29.5 C
Jakarta
Saturday, November 29, 2025

Fairid Naparin Pilih Tak Maju Ketua, Siap Jadi Sekretaris Golkar Kalteng

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ketua DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) adalah hal wajar dalam tubuh partai politik.

Meski sempat mendapatkan dukungan dari sejumlah DPD, Fairid memutuskan tidak mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kalteng.

Fairid menuturkan, keputusannya itu diambil setelah menerima arahan dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Ia menekankan bahwa menjaga nama baik, kebesaran, dan kesolidan Partai Golkar menjadi prioritas utama.

“Setelah ada dinamika politik, itu sudah biasa. Tapi karena ada arahan dari Ketua Umum, dan untuk menjaga nama baik serta kesolidan Partai Golkar, maka saya memang tidak mendaftarkan diri menjadi ketua,” jelas Fairid kepada awak media usai menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kalteng di Ballroom Swissbell Hotel Danum, Sabtu (27/11).

Baca Juga :  Musda Golkar Kalteng Makin Sengit, Gubernur Fasilitasi Edy dan Fairid Bersalaman

Ia menambahkan, meski tidak maju sebagai ketua, dirinya siap mengemban amanah lain dalam struktur partai.

“Insya Allah saya akan menjadi sekretaris. Kalau diberikan mandat, kemungkinan besar saya menjadi sekretaris,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Menurut Wali Kota Palangka Raya dua periode ini, Partai Golkar adalah partai yang matang dan dewasa.

Berbagai dinamika internal dianggapnya sebagai proses yang normal, namun pada akhirnya semua kembali pada semangat kebersamaan.

“Golkar itu partai dewasa. Dinamika internal itu biasa, tapi akhirnya tetap guyub. Jadi saya tidak mendaftar kemarin,” katanya.

Fairid juga menegaskan bahwa sebagai kader, ia harus patuh terhadap keputusan partai, meskipun secara pribadi mungkin memiliki pandangan lain.

“Sebagai kader, apapun keputusan partai, kita ikuti. Suka tidak suka harus dijalani,” tegasnya.

Baca Juga :  Prabowo-Gibran Anggap Investasi Terbaik adalah Anak-anak

Ia memastikan bahwa keputusannya diambil dengan penuh keikhlasan demi menjaga kehormatan dan martabat Partai Golkar.

“Sekali lagi, saya tetap ikhlas mengikuti keputusan ini demi menjaga nama baik dan kebesaran Partai Golkar,” pungkas Fairid.(hfz)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ketua DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) adalah hal wajar dalam tubuh partai politik.

Meski sempat mendapatkan dukungan dari sejumlah DPD, Fairid memutuskan tidak mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kalteng.

Fairid menuturkan, keputusannya itu diambil setelah menerima arahan dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

Electronic money exchangers listing

Ia menekankan bahwa menjaga nama baik, kebesaran, dan kesolidan Partai Golkar menjadi prioritas utama.

“Setelah ada dinamika politik, itu sudah biasa. Tapi karena ada arahan dari Ketua Umum, dan untuk menjaga nama baik serta kesolidan Partai Golkar, maka saya memang tidak mendaftarkan diri menjadi ketua,” jelas Fairid kepada awak media usai menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kalteng di Ballroom Swissbell Hotel Danum, Sabtu (27/11).

Baca Juga :  Musda Golkar Kalteng Makin Sengit, Gubernur Fasilitasi Edy dan Fairid Bersalaman

Ia menambahkan, meski tidak maju sebagai ketua, dirinya siap mengemban amanah lain dalam struktur partai.

“Insya Allah saya akan menjadi sekretaris. Kalau diberikan mandat, kemungkinan besar saya menjadi sekretaris,” ujarnya.

Menurut Wali Kota Palangka Raya dua periode ini, Partai Golkar adalah partai yang matang dan dewasa.

Berbagai dinamika internal dianggapnya sebagai proses yang normal, namun pada akhirnya semua kembali pada semangat kebersamaan.

“Golkar itu partai dewasa. Dinamika internal itu biasa, tapi akhirnya tetap guyub. Jadi saya tidak mendaftar kemarin,” katanya.

Fairid juga menegaskan bahwa sebagai kader, ia harus patuh terhadap keputusan partai, meskipun secara pribadi mungkin memiliki pandangan lain.

“Sebagai kader, apapun keputusan partai, kita ikuti. Suka tidak suka harus dijalani,” tegasnya.

Baca Juga :  Prabowo-Gibran Anggap Investasi Terbaik adalah Anak-anak

Ia memastikan bahwa keputusannya diambil dengan penuh keikhlasan demi menjaga kehormatan dan martabat Partai Golkar.

“Sekali lagi, saya tetap ikhlas mengikuti keputusan ini demi menjaga nama baik dan kebesaran Partai Golkar,” pungkas Fairid.(hfz)

Terpopuler

Artikel Terbaru