BI Masuk Kampus Lagi! Kali Ini Tidak Boleh Sekadar Seremoni

Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah (Kalteng) meluncurkan Program Pendidikan Kebanksentralan 2026. Empat kampus diajak terlibat: UPR, UIN Palangka Raya, UMPR, dan Untama Pangkalan Bun. Arahnya jelas, menyasar mahasiswa.

Pilihan itu masuk akal. Kampus memang tempat menyiapkan calon penggerak ekonomi. Tapi di sisi lain, pemahaman soal kebanksentralan masih belum banyak tersentuh. Istilahnya sering terdengar, tapi isinya belum tentu dipahami.

Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, menyebut program ini sebagai upaya menyiapkan SDM unggul yang siap menghadapi perubahan ekonomi. Gagasan itu penting. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang cepat berubah.

Program ini dibangun lewat tiga pilar: pembelajaran, penelitian, dan pemberdayaan. Secara konsep, tidak ada yang keliru. Tinggal bagaimana pelaksanaannya bisa konsisten. Jangan berhenti di kuliah umum atau kegiatan seremonial saja.

Baca Juga :  Momentum HUT ke-68 Kalteng, Mahasiswa Hindu Sampaikan Harapan Ini

Bagi kampus, kerja sama seperti ini tentu memberi ruang tambahan. Baik untuk penguatan riset maupun peningkatan kualitas lulusan. Apalagi jika dukungan yang diberikan benar-benar berjalan, bukan sekadar rencana.

Penandatanganan kerja sama sudah dilakukan di Aula Betang Hapakat. Para pimpinan kampus hadir. Semua terlihat rapi.

Selanjutnya yang ditunggu sederhana. Hasilnya. Apakah benar bisa mendorong pemahaman mahasiswa soal ekonomi dan kebanksentralan, atau hanya menjadi program yang lewat begitu saja. Di situ letak tantangannya. (pri)

Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah (Kalteng) meluncurkan Program Pendidikan Kebanksentralan 2026. Empat kampus diajak terlibat: UPR, UIN Palangka Raya, UMPR, dan Untama Pangkalan Bun. Arahnya jelas, menyasar mahasiswa.

Pilihan itu masuk akal. Kampus memang tempat menyiapkan calon penggerak ekonomi. Tapi di sisi lain, pemahaman soal kebanksentralan masih belum banyak tersentuh. Istilahnya sering terdengar, tapi isinya belum tentu dipahami.

Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, menyebut program ini sebagai upaya menyiapkan SDM unggul yang siap menghadapi perubahan ekonomi. Gagasan itu penting. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang cepat berubah.

Electronic money exchangers listing

Program ini dibangun lewat tiga pilar: pembelajaran, penelitian, dan pemberdayaan. Secara konsep, tidak ada yang keliru. Tinggal bagaimana pelaksanaannya bisa konsisten. Jangan berhenti di kuliah umum atau kegiatan seremonial saja.

Baca Juga :  Momentum HUT ke-68 Kalteng, Mahasiswa Hindu Sampaikan Harapan Ini

Bagi kampus, kerja sama seperti ini tentu memberi ruang tambahan. Baik untuk penguatan riset maupun peningkatan kualitas lulusan. Apalagi jika dukungan yang diberikan benar-benar berjalan, bukan sekadar rencana.

Penandatanganan kerja sama sudah dilakukan di Aula Betang Hapakat. Para pimpinan kampus hadir. Semua terlihat rapi.

Selanjutnya yang ditunggu sederhana. Hasilnya. Apakah benar bisa mendorong pemahaman mahasiswa soal ekonomi dan kebanksentralan, atau hanya menjadi program yang lewat begitu saja. Di situ letak tantangannya. (pri)

Terpopuler

Artikel Terbaru