PROKALTENG.CO-Peta kekuatan politik nasional menuju Pemilu 2029 kembali mengalami pergeseran. Hasil survei terbaru lembaga Poltracking Indonesia mencatat kejutan dengan melonjaknya elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berhasil melampaui partai senior, Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Dalam simulasi surat suara terhadap 18 partai politik, PSI meraih elektabilitas sebesar 2,3 persen, unggul tipis atas PPP yang mengantongi 1,9 persen.
Survei ini digelar pada 14–20 Agustus 2026 dan dirilis resmi pada Rabu (23/9/2026).
Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, menjelaskan bahwa pengukuran dilakukan melalui simulasi bilik suara untuk merekam peta elektoral riil jika pemilu dilaksanakan saat survei berlangsung.
Keberhasilan PSI yang berdiri pada 2014 mengungguli PPP yang telah berkiprah sejak 1973 menjadi penanda dinamisnya persaingan antara partai era reformasi dan partai senior.
Pergerakan angka ini sejalan dengan manuver politik PSI. Ketua Dewan Pembina PSI, Joko Widodo, sebelumnya menegaskan bahwa target partai besutan anak muda tersebut tidak hanya sekadar lolos ke Senayan pada Pemilu 2029 mendatang.
“Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang pingin kita capai,” kata Jokowi saat menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Kupang, 31 Juli 2026 lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menekankan krusialnya konsolidasi organisasi hingga ke akar rumput demi memperkuat basis massa di seluruh daerah.
Sementara itu, di papan atas persaingan, Partai Gerindra masih kokoh memimpin peta elektabilitas dengan angka 23,2 persen, disusul PDI Perjuangan di posisi kedua dengan 11,6 persen, dan Partai Golkar sebesar 10,4 persen.
Posisi berikutnya diisi oleh PKB (6,2 persen), Partai Demokrat (6,1 persen), NasDem (4,4 persen), PAN (3,4 persen), serta PKS (3,3 persen).
Adapun partai-partai lainnya masih tertahan di bawah kisaran 1 persen, sementara kelompok pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) mencatatkan angka cukup tinggi, yakni 25,3 persen.
Survei Poltracking Indonesia ini melibatkan 1.220 responden dari 38 provinsi yang diwawancarai secara tatap muka menggunakan metode stratified multistage random sampling.
Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar ±2,9 persen.
Besarnya persentase pemilih yang belum menentukan pilihan menjadi ruang terbuka bagi seluruh partai politik untuk menggaet suara jelang 2029.(fjr/jpg)


