alexametrics
24.8 C
Palangkaraya
Friday, August 19, 2022

Potensi Budidaya Jambu Kristal Mulai Dilirik Masyarakat

SAMPIT,
PROKALTENG.CO

– Budidaya jambu biji kristal salah satu tanaman yang bisa dibudidayakan di
Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), karena memiliki nilai ekonomis tinggi.  Terutama di tengah pandemi Covid-19 yang
mengganggu perekonomian masyarakat.

Potensi itupun mulai
dilirik masyarakat dengan membuka lahan untuk menanam jambu Kristal. Seperti
seorang petani di Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur
(Kotim), Doni Saputro.

Dia membuka lahan baru
untuk menanam jambu kristal. Pasalnya, harga buahnya masih cukup tinggi di pasaran.
Dalam waktu umur tujuh bulan sudah bisa dipanen, tetapi hasil belum terlalu
banyak.

“Saat ini masih Rp
25 ribu per kilogram dan belum stabil. Hal itulah yang membuat saya tertarik
menanam jambu kristal,” ujar Doni, Senin (22/2).

Baca Juga :  Pemkab Gumas Salurkan 19 Sapi Kurban

Menurutnya, bercocok tanam
jambu kristal juga tidak sulit dan cepat berbuah. Dari pertama cangkokan
ditanam sekitar enam bulan hingga satu tahun biasanya sudah berbuah dan
menghasilkan. Ditambah lagi dengan pemupukan yang tepat, maka hasilnya akan
makin bagus.

“Bibit nya juga
sudah banyak dijual, dan harganya dalam bentuk cangkokan Rp 50 ribu per
pohon,” katanya.

Sementara Nako, petani
di Kecamatan Cempaga, juga melakukan penanaman pohon jambu kristal. Hal itu
dilakukan karena hasilnya cukup menjanjikan dan modalnya tidak terlalu besar,
karena bisa dicangkok sendiri di pohon yang sudah berbuah.

“Yang penting
tinggal perawatan, seperti penumpukan dengan takaran yang tepat dan saat mulai
berbuah segera dibungkus agar menghasilkan buah yang bagus,” terangnya.

Baca Juga :  Sukses Tangani Covid, 7 Pegawai Rutan Palangka Raya Terima Penghargaan

Baik Doni maupun Nako,
mengatakan di tengah pandemi Covid-19 ini, harus lebih bisa mencari kegiatan
untuk pemulihan ekonomi dan yang cukup menjanjikan adalah pengembangan di
sektor pertanian dan perkebunan.

“Meskipun penanaman jambu biji kristal mampu
tumbuh dan menghasilkan tanpa perlu diperhatikan keadaan tanah dan cuaca yang
mempengaruhinya tetapi akan lebih baik apabila keberadaannya diperhatikan,
karena tanaman yang diperhatikan dengan baik akan memberikan imbalan hasil yang
memuaskan” tutup Nako.

SAMPIT,
PROKALTENG.CO

– Budidaya jambu biji kristal salah satu tanaman yang bisa dibudidayakan di
Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), karena memiliki nilai ekonomis tinggi.  Terutama di tengah pandemi Covid-19 yang
mengganggu perekonomian masyarakat.

Potensi itupun mulai
dilirik masyarakat dengan membuka lahan untuk menanam jambu Kristal. Seperti
seorang petani di Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur
(Kotim), Doni Saputro.

Dia membuka lahan baru
untuk menanam jambu kristal. Pasalnya, harga buahnya masih cukup tinggi di pasaran.
Dalam waktu umur tujuh bulan sudah bisa dipanen, tetapi hasil belum terlalu
banyak.

“Saat ini masih Rp
25 ribu per kilogram dan belum stabil. Hal itulah yang membuat saya tertarik
menanam jambu kristal,” ujar Doni, Senin (22/2).

Baca Juga :  Hutan Kota Bakal Direvitalisasi, Jadi Area Wisata dan Olahraga

Menurutnya, bercocok tanam
jambu kristal juga tidak sulit dan cepat berbuah. Dari pertama cangkokan
ditanam sekitar enam bulan hingga satu tahun biasanya sudah berbuah dan
menghasilkan. Ditambah lagi dengan pemupukan yang tepat, maka hasilnya akan
makin bagus.

“Bibit nya juga
sudah banyak dijual, dan harganya dalam bentuk cangkokan Rp 50 ribu per
pohon,” katanya.

Sementara Nako, petani
di Kecamatan Cempaga, juga melakukan penanaman pohon jambu kristal. Hal itu
dilakukan karena hasilnya cukup menjanjikan dan modalnya tidak terlalu besar,
karena bisa dicangkok sendiri di pohon yang sudah berbuah.

“Yang penting
tinggal perawatan, seperti penumpukan dengan takaran yang tepat dan saat mulai
berbuah segera dibungkus agar menghasilkan buah yang bagus,” terangnya.

Baca Juga :  Kejari Kapuas Canangkan WBK dan WBBM

Baik Doni maupun Nako,
mengatakan di tengah pandemi Covid-19 ini, harus lebih bisa mencari kegiatan
untuk pemulihan ekonomi dan yang cukup menjanjikan adalah pengembangan di
sektor pertanian dan perkebunan.

“Meskipun penanaman jambu biji kristal mampu
tumbuh dan menghasilkan tanpa perlu diperhatikan keadaan tanah dan cuaca yang
mempengaruhinya tetapi akan lebih baik apabila keberadaannya diperhatikan,
karena tanaman yang diperhatikan dengan baik akan memberikan imbalan hasil yang
memuaskan” tutup Nako.

Most Read

Artikel Terbaru

Merdeka Kepundungan

Momen HUT RI, Bangkit dari Keterpurukan

Gangguan Kesenangan

/