25.4 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Tingkatkan Upaya Antisipasi Konflik Jelang Pilkada

PALANGKA RAYA – Tim Pusat Komunikasi dan Informasi (Puskomin)
Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kalteng melakukan kunjungan kerja ke Provinsi
Jawa Barat. Kunjungan kerja selama tiga hari (4-6/12) itu dipimpin Kepala Badan
Kesbangpol Kalteng, Agus Pramono dan Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan
Nasional Kesbangpol Kalteng, Johni Sonder.

Saat bertemu Kepala Badan
Kesbangpollinmas Provinsi Jawa Barat, Herri Hudaya, Agus Pramono menjelaskan
tujuan kunjungan tersebut sebagai salah satu upaya untuk menggali dan
mempelajari upaya-upaya Pemprov Jabar dalam mengelola berbagai potensi konflik di
masyarakat, terutama menjelang perhelatan pilkada.

“Jawa Barat ini merupakan
provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia, dengan tingkat kerawanan
konflik yang sangat tinggi pula. Bahkan dalam pemilu, seperti pilpres dan
pilkada lalu, termasuk dalam zona merah. Tetapi ternyata hal itu bisa diatasi
dengan baik,” kata Agus saat bertemu Herri Hudaya, Kamis (5/2/2019).

Baca Juga :  Generasi Penerus Kalteng Dituntut Jaga Harkat Martabat Budaya Lokal

Tingginya potensi konflik dan
kompleksitasnya itu, menurut Agus, ternyata mampu diantisipasi dan dikelola
dengan baik, sehingga tidak sampai menimbulkan persoalan-persoalan yang meluas
dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

Berdasarkan Permendagri Nomor 02
tahun 2018 tentang kewaspadaan dini di daerah mempunyai tujuan yang meliputi
pendeteksian, pengidentifikasian, menilai, menganalisa. “Karena itu,
upaya-upaya antisipasi dan pencegahan yang dilakukan Pemprov Jabar, dalam hal
ini Kesbangpol, juga mungkin akan berguna bagi Kalteng yang akan
menyelenggarakan pilkada pada 2020 nanti,” sebut Agus.

Menanggapi hal itu, Heri Hudaya mengakui
tingkat potensi kerawanan konflik di Jabar termasuk yang paling tinggi di
Indonesia. Sehingga untuk mencegah terjadinya kerawanan sosial masyarakat,
pihaknya terus meningkatkan koordinasi, keterpaduan serta sinergitas antara
seluruh aparatur pemerintah dengan semua komponen masyarakat agar bersatu
menjaga persatuan dan kesatuan.

“Di Jawa Barat pun pada 2020 ini
akan ada 8 kabupaten/kota yang menggelar pilkada. Sehingga dinamika sosial
politik dan keamanan ini memang perlu menjadi perhatian serius kita semua.
Salah satu upaya strategis yang kami lakukan untuk mengantisipasi kerawanan
adalah dengan merangkul serta menghimpun potensi-potensi itu,” jelas Heri.

Baca Juga :  Rapimnas Golkar Putuskan Dukung Gibran Jadi Cawapres Prabowo

Kemudian melakukan upaya-upaya
pencegahan sedini mungkin setiap potensi kerawanan, baik yang bersifat politik
maupun yang mengarah pada gangguan kamtibmas. “Kami berusaha semaksimal mungkin
untuk tidak membiarkan potensi kerawanan itu ada dan berlangsung lama. Selain
melibatkan aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan, yang paling penting
adalah pelibatan masyarakat itu sendiri dalam melakukan antisipasi,” ujarnya.

Selain melakukan pertemuan dengan
Heri Hudaya, tim Puskomin juga melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah
pihak, di antaranya Forum Forum Ormas, LSM dan Komunitas Jawa Barat, Forum
Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat
(FKDM) Jawa Barat. (nto)

PALANGKA RAYA – Tim Pusat Komunikasi dan Informasi (Puskomin)
Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kalteng melakukan kunjungan kerja ke Provinsi
Jawa Barat. Kunjungan kerja selama tiga hari (4-6/12) itu dipimpin Kepala Badan
Kesbangpol Kalteng, Agus Pramono dan Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan
Nasional Kesbangpol Kalteng, Johni Sonder.

Saat bertemu Kepala Badan
Kesbangpollinmas Provinsi Jawa Barat, Herri Hudaya, Agus Pramono menjelaskan
tujuan kunjungan tersebut sebagai salah satu upaya untuk menggali dan
mempelajari upaya-upaya Pemprov Jabar dalam mengelola berbagai potensi konflik di
masyarakat, terutama menjelang perhelatan pilkada.

“Jawa Barat ini merupakan
provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia, dengan tingkat kerawanan
konflik yang sangat tinggi pula. Bahkan dalam pemilu, seperti pilpres dan
pilkada lalu, termasuk dalam zona merah. Tetapi ternyata hal itu bisa diatasi
dengan baik,” kata Agus saat bertemu Herri Hudaya, Kamis (5/2/2019).

Baca Juga :  Generasi Penerus Kalteng Dituntut Jaga Harkat Martabat Budaya Lokal

Tingginya potensi konflik dan
kompleksitasnya itu, menurut Agus, ternyata mampu diantisipasi dan dikelola
dengan baik, sehingga tidak sampai menimbulkan persoalan-persoalan yang meluas
dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

Berdasarkan Permendagri Nomor 02
tahun 2018 tentang kewaspadaan dini di daerah mempunyai tujuan yang meliputi
pendeteksian, pengidentifikasian, menilai, menganalisa. “Karena itu,
upaya-upaya antisipasi dan pencegahan yang dilakukan Pemprov Jabar, dalam hal
ini Kesbangpol, juga mungkin akan berguna bagi Kalteng yang akan
menyelenggarakan pilkada pada 2020 nanti,” sebut Agus.

Menanggapi hal itu, Heri Hudaya mengakui
tingkat potensi kerawanan konflik di Jabar termasuk yang paling tinggi di
Indonesia. Sehingga untuk mencegah terjadinya kerawanan sosial masyarakat,
pihaknya terus meningkatkan koordinasi, keterpaduan serta sinergitas antara
seluruh aparatur pemerintah dengan semua komponen masyarakat agar bersatu
menjaga persatuan dan kesatuan.

“Di Jawa Barat pun pada 2020 ini
akan ada 8 kabupaten/kota yang menggelar pilkada. Sehingga dinamika sosial
politik dan keamanan ini memang perlu menjadi perhatian serius kita semua.
Salah satu upaya strategis yang kami lakukan untuk mengantisipasi kerawanan
adalah dengan merangkul serta menghimpun potensi-potensi itu,” jelas Heri.

Baca Juga :  Rapimnas Golkar Putuskan Dukung Gibran Jadi Cawapres Prabowo

Kemudian melakukan upaya-upaya
pencegahan sedini mungkin setiap potensi kerawanan, baik yang bersifat politik
maupun yang mengarah pada gangguan kamtibmas. “Kami berusaha semaksimal mungkin
untuk tidak membiarkan potensi kerawanan itu ada dan berlangsung lama. Selain
melibatkan aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan, yang paling penting
adalah pelibatan masyarakat itu sendiri dalam melakukan antisipasi,” ujarnya.

Selain melakukan pertemuan dengan
Heri Hudaya, tim Puskomin juga melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah
pihak, di antaranya Forum Forum Ormas, LSM dan Komunitas Jawa Barat, Forum
Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat
(FKDM) Jawa Barat. (nto)

Terpopuler

Artikel Terbaru