PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) nomor urut 3 Agustiar Sabran – Edy Pratowo menanggapi hasil debat publik yang diselenggarakan KPU Kalteng di Aula Swissbell Hotel Danum Palangka Raya, Rabu (21/11) malam.
“Kami anggap ini biasa aja. Semua calon ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satu contoh tadi, saya ditanya gak jawab, karena namanya diri saya, saya tidak mau membanggakan diri saya,“ ujar Agustiar Sabran.
Dia menyampaikan kinerjanya selama menjabat Anggota DPR RI, diantaranya yakni pernah menjadi penjamin saat kerusuhan Bangkal Seruyan. Kemudian saat itu juga putra-putri daerah yang menjadi TNI dan Polri banyak sekali.
”Dan banyak lagi, terus covid 19 kami gak mengambil gaji selaku menjadi anggota DPR RI , tapi kalau kami cerita ini waktunya dikit,“ imbuhnya.
Kakak kandung Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran itu, mengungkapkan gagasan tiga zona ekonomi, yakni daerah timur, tengah, dan barat.
Sementara Edy Pratowo menambahkan, akan mengoptimalkan pendapatan asli daerah dari Rp 10,2 triliun menjadi Rp 17 triliun dengan mengoptimalkan potensi tiga zona ekonomi tersebut.
”Karena program ini keberlanjutan, maka program yang disampaikan paslon lain sudah dilaksanakan Pemprov Kalteng. Tinggal lanjutkan dan menyempurnakan dengan mengoptimalkan potensi yang dibagi ke tiga wilayah untuk sumber PAD,”ujarnya.
“Dengan anggaran sebesar itu, kita akan bisa berbicara lebih banyak tentang implentasi untuk merencanakan program-program kegiatan dalam rangka menuju Kalteng lebih maju, dan lebih baik di masa yang akan datang,“ terangnya. (hfz/hnd)