PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pertamina kini mulai melakukan pendataan kendaraan roda empat yang menggunakan bahan bakar subsidi, Pertalite.
Brand Manager Pertamina, Yasir Huwaydi, menyampaikan bahwa pendataan ini merupakan aturan dari pemerintah pusat. Yasir menjelaskan bahwa pendataan dimulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah awal.
Menurutnya, ASN menjadi prioritas, karena mereka merupakan bagian dari stakeholder penting yang harus mengetahui prosedur ini.
“Kita start di ASN, karena memang stakeholder kita ya itu harus wajib pertama tahu. Jadi sebagai contoh teman-teman masyarakat juga bahwa kendaraan roda empat wajib didata,” ucapnya, Rabu (21/8/2024).
Salah satu langkah penting dalam proses pendataan ini, dia katakan adalah dengan penggunaan barcode. Setiap kendaraan roda empat yang ingin membeli Pertalite subsidi, menurutnya harus menggunakan barcode. Yasir juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir tentang tata cara pendataan ini.
“Tentu ini untuk semua warga Indonesia yang nantinya butuh pertalite roda empat ya. Itu harus menggunakan barcode. Tata caranya bisa diketahui di SPBU, nanti juga akan dipandu oleh teman-teman di sana,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yasir menambahkan bahwa aturan ini rencananya akan diterapkan secara resmi mulai September 2024 di Palangka Raya. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk segera mendaftarkan kendaraan mereka agar tidak mengalami kesulitan saat membeli Pertalite.
Yasir kembali menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam program ini. “Kita di sini masih terus mengajak masyarakat untuk segera mendaftar barcode ini, agar bisa membeli tanpa kendala di SPBU-SPBU pada September nanti. Masih ada waktu kita untuk daftar,” pungkasnya. (*ndo/hnd)