Muswil Versi Malaysia Dipertanyakan, DPW PPP Kalteng Pegang SK Resmi DPP

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ketua DPW PPP Kalimantan Tengah (Kalteng) Pathurrahman mempertanyakan legalitas kegiatan yang diklaim sebagai Musyawarah Wilayah (Muswil) di Malaysia.

Ia menegaskan, Muswil ke-10 yang digelar di Palangka Raya merupakan satu-satunya forum resmi yang telah menghasilkan kepengurusan sah dan mengantongi Surat Keputusan (SK) dari DPP PPP.

Pathurrahman menegaskan bahwa Muswil ke-10 yang digelar pada 10 Februari 2026 di Aurila Hotel, Palangka Raya, merupakan satu-satunya forum resmi yang memiliki legitimasi organisasi.

Menurutnya, dalam Muswil tersebut telah terbentuk tim formatur yang berjumlah lima orang, terdiri dari unsur DPP, pengurus wilayah demisioner atau Plt, serta perwakilan dari cabang.

Dari hasil sidang formatur, dirinya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPW PPP Kalteng periode 2026–2031.

“Muswil sudah dilaksanakan secara sah, dan hasilnya jelas. Formatur terbentuk dan saya dipercaya secara aklamasi sebagai ketua,” ujarnya, saat jumpa pers didampingi jajaran pengurus DPW PPP Kalteng di Kantor DPW PPP Kalteng Jalan Kinibalu, Rabu (1/4).

Ia menjelaskan, setelah proses tersebut, pihaknya langsung menyusun kepengurusan lengkap sesuai waktu yang diberikan DPP selama 10 hari.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Susu Formula S-26 Ditarik, BBPOM Palangka Raya Perketat Jalur Distribusi

Kepengurusan itu kemudian dikirim ke DPP PPP di Jakarta dan telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) resmi.

Namun di tengah proses tersebut, muncul kabar adanya kegiatan yang diklaim sebagai Muswil di luar daerah, bahkan disebut berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pathurrahman menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui dasar pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami tidak memahami bagaimana kegiatan itu bisa disebut Muswil, karena tidak memiliki legal standing organisasi. Yang kami ketahui, Muswil resmi sudah dilaksanakan di Palangka Raya,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat informasi sekitar lima DPC yang menghadiri kegiatan di Malaysia.

Meski demikian, pihaknya tidak ingin memperkeruh suasana dan memilih menyikapinya sebagai dinamika internal partai.

“Kami tidak berburuk sangka. Ini kami anggap dinamika. Justru menjadi motivasi bagi kami untuk semakin solid,” katanya.

Pathurrahman memastikan bahwa tidak ada perpecahan di tubuh PPP Kalteng.

Ia menilai seluruh kader memiliki tujuan yang sama untuk membesarkan partai, meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam proses organisasi.

“Tidak ada perpecahan. Semua punya niat baik. Ini justru menjadi pemicu agar kita semakin bersama,” ucapnya.

Baca Juga :  Erlin-Alberkat Janjikan Pupuk Gratis bagi Petani di Pulau Petak

Sebagai langkah konsolidasi, DPW PPP Kalteng dalam waktu dekat akan menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang direncanakan berlangsung pada minggu depan, menyesuaikan jadwal Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono. Rakorwil tersebut akan dihadiri oleh seluruh DPC dan anggota DPRD dari PPP se-Kalteng.

“Rakorwil ini penting untuk menyatukan langkah, termasuk membahas pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) di seluruh Kalteng. Kami juga berharap Ketua Umum bisa hadir memberikan arahan langsung,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya sebelumnya juga telah berkomunikasi dengan DPP terkait berbagai dinamika yang terjadi, termasuk penunjukan Plt. Namun, DPW meminta waktu untuk menggelar Rakorwil terlebih dahulu sebelum mengambil langkah lanjutan pada Muswil ke 10 saat itu di Palangka Raya pada 10 Februari 2026 lalu.

“Kami ingin semua keputusan melalui mekanisme bersama. Apa pun hasilnya nanti, akan kita jalankan sesuai aturan organisasi,” tandasnya.

Pathurrahman pun mengajak seluruh kader PPP di Kalteng untuk tetap menjaga komunikasi dan mengedepankan silaturahmi dalam menyikapi perbedaan.

“Kalau ada perbedaan, mari kita selesaikan dengan baik. Tujuan kita sama, membesarkan PPP,” pungkasnya.(hfz)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ketua DPW PPP Kalimantan Tengah (Kalteng) Pathurrahman mempertanyakan legalitas kegiatan yang diklaim sebagai Musyawarah Wilayah (Muswil) di Malaysia.

Ia menegaskan, Muswil ke-10 yang digelar di Palangka Raya merupakan satu-satunya forum resmi yang telah menghasilkan kepengurusan sah dan mengantongi Surat Keputusan (SK) dari DPP PPP.

Pathurrahman menegaskan bahwa Muswil ke-10 yang digelar pada 10 Februari 2026 di Aurila Hotel, Palangka Raya, merupakan satu-satunya forum resmi yang memiliki legitimasi organisasi.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya, dalam Muswil tersebut telah terbentuk tim formatur yang berjumlah lima orang, terdiri dari unsur DPP, pengurus wilayah demisioner atau Plt, serta perwakilan dari cabang.

Dari hasil sidang formatur, dirinya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPW PPP Kalteng periode 2026–2031.

“Muswil sudah dilaksanakan secara sah, dan hasilnya jelas. Formatur terbentuk dan saya dipercaya secara aklamasi sebagai ketua,” ujarnya, saat jumpa pers didampingi jajaran pengurus DPW PPP Kalteng di Kantor DPW PPP Kalteng Jalan Kinibalu, Rabu (1/4).

Ia menjelaskan, setelah proses tersebut, pihaknya langsung menyusun kepengurusan lengkap sesuai waktu yang diberikan DPP selama 10 hari.

Baca Juga :  Susu Formula S-26 Ditarik, BBPOM Palangka Raya Perketat Jalur Distribusi

Kepengurusan itu kemudian dikirim ke DPP PPP di Jakarta dan telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) resmi.

Namun di tengah proses tersebut, muncul kabar adanya kegiatan yang diklaim sebagai Muswil di luar daerah, bahkan disebut berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pathurrahman menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui dasar pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami tidak memahami bagaimana kegiatan itu bisa disebut Muswil, karena tidak memiliki legal standing organisasi. Yang kami ketahui, Muswil resmi sudah dilaksanakan di Palangka Raya,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat informasi sekitar lima DPC yang menghadiri kegiatan di Malaysia.

Meski demikian, pihaknya tidak ingin memperkeruh suasana dan memilih menyikapinya sebagai dinamika internal partai.

“Kami tidak berburuk sangka. Ini kami anggap dinamika. Justru menjadi motivasi bagi kami untuk semakin solid,” katanya.

Pathurrahman memastikan bahwa tidak ada perpecahan di tubuh PPP Kalteng.

Ia menilai seluruh kader memiliki tujuan yang sama untuk membesarkan partai, meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam proses organisasi.

“Tidak ada perpecahan. Semua punya niat baik. Ini justru menjadi pemicu agar kita semakin bersama,” ucapnya.

Baca Juga :  Erlin-Alberkat Janjikan Pupuk Gratis bagi Petani di Pulau Petak

Sebagai langkah konsolidasi, DPW PPP Kalteng dalam waktu dekat akan menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang direncanakan berlangsung pada minggu depan, menyesuaikan jadwal Ketua Umum DPP PPP Muhammad Mardiono. Rakorwil tersebut akan dihadiri oleh seluruh DPC dan anggota DPRD dari PPP se-Kalteng.

“Rakorwil ini penting untuk menyatukan langkah, termasuk membahas pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) di seluruh Kalteng. Kami juga berharap Ketua Umum bisa hadir memberikan arahan langsung,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya sebelumnya juga telah berkomunikasi dengan DPP terkait berbagai dinamika yang terjadi, termasuk penunjukan Plt. Namun, DPW meminta waktu untuk menggelar Rakorwil terlebih dahulu sebelum mengambil langkah lanjutan pada Muswil ke 10 saat itu di Palangka Raya pada 10 Februari 2026 lalu.

“Kami ingin semua keputusan melalui mekanisme bersama. Apa pun hasilnya nanti, akan kita jalankan sesuai aturan organisasi,” tandasnya.

Pathurrahman pun mengajak seluruh kader PPP di Kalteng untuk tetap menjaga komunikasi dan mengedepankan silaturahmi dalam menyikapi perbedaan.

“Kalau ada perbedaan, mari kita selesaikan dengan baik. Tujuan kita sama, membesarkan PPP,” pungkasnya.(hfz)

Terpopuler

Artikel Terbaru