PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tren menjadikan emas sebagai aset pelindung nilai kian digemari masyarakat.
Meskipun harga emas sedang meroket menyentuh level tertinggi tahun ini, minat warga untuk membeli emas dengan tujuan investasi tetap tinggi dan stabil.
Fenomena ini terlihat dari aktivitas transaksi di toko emas daerah pasar besar tradisional Kota Palangka Raya pada, Jum’at (23/1/2026).
Salah seorang pedagang emas, Muhammad Rian (25) mengungkapkan, meskipun harga sedang naik, jumlah pembeli tidak mengalami penurunan.
“Stabil saja. Sejauh ini perbandingannya 50 persen yang beli dan 50 persen yang jual, tetap seimbang,” ujar Rian kepada awak media.
Menurut Rian, pola pikir konsumen saat ini sudah mulai bergeser.
Banyak pembeli yang datang bukan sekadar mencari perhiasan untuk penampilan, melainkan spesifik mencari emas kadar 99 atau 24 karat) untuk ditabung.
“Kebanyakan alasannya buat nabung, investasi. Mengikuti tren sekarang, (seperti) fomo investasi,” tambah Rian.
Senasa, pedagang emas lainnya, Muhammad Hafiz Anshari menjelaskan, ada segmentasi yang jelas antara pembeli emas untuk gaya hidup dan pembeli untuk investasi masa depan.
“Kalau jenis ‘Itali’, itu biasanya buat pemakaian sehari-hari atau perhiasan biasa. Tapi kalau yang cari ‘999’, itu biasanya orang untuk investasi,” jelas Hafiz.
Pilihan jatuh pada emas 999 karena harganya yang dinilai lebih mengikuti standar pasar, sehingga lebih menguntungkan saat dijual kembali meskipun harganya kini telah menyentuh Rp 2.700.000 per gram.
Kondisi pasar yang seimbang antara pembeli dan penjual ini menandakan bahwa daya beli masyarakat untuk instrumen investasi emas masih terjaga meski di tengah lonjakan harga. (Her)


