PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Kontestasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2024 menghadirkan empat pasangan calon (paslon) dengan beragam latar belakang.
Keempat paslon pun telah mengikuti tiga kali debat publik yang diselenggarakan KPU provinsi. Lantas, dari keempat paslon konstestan pilkada, mana yang akan memperoleh suara terbanyak pada hari H pencoblosan, 27 November mendatang. Tentu saja masing-masing paslon telah melakukan survei menggunakan jasa lembaga survei.
Masing-masing paslon boleh mengklaim berdasarkan hasil surveinya. Pengamat politik dari Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya, Hakim Syah, mengatakan survei hanyalah sebatas prediksi dan tidak bisa dijadikan referensi mutlak untuk menentukan pemenang kontestasi electoral.
“Saya melihat perolehan suara tidak akan berselisih jauh. Artinya, perolehan suara akan sangat ketat bagi keempat paslon. Kemungkinan besar hanya akan ada satu pasangan calon yang memperoleh suara lebih dari 25 persen,” kata Hakim saat diwawancara Kalteng Pos (grup prokalteng.co), Jumat (22/11).
Menurutnya, jika selisih perolehan suara antara paslon peraih suara terbanyak dan paslon yang memperoleh suara terbanyak kedua tidak terlalu signifikan, tentu ada kemungkinan paslon yang memperoleh suara terbanyak kedua akan mengajukan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK), dengan catatan proses pemungutan dan penghitungan suara terindikasi terjadi kecurangan.
Kalaupun misal ada proses sengketa pemilu di MK, kemungkinan besar tidak akan memengaruhi paslon pemenang kontestasi elektoral pilkada di Provinsi Kalteng tahun ini.
“Sebagai warga Kalteng, kita berharap proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur berjalan lancar, transparan, dan akuntabel. Siapa pun dari keempat paslon yang memenangi konstestasi elektoral, diharapkan dapat mewujudkan kemajuan, kesejahteraan, kesetaraan, dan keadilan bagi daerah kita tercinta, Bumi Tambun Bungai,” tutur Hakim.
Paslon nomor urut 1, Willy Midel Yoseph dan Habib Ismail, terus menunjukkan tren positif. Elektabilitas pasangan ini dilaporkan meningkat signifikan di sejumlah wilayah strategis, seperti Sampit, Kapuas, dan Palangka Raya.
Menurut Syahrudin Durasit, humas tim pemenangan Willy-Habib, strategi kampanye dengan pendekatan langsung ke masyarakat menjadi kunci keberhasilan paslon ini. “Hasil survei internal menunjukkan elektabilitas pasangan Willy-Habib terus naik signifikan. Pekan ini, bahkan unggul dari pasangan calon lain,” kata Syahrudin, Jumat (22/11).
Ia menambahkan, pendekatan personal hingga ke pelosok daerah membuahkan hasil nyata, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pasangan yang memiliki taglina Tuh Iye. Tim pemenangan juga optimistis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut hingga hari pencoblosan.
Sementara itu, Willy M Yoseph menyatakan keyakinannya untuk menutup kontestasi pilkada dengan kemenangan telak. Dirinya bersama Habib Ismail bin Yahya mengusung visi HARMONIS (Harati, Amanah, Religius, Maju, Optimis, Nasionalis, Indah, dan Sejahtera) sebagai dasar perubahan bagi Kalteng.
“Kami hadir untuk seluruh rakyat Kalteng. Dengan semangat Merah Putih, Bhinneka Tunggal Ika, dan nilai-nilai Huma Betang, kami percaya dapat membawa Kalteng menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Willy.
Pasangan Willy-Habib menegaskan bahwa mereka adalah representasi keberagaman yang merefleksikan semangat persatuan dan kebersamaan di Bumi Tambun Bungai. “Kalteng adalah milik kita semua. Kami siap menjadi pemimpin yang mewakili seluruh rakyat tanpa terkecuali,” imbuhnya.
Kemudian, paslon nomor urut 2, Nadalsyah Koyem dan Supian Hadi, memiliki peluang yang terbuka lebar dalam memenangkan ajang kontestasi lima tahun sekali ini. Hal ini diungkapkan oleh koordinator relawan Koyem-SHD, Beni Parulian. Beni optimistis pasangan Koyem-SHD dapat memenangkan pertarungan kali ini. Tentu optimisme tersebut bukan tanpa dasar.
Berdasarkan riset yang telah mereka himpun, komposisi partai politik (parpol) pendukung yang secara angka perolehan suara dari pileg DPR RI partai koalisi sebesar 482.718 atau 31,2 persen. Sedangkan perolehan dari suara DPRD provinsi partai koalisi ini sebanyak 504.643 atau 36,3 persen.
“Hasil pemilihan legislatif ini masih sangat relevan untuk dijadikan hipotesis, mengingat rentang waktu yang relatif tidak terlalu jauh dalam ukuran politik,” ungkapnya.
Beni menambahkan, mungkin ada yang menyanggah perolehan DPR RI tidak relevan, karena paslon Agustiar dan Willy adalah mantan caleg PDIP. Namun hal ini bisa terbantahkan jika dikomparasi dengan hasil pileg DPRD Kalteng.
Terpisah, ketua tim kemenangan Koyem-SHD, Sigit K Yunianto menargetkan Koyem-SHD memperoleh suara di angka 45 persen. Ini sudah dikoordinasikan dan dirancang secara sistematis oleh tim.
“Ini kan empat paslon, realistisnya memang di angka 45 persen. Kami akan terus mencari solusi untuk tambahan-tambahan angka untuk memenangkan pilkada kali ini,” ujarnya.
Selain itu, selama perjalan berkeliling ke 13 kabupaten dan 1 kota, kehadiran Koyem-SHD diterima baik oleh masyarakat setempat. Seperti di DAS Barito-Murung Raya, KapuasPulpis, Palangka-Katingan, Kotim-Seruyan, bahkan daerah Kotawaringin Barat, Lamandau, Sukamara, dan Gunung Mas.
Terpisah, Ahmadi Riansyah selaku ketua tim pemenangan paslon Agustiar Sabran dan Edy Pratowo, optimistis pasangan calon nomor urut 3 akan memenangkan pilkada kali ini. Hal ini ia ungkapkan bukan berdasarkan subjektivitas, tetapi berdasarkan hasil lembaga survei.
“Tetapi kami unggul di beberapa lembaga survei walaupun nilainya variatif dan semuanya berada di angka 30 persen ke atas,” ucap Ahmadi, kemarin.
Meski demikian, ia mengaku tim pemenangan akan terus bergerak untuk mempertahankan hasil tersebut hingga masa pencobloson. Tugas berikutnya yakni bagaimana partisipasi pemilih pasangan nomor urut 3 bisa tetap bertahan dengan hadir ke TPS saat hari pencoblosan.
“Selanjutnya kami pastikan bagaimana suara kami tetap aman sampai dengan masa rekapitulasi bahkan penetapan hasil pilkada,” tegas Ahmadi.
Untuk memastikan itu, saksi-saksi telah disiapkan oleh tim paslon nomor urut 3 untuk ditempatkan di semua TPS se-Kalteng.
Sementara itu, ketua tim pemenangan pasangan Abdul Razak-Sri Suwanto (ASRI) atau paslon nomor urut 4, HM Rizal, mengaku paslon yang diusung pihaknya sudah siap menghadapi hari pencoblosan. Antusias masyarakat terhadap paslon yang diusung sangat positif.
Hal itu terbukti selama kampanye di 14 kabupaten/kota. Ia mengatakan, tim pemenangan pasangan Abdul Razak-Sri Suwanto sudah melakukan kampanye dengan maksimal pada beberapa titik yang telah ditentukan.
“Harapan kami, masyarakat memilih paslon yang terbaik. Yang terbaik bagi kami adalah 04 yang punya visi, misi, dan program kerja yang menjanjikan,” tegas Rizal, Kamis (21/11).
Lebih lanjut dikatakannya, mengahadapi minggu tenang, pihaknya berharap semua calon menahan diri agar pesta demokrasi tetap berjalan jujur dan adil. Pihaknya berharap para aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri menjujung tinggi netralitas.
“Kami berharap ada perhatian bersama untuk menjaga demokrasi yang berkeadilan. ASRI juga sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi itu,” tegasnya.
Menurut Rizal, berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan, pasangan Abdul-Razak dan Sri Suwanto mendapat suara tertinggi dengan angka 32 persen. Ia optimistis pasangan ini mampu mengimbangi pasangan lain. Hal yang membanggakan, ada 20 persen suara yang didapatkan pasangan ini dari generasi Z.
“Mudah-mudahan dengan hasil debat kemarin, ada dampak positif bagi pasangan kami untuk meraih suara lebih banyak lagi,” pungkas Rizal. (irj/ovi/ ham/ala/kpg)