29.4 C
Jakarta
Saturday, July 20, 2024
spot_img

Permintaan Parsel Meningkat

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penjualan parsel secara  langsung  berdampak pada meningkatnya pemintaan konsumen, sehingga parsel menjadi salah satu barang yang diburu masyarakat sebelum Hari Raya Idulfitri tiba.

Penjual parcel di salah satu swalayan modern Kota Palangka Raya, Riko turut mengaku rejeki yang diperolehnya bertambah dibandingkan hari-hari biasa. Harga parsel yang ditawarkan pun cukup bervariasi, mulai Rp 200.000 sampai Rp1.500.000, tergantung dari kesulitan proses pembuatan dan banyaknya bahan baku yang digunakan.

“Tingkat permintaan pembeli parcel tidak bisa dipastikan, tetapi rata-rata pembeli biasanya mengambil 20 hingga 30 parsel perhari. Tahun ini lebih meningkat, dibandingkan dari tahun sebelumnya pada saat pandemi Covid-19,” ucapnya, Rabu (19/4/2023).

Baca Juga :  Pupuk Indonesia Setor Pajak dan Divinden Sebesar Rp 8,25 Triliun

Sementara itu, seorang penjual parsel di Pasar Besar Kota Palangka Raya, Sri Hamidah mengaku bahwa pihaknya bekerja sama dengan pengrajin Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal untuk setiap parsel yang dijual. Hal itu bertujuan membangkitkan perekonomian UMKM pasca dilanda pandemi Covid-19.

“Produk yang kami jual dari hasil UMKM. Mulai dari tas, dompet, tempat tisu, dan berbagai jenis alat kerajinan lainnya, yang dibungkus gabung dengan makanan ringan, dan berbagai alat kebutuhan rumah tangga seperti piring, mangkok, gelas,” tambahnya.






Reporter: Marini

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penjualan parsel secara  langsung  berdampak pada meningkatnya pemintaan konsumen, sehingga parsel menjadi salah satu barang yang diburu masyarakat sebelum Hari Raya Idulfitri tiba.

Penjual parcel di salah satu swalayan modern Kota Palangka Raya, Riko turut mengaku rejeki yang diperolehnya bertambah dibandingkan hari-hari biasa. Harga parsel yang ditawarkan pun cukup bervariasi, mulai Rp 200.000 sampai Rp1.500.000, tergantung dari kesulitan proses pembuatan dan banyaknya bahan baku yang digunakan.

“Tingkat permintaan pembeli parcel tidak bisa dipastikan, tetapi rata-rata pembeli biasanya mengambil 20 hingga 30 parsel perhari. Tahun ini lebih meningkat, dibandingkan dari tahun sebelumnya pada saat pandemi Covid-19,” ucapnya, Rabu (19/4/2023).

Baca Juga :  Pupuk Indonesia Setor Pajak dan Divinden Sebesar Rp 8,25 Triliun

Sementara itu, seorang penjual parsel di Pasar Besar Kota Palangka Raya, Sri Hamidah mengaku bahwa pihaknya bekerja sama dengan pengrajin Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal untuk setiap parsel yang dijual. Hal itu bertujuan membangkitkan perekonomian UMKM pasca dilanda pandemi Covid-19.

“Produk yang kami jual dari hasil UMKM. Mulai dari tas, dompet, tempat tisu, dan berbagai jenis alat kerajinan lainnya, yang dibungkus gabung dengan makanan ringan, dan berbagai alat kebutuhan rumah tangga seperti piring, mangkok, gelas,” tambahnya.






Reporter: Marini
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru