28 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Banyak Figur Potensial Disebut-sebut Bakal Maju Pada Pilwakot Palangkaraya Periode 2024-2029

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Pesta demokrasi untuk memilih wali kota dan wakil wali Kota Palangka Raya selalu menarik perhatian. Banyak sekali figur potensial yang disebut-sebut maju pada pemilihan wali kota (pilwakot) Palangka Raya periode 2024-2029.

Selain nama petahana Fairid Naparin dan Hj Umi Mastikah, banyak sosok berpengaruh yang diprediksi ikut berkontestasi pada hajatan politik lima tahunan itu. Nama petahana Fairid Naparin dan Umi Mastikah memang masih sangat popular di kalangan masyarakat.

Kini, muncul beberapa nama yang disebut-sebut siap menjadi penantang petahana. Mereka adalah Ketua DPRD Kota Sigit K Yunianto, Sekretaris Demokrat Junaidi, dan Kepala Bappedalitbang Kalteng Leonars S Ambung. Selain nama-nama tersebut, mencuat juga nama pengusaha yang juga politikus NasDem Punding Uhing Saconk. Selain itu, ada juga nama yang sudah cukup familiar  Drs H.Rojikinoor MSi dan Bias Layar

Namanya juga muncul dalam polling yang dibuka Kalteng Pos (Grup prokalteng.co). Punding Uhing Sacong dalam suatu kesempatan, mengapresiasi adanya dorongan dan dukungan masyarakat terhadap dirinya untuk maju di pilwakot 2024. “Terima kasih atas dukungan masyarakat terhadap saya. Tentu ada harapan besar masyarakat atas dukungan tersebut dan saya sangat mengapresiasi itu,” ucap Punding.

Selain politikus, ada juga nama akademisi seperti Andrie Elia. Mantan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) itu juga masuk bursa pilwakot. Kemudian ada nama mantan Anggota DPRD Kalteng yang kini menjabat Ketua MPW PKS Kalteng, Heru Hidayat. Berikut ada nama pengusaha sekaligus pendakwah Ustaz HM Al Ghifari. Dan terakhir ada nama Ketua Dekranasda Kalteng Yulistra Ivo.

Istri Gubernur Kalteng itu disebut-sebut punya potensi maju di pilwakot. Diprediksi setelah pemilihan legislatif (pileg), bakal ada banyak lagi nama figur yang muncul ke permukaan. Melihat sejumlah figur yang disebut-sebut punya potensi maju pada pilwakot, pengamat politik Dr Jhon Retei menyebut, langkah selanjutnya yang harus diambil dari nama-nama tersebut dikembalikan dengan niatan, relasi, dan akomodasi dari masing-masing mereka.

Baca Juga :  Peduli Ibu Hamil dan Cegah Stunting, AMIN Siapkan Program Cuti untuk Ayah

“Itu tergantung dari individu itu masing-masing, apakah berniat untuk maju pada pemilihan wali kota nanti atau tidak. Begitu pun dengan bagaimana relasi yang dimiliki. Juga akomodasi atau pendanaannya, apakah sudah siap atau belum. Kalau sudah siap, saya pikir mulai sekarang mereka sudah terjun ke tengah masyarakat,” ungkap Jhon kepada Kalteng Pos, Rabu (10/1).

Menurutnya, nama-nama yang disebutkan di atas merupakan tokoh yang memiliki kapasitas dan kapabilitas menjadi wali kota. Masing-masing memiliki pengalaman tersendiri. “Saya kira dengan apa yang sudah mereka kerjakan dengan posisi mereka, baik yang di birokrat maupun legislatif, tentu sudah menjadi modal sosial untuk menuju orang nomor satu di Palangka Raya ini. Tinggal partai mana saja yang memiliki suara dan bisa mengusung mereka nanti dan bagaimana pilihan masyarakat,” tuturnya.

Ia menjelaskan, agenda terbesar pada proses politik tahun 2024 terletak pada bagaimana partai politik bisa memperoleh suara sebanyak-banyaknya di parlemen. Sehingga tak heran tiap partai menurunkan kader terbaiknya di pileg mendatang. Terpisah, Farid Zaky Yopiannor selaku dosen Fisipol UMPR sekaligus Direktur Eksekutif Barometer Kebijakan Publik dan Politik Daerah (BAJAKAH) menyebut, peta perpolitikan akan muncul paska pemilu dan pilpres 2024.

Akan tetapi, nama-nama yang lebih cepat muncul, menurutnya berpeluang lebih bagus. Tahap pertama adalah popularitas. Dalam tahap ini, banyak nama yang muncul secara organik atau ilmiah dan ada pula yang telah didesain. Maka tidak heran nama-nama tersebut bermunculan.

Baca Juga :  Banyak Figur dari DAS Barito Layak Diusung Maju Pada Pilgub Kalteng

“Nama-nama yang bermunculan lebih cepat akan lebih bagus, karena pemilihan wali kota nanti bakal menjadi arena yang seksi. Dan apabila nanti nama-nama yang muncul juga merupakan sosok muda, maka akan lebih menarik lagi,” tegas Zaky.

Melihat postur pemilih yang merupakan Generasi Z dan milenial, ia melihat partai-partai di Kota Palangka Raya telah berspekulasi siapa kader yang mesti didorong. Selain itu, menurutnya incumbent memiliki sebuah keistimewaan, karena telah memiliki investasi secara elektoral dan memiliki basis masa yang tersusun rapi.

“Saya tidak bilang ini akan lebih mudah, tetapi mereka biasanya sudah memiliki modal yang bagus. Misalnya di aparatur negara telah diatur selama lima tahun, lalu basis-basis massa telah tersusun serta paham akan medan yang dihadapi,” beber Farid.

Namun ia tetap mengakui bahwa politik itu sesuatu yang dinamis. Tidak tertutup kemungkinan penantang-penantang juga memiliki strategi yang bagus. Tak heran banyak figur tokoh yang bermunculan. Bahkan ia menyebut bahwa nama-nama yang akan bertarung di pileg sedang melakukan test drive.

“Bisa saja caleg bersangkutan memiliki suara yang tinggi pada pileg di Kota Palangka Raya, sehingga didorong oleh partainya untuk maju di pilkada nanti. Dan saya melihat incumbent dan wakilnya sudah jalan sendiri-sendiri. Hj Umi sedang test drive dengan maju di pileg kali ini. Apabila suara yang didapatnya banyak, bisa saja didorong untuk maju pilwakot,” tuturnya.

Farid menyebut atmosfer pilwakot bakal menarik. Apalagi jika incumbent merupakan generasi muda. Penantang harus bisa menyaingi incumbent dengan ide-ide yang lebih menarik. “Namun apalagi incumbent kita menggunakan sosial media sebagai media darling, maka para penantang bisa menarik suara dari kalangan muda,” pungkasnya. (irj/ala/kpg)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Pesta demokrasi untuk memilih wali kota dan wakil wali Kota Palangka Raya selalu menarik perhatian. Banyak sekali figur potensial yang disebut-sebut maju pada pemilihan wali kota (pilwakot) Palangka Raya periode 2024-2029.

Selain nama petahana Fairid Naparin dan Hj Umi Mastikah, banyak sosok berpengaruh yang diprediksi ikut berkontestasi pada hajatan politik lima tahunan itu. Nama petahana Fairid Naparin dan Umi Mastikah memang masih sangat popular di kalangan masyarakat.

Kini, muncul beberapa nama yang disebut-sebut siap menjadi penantang petahana. Mereka adalah Ketua DPRD Kota Sigit K Yunianto, Sekretaris Demokrat Junaidi, dan Kepala Bappedalitbang Kalteng Leonars S Ambung. Selain nama-nama tersebut, mencuat juga nama pengusaha yang juga politikus NasDem Punding Uhing Saconk. Selain itu, ada juga nama yang sudah cukup familiar  Drs H.Rojikinoor MSi dan Bias Layar

Namanya juga muncul dalam polling yang dibuka Kalteng Pos (Grup prokalteng.co). Punding Uhing Sacong dalam suatu kesempatan, mengapresiasi adanya dorongan dan dukungan masyarakat terhadap dirinya untuk maju di pilwakot 2024. “Terima kasih atas dukungan masyarakat terhadap saya. Tentu ada harapan besar masyarakat atas dukungan tersebut dan saya sangat mengapresiasi itu,” ucap Punding.

Selain politikus, ada juga nama akademisi seperti Andrie Elia. Mantan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) itu juga masuk bursa pilwakot. Kemudian ada nama mantan Anggota DPRD Kalteng yang kini menjabat Ketua MPW PKS Kalteng, Heru Hidayat. Berikut ada nama pengusaha sekaligus pendakwah Ustaz HM Al Ghifari. Dan terakhir ada nama Ketua Dekranasda Kalteng Yulistra Ivo.

Istri Gubernur Kalteng itu disebut-sebut punya potensi maju di pilwakot. Diprediksi setelah pemilihan legislatif (pileg), bakal ada banyak lagi nama figur yang muncul ke permukaan. Melihat sejumlah figur yang disebut-sebut punya potensi maju pada pilwakot, pengamat politik Dr Jhon Retei menyebut, langkah selanjutnya yang harus diambil dari nama-nama tersebut dikembalikan dengan niatan, relasi, dan akomodasi dari masing-masing mereka.

Baca Juga :  Peduli Ibu Hamil dan Cegah Stunting, AMIN Siapkan Program Cuti untuk Ayah

“Itu tergantung dari individu itu masing-masing, apakah berniat untuk maju pada pemilihan wali kota nanti atau tidak. Begitu pun dengan bagaimana relasi yang dimiliki. Juga akomodasi atau pendanaannya, apakah sudah siap atau belum. Kalau sudah siap, saya pikir mulai sekarang mereka sudah terjun ke tengah masyarakat,” ungkap Jhon kepada Kalteng Pos, Rabu (10/1).

Menurutnya, nama-nama yang disebutkan di atas merupakan tokoh yang memiliki kapasitas dan kapabilitas menjadi wali kota. Masing-masing memiliki pengalaman tersendiri. “Saya kira dengan apa yang sudah mereka kerjakan dengan posisi mereka, baik yang di birokrat maupun legislatif, tentu sudah menjadi modal sosial untuk menuju orang nomor satu di Palangka Raya ini. Tinggal partai mana saja yang memiliki suara dan bisa mengusung mereka nanti dan bagaimana pilihan masyarakat,” tuturnya.

Ia menjelaskan, agenda terbesar pada proses politik tahun 2024 terletak pada bagaimana partai politik bisa memperoleh suara sebanyak-banyaknya di parlemen. Sehingga tak heran tiap partai menurunkan kader terbaiknya di pileg mendatang. Terpisah, Farid Zaky Yopiannor selaku dosen Fisipol UMPR sekaligus Direktur Eksekutif Barometer Kebijakan Publik dan Politik Daerah (BAJAKAH) menyebut, peta perpolitikan akan muncul paska pemilu dan pilpres 2024.

Akan tetapi, nama-nama yang lebih cepat muncul, menurutnya berpeluang lebih bagus. Tahap pertama adalah popularitas. Dalam tahap ini, banyak nama yang muncul secara organik atau ilmiah dan ada pula yang telah didesain. Maka tidak heran nama-nama tersebut bermunculan.

Baca Juga :  Banyak Figur dari DAS Barito Layak Diusung Maju Pada Pilgub Kalteng

“Nama-nama yang bermunculan lebih cepat akan lebih bagus, karena pemilihan wali kota nanti bakal menjadi arena yang seksi. Dan apabila nanti nama-nama yang muncul juga merupakan sosok muda, maka akan lebih menarik lagi,” tegas Zaky.

Melihat postur pemilih yang merupakan Generasi Z dan milenial, ia melihat partai-partai di Kota Palangka Raya telah berspekulasi siapa kader yang mesti didorong. Selain itu, menurutnya incumbent memiliki sebuah keistimewaan, karena telah memiliki investasi secara elektoral dan memiliki basis masa yang tersusun rapi.

“Saya tidak bilang ini akan lebih mudah, tetapi mereka biasanya sudah memiliki modal yang bagus. Misalnya di aparatur negara telah diatur selama lima tahun, lalu basis-basis massa telah tersusun serta paham akan medan yang dihadapi,” beber Farid.

Namun ia tetap mengakui bahwa politik itu sesuatu yang dinamis. Tidak tertutup kemungkinan penantang-penantang juga memiliki strategi yang bagus. Tak heran banyak figur tokoh yang bermunculan. Bahkan ia menyebut bahwa nama-nama yang akan bertarung di pileg sedang melakukan test drive.

“Bisa saja caleg bersangkutan memiliki suara yang tinggi pada pileg di Kota Palangka Raya, sehingga didorong oleh partainya untuk maju di pilkada nanti. Dan saya melihat incumbent dan wakilnya sudah jalan sendiri-sendiri. Hj Umi sedang test drive dengan maju di pileg kali ini. Apabila suara yang didapatnya banyak, bisa saja didorong untuk maju pilwakot,” tuturnya.

Farid menyebut atmosfer pilwakot bakal menarik. Apalagi jika incumbent merupakan generasi muda. Penantang harus bisa menyaingi incumbent dengan ide-ide yang lebih menarik. “Namun apalagi incumbent kita menggunakan sosial media sebagai media darling, maka para penantang bisa menarik suara dari kalangan muda,” pungkasnya. (irj/ala/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru