas Jokowi.

Ia menekankan penguatan jaringan offline harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat kota hingga desa. Jokowi bahkan menegaskan struktur partai harus benar-benar hidup sampai ke tingkat paling bawah.

“Dari kota sampai ke desa, semua harus kita perkuat. Perkuat bangun struktur sampai ke kecamatan, desa, RT/RW,” kuncinya.

Berlabuhnya mantan Politisi Nasdem Rusdi Masse (RMS) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi bab baru bagi dinamika politik di Sulawesi Selatan. Bagaimana tidak, selama 9 tahun lebih, RMS telah bekerja ekstra membesarkan NasDem hingga menjadi raja di Sulsel.

RMS resmi bergabung dengan PSI bertepatan pada momen Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 29 Januari 2026.

“Tujuannya adalah untuk membantu mas Kaesang. Bagaimana supaya PSI jauh lebih bagus,” ujar RMS.

RMS menegaskan bahwa perjalanan untuk meraih kesuksesan di Sulsel masih panjang dan memungkinkan untuk diwujudkan mengingat jejak rekamnya yang telah membuktikan itu.

“Tentu kan mau kursi, dengan cara memperoleh itu kan tentu bagaimana bekerja, berjuang untuk keinginan masyarakat. Sehingga di saat ada kontestasi masyarakat menentukan pilihannya,” ungkap mantan Bupati Sidrap dua periode itu.

Baca Juga :  Jokowi Unggah InstaStory Santai Kulineran Bareng Iriana Hari Ini

Menanggapi tantangan membangun kembali kekuatan politik di Sulsel dari nol bersama PSI, RMS mengaku tidak gentar.

Dikatakan mantan Ketua DPW NasDem Sulsel ini, pengalaman panjang yang telah dilalui menjadi bekal utama.

“Kan saya sudah dapat ininya, saya sudah pernah lewati, saya sudah pernah jalani, saya sudah pernah jalani,” ujar RMS di hotel Claro Makassar, Kamis (29/1/2026).

Ia menyebut, langkah ke depan tinggal mengimplementasikan pengalaman tersebut, sembari melakukan evaluasi dan perbaikan.

“Jadi, tinggal mengimplementasi, mengoreksi yang kurang, yang baik-baik, yang bagus sudah kita tingkatkan. Dan memang risikonya memang dari nol, tapi jangan salah,” lanjutnya.

Fondasi PSI Sudah Kuat

RMS mengatakan bahwa fondasi PSI, khususnya di Sulsel, sudah cukup kuat. Bahkan, struktur kepengurusan disebut telah rampung.

“Kemarin saya lihat apa namanya, strukturnya sudah se-Indonesia. Kalau kita bicara Sulsel, ini sudah 100 persen,” ungkapnya.

Kata RMS, kekuatan partai sangat ditentukan oleh struktur organisasi. Ia pun mengapresiasi kerja Ketua DPW PSI Sulsel yang mampu menuntaskan konsolidasi.

“Dan kalau di partai, kuncinya ada di struktur,” tegasnya.

Perasaan Setelah Hijrah ke PSI

Saat ditanya soal perasaannya meninggalkan NasDem, RMS menyatakan bahwa perjuangannya di partai besutan Surya Paloh tersebut telah ia tuntaskan.

“NasDem, perjuangan saya sudah selesai karena sudah membuktikan kepada Pak Surya Paloh semenjak saya dilantik bahwa saya akan mengibarkan di Sulsel,” sebutnya. (fjr)

PROKALTENG.CO-Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) alias bapak J memberikan wejangan politik di hadapan ribuan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Claro Makassar, Sabtu (31/1/2026).

Dalam arahannya, Jokowi menyebut PSI kini telah bertransformasi menjadi partai yang semakin terbuka dan inklusif. Ia bahkan menyebut PSI sebagai partai super Tbk.

“PSI sekarang ini telah menjadi partai super Tbk. PSI sekarang semakin terbuka, semakin inklusif,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan kader.

Electronic money exchangers listing

Dikatakan Presiden dua periode ini, keterbukaan PSI akan mendorong semakin banyak tokoh untuk bergabung, baik dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten, hingga kota.

Ayah dari Ketum PSI, Kaesang Pangarep ini meyakini jumlah kader akan terus bertambah ke depan.

“Yang akan bergabung baik tokoh nasional, provinsi, kabupaten dan kota akan lebih banyak lagi,” tegasnya.

Namun, Jokowi mengingatkan bahwa bertambahnya anggota juga berarti meningkatnya keragaman di internal partai.

Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memunculkan lebih banyak perbedaan.

“Semakin banyak yang bergabung, artinya kita akan semakin beragam. Artinya lagi akan semakin banyak perbedaan,” ucap Jokowi.

Ia menegaskan perbedaan tersebut bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari selera, keinginan, hingga kepentingan.

Karena itu, Jokowi mengingatkan seluruh kader PSI untuk berhati-hati dan mampu mengelola perbedaan dengan baik.

“Oleh sebab itu, butuh toleransi. Kita butuh satu visi, menjaga kerukunan, kesolidan, persatuan di antara kita,” imbuhnya.

Baca Juga :  Hadiri Pendidikan Politik Golkar Kalteng, Mukhtaruddin: Ini Bentuk Keseriusan Partai Hadapi Pemilu

Selain soal soliditas internal, Jokowi juga menekankan pentingnya penguatan jaringan partai. Baginya, ada dua jenis jaringan yang harus menjadi perhatian utama PSI.

“Yang pertama jaringan sosial media, dengan warganet, netizen. Kedua, memperkuat jaringan luring, offline,” jelas Jokowi.

Ia menekankan penguatan jaringan offline harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tingkat kota hingga desa. Jokowi bahkan menegaskan struktur partai harus benar-benar hidup sampai ke tingkat paling bawah.

“Dari kota sampai ke desa, semua harus kita perkuat. Perkuat bangun struktur sampai ke kecamatan, desa, RT/RW,” kuncinya.

Berlabuhnya mantan Politisi Nasdem Rusdi Masse (RMS) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi bab baru bagi dinamika politik di Sulawesi Selatan. Bagaimana tidak, selama 9 tahun lebih, RMS telah bekerja ekstra membesarkan NasDem hingga menjadi raja di Sulsel.

RMS resmi bergabung dengan PSI bertepatan pada momen Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 29 Januari 2026.

“Tujuannya adalah untuk membantu mas Kaesang. Bagaimana supaya PSI jauh lebih bagus,” ujar RMS.

RMS menegaskan bahwa perjalanan untuk meraih kesuksesan di Sulsel masih panjang dan memungkinkan untuk diwujudkan mengingat jejak rekamnya yang telah membuktikan itu.

“Tentu kan mau kursi, dengan cara memperoleh itu kan tentu bagaimana bekerja, berjuang untuk keinginan masyarakat. Sehingga di saat ada kontestasi masyarakat menentukan pilihannya,” ungkap mantan Bupati Sidrap dua periode itu.

Baca Juga :  Jokowi Unggah InstaStory Santai Kulineran Bareng Iriana Hari Ini

Menanggapi tantangan membangun kembali kekuatan politik di Sulsel dari nol bersama PSI, RMS mengaku tidak gentar.

Dikatakan mantan Ketua DPW NasDem Sulsel ini, pengalaman panjang yang telah dilalui menjadi bekal utama.

“Kan saya sudah dapat ininya, saya sudah pernah lewati, saya sudah pernah jalani, saya sudah pernah jalani,” ujar RMS di hotel Claro Makassar, Kamis (29/1/2026).

Ia menyebut, langkah ke depan tinggal mengimplementasikan pengalaman tersebut, sembari melakukan evaluasi dan perbaikan.

“Jadi, tinggal mengimplementasi, mengoreksi yang kurang, yang baik-baik, yang bagus sudah kita tingkatkan. Dan memang risikonya memang dari nol, tapi jangan salah,” lanjutnya.

Fondasi PSI Sudah Kuat

RMS mengatakan bahwa fondasi PSI, khususnya di Sulsel, sudah cukup kuat. Bahkan, struktur kepengurusan disebut telah rampung.

“Kemarin saya lihat apa namanya, strukturnya sudah se-Indonesia. Kalau kita bicara Sulsel, ini sudah 100 persen,” ungkapnya.

Kata RMS, kekuatan partai sangat ditentukan oleh struktur organisasi. Ia pun mengapresiasi kerja Ketua DPW PSI Sulsel yang mampu menuntaskan konsolidasi.

“Dan kalau di partai, kuncinya ada di struktur,” tegasnya.

Perasaan Setelah Hijrah ke PSI

Saat ditanya soal perasaannya meninggalkan NasDem, RMS menyatakan bahwa perjuangannya di partai besutan Surya Paloh tersebut telah ia tuntaskan.

“NasDem, perjuangan saya sudah selesai karena sudah membuktikan kepada Pak Surya Paloh semenjak saya dilantik bahwa saya akan mengibarkan di Sulsel,” sebutnya. (fjr)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/