DPR
telah memasuki masa reses sampai dengan Agustus mendatang. Namun, kinerja masih
dirasa sangat kurang dan menjadi sorotan publik. Pasalnya, dari 55 Rancangan
Undang-undang (RUU) di 2019 ini baru tiga yang disahkan menjadi Undang-Undang
(UU). Di sisa dua bulan jabatannya ini, sangat tidak mungkin DPR bisa
merampungkan 52 RUU Prolegnas sisa.
Tiga UU tersebut adalah UU Pengesahan Perjanjian antara Republik
Indonesia dan Republik Islam Iran tentang Bantuan Timbal Balik dalam Masalah
Pidana. Kedua UU Perjanjian antara Republik Indonesia dan Republik Islam Iran
tentang Ekstradisi. Ketiga UU tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengucapkan
terima kasih. Walaupun hanya mengahasilkan tiga UU. Menurut Bambang para
anggota dewan sudah bekerja dengan keras untuk menyelesaikannya. “Walaupun masa
bakti DPR RI periode 2014-2019 akan berakhir pada 31 September 2019, namun
ikhtiar membuat DPR RI lebih baik tidak akan berhenti,†ujar pria yang akrab
disapa Bamsoet ini, Sabtu (27/7).
Bamsoet mengatakan selain mengesahkan tiga UU tersebut, sudah
banyak yang dilakukan oleh DPR. Misalnya seperti, melakukan kerja sama dengan
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yaitu melalui pembekalan tersebut kita
berharap wajah DPR RI 2019-2024 akan meningkat lebih baik dari periode
sebelumnya. Kemudian, di 2018 lalu dirinya juga sudah membuat aplikasi DPR NOW.
Hal itu sebagai bentuk transparansi kinerja, mendekatkan DPR RI dengan rakyat,
serta sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.
“Hingga 24 Juli 2019, pengguna DPR NOW mencapai 10.298.
Masyarakat juga sangat aktif menyampaikan aspirasi. Sejak diresmikan pada 29
Agustus 2018 hingga 24 Juli 2019 sudah ada 385 aduan yang disampaikan
masyarakat. Komisi X paling banyak menerima aduan, mencapai 91 aduan,†katanya.
Selanjutnya di bidang pengawasan, DPR telah menyetujui untuk
memberikan pertimbangan kepada Presiden Joko Widodo terpidana UU Informasi dan
Transaksi Elektronik (ITE) Baiq Nuril dapat diberikan amnesti. Disamping itu.
Lalu, DPR melalui Panja Limbah dan Lingkungan Komisi VII telah
melakukan pengawasan terhadap temuan adanya limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
(B3) di lingkungan pabrik mie instan milik PT. Indofood Tbk di Medan, Sumatera
Utara. “Panja ini meminta kepada Pemerintah untuk melakukan proses hukum
terhadap temuan tersebut,†tuturnya.
Sehingga menurut Bamsoet banyak juga yang telah dilakukan
anggota dewan di 2018 dan 2019 ini. Dia berharap ke depannya DPR semakin baik.
Prestasi DPR Masih Buruk
Sementara itu, Peneliti Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia
(Formappi), Lucius Karus mengatakan prestasi DPR masih buruk. Karena masih di
bawah sepuluh UU yang diselesaikannya. Sehingga ia sudah tidak aneh lagi.
“Masih buruk ya, karena ini tinggal satu masa sidang lagi. Ini belum menunjukan
perubahan dari tahun ke tahun. Masih di bawah 10 UU. Karena prestasi tertinggi
mereka mengesahkan 10 UU‎ di tahun 2016,†tegas Lucius.
Lucius mengatakan minimnya UU yang disahkan karena para anggota
dewan tidak memiliki komitmen tinggi. Mereka hanya bekerja dan bolos.
Terpenting adalah statusnya menjadi anggota dewan. Padahal kerja legislasi ini
sangat penting. “Komitmen yang paling rendah. Karena komitmen hampir tidak ada
baik dari anggota DPR maupun partai-partai politik untuk mengaggap serius
legislasi ini,†ungkapnya.
DPR di akhir periode ini juga tidak menunjukan perbaikan. Karena
ia melihat di sisa masa jabatannya bukan makin rajin. Tapi kebalikannya,
semakin bertambah malas. Sehingga itu salah satu minimnya prestasi. “Karena
kalau sudah beberapa Paripurna itu selalu sepi, ini dik 2019 ini juga mengukur
tingkat kemalasan mereka. Jadi sudah tidak fokus lagi,†katanya.
Di 2019 ini, masyarakat juga tidak mengawasi kinerja para
anggota dewan. Hal itu karena berbarengan dengan hajatan Pilpres 2019. Sehingga
ke depan dia berharap masyarakat bisa mengontrol kinerja anggota dewan.
Sampaikan kritik yang keras apabila mereka kinerjanya masih jauh dari harapan.
‎â€Masyarakat lupa melakukan kontrol. Jadi DPR menikmati masyarakat yang tidak
ada yang tertuju kepadanya itu. Sehingga tidak ada yang mengontrolnya,â€
pungkasnya.(jpg)