alexametrics
25.3 C
Palangkaraya
Tuesday, August 9, 2022

Selama Masa Pandemi Elektabilitas Parpol Lama Anjlok

PROKALTENG.CO-Pandemi covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan kesehatan, tapi juga menyasar sektor politik. Dari hasil survei Suara Milenial Institute didapatkan fakta bahwa elektabilitas parpol lama anjlok.

Direktur eksekutif Suara Milenial Institute Muhammad Aderman mengatakan, parpol dan tokoh parpol yang hadir di Pemilu 2019 tidak mampu menjaga elektabilitasnya ketika pandemi melanda tanah air.

Penurunan itu juga terjadi pada partai besar dan partai kecil. Sebagai contoh PDIP dan Gerindra. Meski menempati urutan pertama dan kedua pada Pemilu 2019 tapi elektabilitasnya turun. “PDIP suaranya menurun menjadi 17,5 persen. Partai Gerindra 10,5 persen,” ujar Muhammad Aderman kepada wartawan, Jumat (30/7).

Penurunan suara itu berdasar pada pertanyaan yang sampaikan Suara Milenial Institute kepada responden, yaitu “Jika pemilu digelar sekarang, partai mana yang dipilih?”

Baca Juga :  Kawal Pemerintahan Jokowi sampai Target Kemenangan Pilkada 2020

Menurut Muhammad Aderman, menurunnya, tingkat elektabilitas partai-partai lama di masa pandemi ini, karena publik merasa belum melihat sumbangsih dan kepedulian partai-partai dalam meringankan beban masyarakat selama pandemi. “Publik belum melihat sejauh mana sumbangsih mereka (parpol) dalam meringankan beban masyarakat,” katanya.

Adapun survei dari Suara Milenial Institute ini dilakukan pada 15-22 Juli 2021. Survei itu mengambil sampel menggunakan metode random sampling melalui melalui telepon dengan total responden sebanyak 1.000 reponden. Tingkat toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 3,01 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.

Selain penurunan suara parpol tidak semata terhadap parpol tapi terdahap tokoh parpol yang ikut mewarnai Pemilu 2019. Sehingga, ketika tokoh itu mendirikan parpol saat ini hal itu berimbas pada elektabilitas yang mereka pimpin. Muhammad Aderman menyebut kondisi yang terjadi pada Partai Gelora Indonesia dan Ummat. Di kedua parpol itu terdapat tokoh besar. Yakni, Amien Rais, Fahri Hamzah, Anis Mata, dan tokoh lainnnya.

Baca Juga :  Jadi Wamen Termuda, Anak Hary Tanoe Beberkan Modal yang Dimilikinya

Adapun parpol lainnya yang mendapat suara di bawah dua persen dalam survei Suara Milenial Institute, sebagai berikut:

PPP (1,7 persen)

PAN (1,7 persen)

Partai Gelora (1,5 persen)

Partai Ummat (0,8 persen)

Partai Berkarya 0,5 persen)

Partai Masyumi Reborn 0,4 persen)

Partai Hanura (0,4 persen)

Partai Bulan Bintang (0,3 persen)

Partai Garuda (0,2 persen)

PKPI (0,1 persen)

PROKALTENG.CO-Pandemi covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan kesehatan, tapi juga menyasar sektor politik. Dari hasil survei Suara Milenial Institute didapatkan fakta bahwa elektabilitas parpol lama anjlok.

Direktur eksekutif Suara Milenial Institute Muhammad Aderman mengatakan, parpol dan tokoh parpol yang hadir di Pemilu 2019 tidak mampu menjaga elektabilitasnya ketika pandemi melanda tanah air.

Penurunan itu juga terjadi pada partai besar dan partai kecil. Sebagai contoh PDIP dan Gerindra. Meski menempati urutan pertama dan kedua pada Pemilu 2019 tapi elektabilitasnya turun. “PDIP suaranya menurun menjadi 17,5 persen. Partai Gerindra 10,5 persen,” ujar Muhammad Aderman kepada wartawan, Jumat (30/7).

Penurunan suara itu berdasar pada pertanyaan yang sampaikan Suara Milenial Institute kepada responden, yaitu “Jika pemilu digelar sekarang, partai mana yang dipilih?”

Baca Juga :  Kawal Pemerintahan Jokowi sampai Target Kemenangan Pilkada 2020

Menurut Muhammad Aderman, menurunnya, tingkat elektabilitas partai-partai lama di masa pandemi ini, karena publik merasa belum melihat sumbangsih dan kepedulian partai-partai dalam meringankan beban masyarakat selama pandemi. “Publik belum melihat sejauh mana sumbangsih mereka (parpol) dalam meringankan beban masyarakat,” katanya.

Adapun survei dari Suara Milenial Institute ini dilakukan pada 15-22 Juli 2021. Survei itu mengambil sampel menggunakan metode random sampling melalui melalui telepon dengan total responden sebanyak 1.000 reponden. Tingkat toleransi kesalahan (margin of error) sebesar 3,01 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.

Selain penurunan suara parpol tidak semata terhadap parpol tapi terdahap tokoh parpol yang ikut mewarnai Pemilu 2019. Sehingga, ketika tokoh itu mendirikan parpol saat ini hal itu berimbas pada elektabilitas yang mereka pimpin. Muhammad Aderman menyebut kondisi yang terjadi pada Partai Gelora Indonesia dan Ummat. Di kedua parpol itu terdapat tokoh besar. Yakni, Amien Rais, Fahri Hamzah, Anis Mata, dan tokoh lainnnya.

Baca Juga :  Tren Ketum Petahana Terpilih Kembali Menguat, PAN Bisa Pecah?

Adapun parpol lainnya yang mendapat suara di bawah dua persen dalam survei Suara Milenial Institute, sebagai berikut:

PPP (1,7 persen)

PAN (1,7 persen)

Partai Gelora (1,5 persen)

Partai Ummat (0,8 persen)

Partai Berkarya 0,5 persen)

Partai Masyumi Reborn 0,4 persen)

Partai Hanura (0,4 persen)

Partai Bulan Bintang (0,3 persen)

Partai Garuda (0,2 persen)

PKPI (0,1 persen)

Most Read

Artikel Terbaru

/