PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – PT Pertamina (Persero) secara resmi memberlakukan harga baru untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di seluruh SPBU wilayah Indonesia, mulai Minggu 1 Februari 2026.
Di Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapatkan penurunan harga BBM yang cukup lumayan perliternya. Khususnya untuk kategori non-subsidi (Pertamax Series dan Dex Series).
Pertamax dari harga 12.650 turun menjadi 12.100, Pertamax Turbo dari harga 13.700 turun menjadi 13.000, Dexlite dari harga 13.800 turun menjadi 13.550,dan Pertamina Dex dari 13.900 turun menjadi 13.800.
Harga ini sedikit berbeda dengan wilayah Jawa karena faktor biaya distribusi dan besaran PBBKB setempat.
Sementara bagi masyarakat pengguna BBM bersubsidi, tidak ada perubahan harga. Harga jual untuk jenis Pertalite dan Bio Solar masih mengacu pada ketetapan pemerintah pusat yang berlaku seragam di seluruh Indonesia. Yakni, Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter, dan Bio Solar (CN 48): Rp 6.800 per liter.
Dilansir dari laman resmi PT.Pertamina, Sabtu (31/1/26), bahwa pihaknya telah melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Supervisor (Spv) SPBU PT. Resbayu Sinar Abadi di Jalan Diponegoro Kota Palangka Raya, Ade Irawan membenarkan perihal pengumuman pertamina tentang berlakunya penurunan harga BBM Non-subsidi per 1 Februari 2026 khususnya di Kalteng.
“Benar, mulai berlaku hari ini. Khususnya untuk semua SPBU di wilayah Kalteng, ” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Minggu (1/2/2026).
Dia juga mengungkapkan bahwa penurunan harga BBM di bulan ini lumayan signifikan berdampak untuk masyarakat, apalagi mendekati bulan Ramadan. Sebab, untuk keperluan masyarakat terhadap penggunaan BBM dapat dipastikan meningkat.
“Penurunan harga BBM kali ini lumayan signifikan dan disambut baik oleh masyarakat. Apalgi ini sudah mendekati bulan ramadan yang biasanya mobilitas masyarakat memerlukan BBM lebih banyak daripada biasanya,” ujarnya.
Disinggung soal stok atau ketersediaan BBM di wilayah Kalteng ini, Ade mengatakan saat ini masih dalam lingkup aman untuk kebutuhan masyarakat dalam membeli BBM.
“Untuk saat ini stok aman,” pungkasnya. (*her)


