alexametrics
23.2 C
Palangkaraya
Monday, August 15, 2022

Terjebak di Rumah, Dua Bocah Terpanggang

PROKALTENG.CO-Canda tawa Rabiatul Adawiah atau biasa dipanggil Rara (9) bersama adiknya Humairah (5) dan Bukroni (3), selalu menghiasi keseharian warga Desa Raya Belanti RT 4 Kecamatan Binuang.

Karena dalam sehari-hari, Rara selalu menjaga adik-adiknya di rumah. Di tengah kesibukan orang tuanya untuk mencari nafkah mereka bertiga.

Walaupun ketiga bocah ini memiliki ayah yang beda, tapi mereka selalu bersama-sama. Rara merupakan anak dari suami pertama ibunya, sedangkan Bukroni anak dari suami kedua, sekarang ini bernama Rahman.

Rahman sendiri saat kejadian tidak berada di lokasi, ia bekerja di Samarinda. Sedangkan Kamariah ibu kedua korban, juga tidak ada di rumah, karena sedang menghadiri arisan di rumah tetangga. Bersama anaknya, Humairah.

Namun canda tawa ketiga bocah tersebut tidak bisa terlihat. Rara dan Bukroni sudah tidak ada lagi. Dikarenakan menjadi korban kebakaran, terjebak di rumah.

Baca Juga :  Merinding! Ambulans Jalan Sendiri Tanpa Sopir, Ternyata Begini

Kebakaran yang terjadi, Senin (12/7) sekitar pukul 21.20 Wita begitu cepat terjadi, api yang awal-awal hanya gumpalan asap, tiba-tiba langsung membesar.

"Memang api langsung membesar, kami pun langsung panik. Kebetulan si ibu yang sedang berada di rumah tetangga, tahu bahwa anaknya masih didalam, mau menerobos tapi tidak bisa," ucap Darliansyah, tokoh masyarakat sekitar.

Pria berumur 58 tahun ini, sering memperhatikan ketiga bocah tersebut, menurutnya setiap hari sang kakak selalu menjaga adik-adiknya di rumah. Di saat kedua orang tua sedang bekerja. "Saat lewat depan rumah, saya selalu memperhatikan mereka berdua. Mereka sering bercanda diluar," kenangnya, Selasa (13/7) siang.

Saat koran ini mencoba mewawancarai keluarga, Darliansyah memberitahukan bahwa ibunya belum bisa berkomunikasi dengan baik. Karena masih shok atas kehilangan dua buah hatinya. "Sementara ayahnya baru datang dari Samarinda," tuturnya.

Baca Juga :  Polisi Vs Buronan Tercebur di Sungai Martapura, Berakhir Tenggelam

Pantauan Radar Banjarmasin, suasana haru masih menyelimuti warga sekitar. Kedua bocah tersebut sudah dimakamkan, tidak jauh dari lokasi kebakaran. Bantuan juga terus berdatangan.

Kapolsek Binuang Iptu Bara Pratama Mahaputra menjelaskan, sementara ini untuk penyebab kebakaran masih diselidiki, dugaan sementara akibat korsleting listrik. "Karena sebelum meninggalkan rumah, ibu korban tidak melakukan aktivitas memasak," tuturnya.

Adapun kemungkinan yang ada, kedua bocah tersebut sedang tertidur, karena saat anggota Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) menemukannya di kamar. "Apalagi saat kejadian warga sempat mau mendobrak pintu depan, tapi api sudah terlanjur membesar," jelasnya.

Dalam kejadian kebakaran ini menghanguskan dua buah rumah. Punya Rahman hangus 100 persen atau rusak berat dan rumah Mardiansyah disewa oleh Aris mengalami rusak ringan. "Dalam proses pemadaman, memang mengalami kesulitan. Dikarenakan akses jalan sempit," ucapnya.

PROKALTENG.CO-Canda tawa Rabiatul Adawiah atau biasa dipanggil Rara (9) bersama adiknya Humairah (5) dan Bukroni (3), selalu menghiasi keseharian warga Desa Raya Belanti RT 4 Kecamatan Binuang.

Karena dalam sehari-hari, Rara selalu menjaga adik-adiknya di rumah. Di tengah kesibukan orang tuanya untuk mencari nafkah mereka bertiga.

Walaupun ketiga bocah ini memiliki ayah yang beda, tapi mereka selalu bersama-sama. Rara merupakan anak dari suami pertama ibunya, sedangkan Bukroni anak dari suami kedua, sekarang ini bernama Rahman.

Rahman sendiri saat kejadian tidak berada di lokasi, ia bekerja di Samarinda. Sedangkan Kamariah ibu kedua korban, juga tidak ada di rumah, karena sedang menghadiri arisan di rumah tetangga. Bersama anaknya, Humairah.

Namun canda tawa ketiga bocah tersebut tidak bisa terlihat. Rara dan Bukroni sudah tidak ada lagi. Dikarenakan menjadi korban kebakaran, terjebak di rumah.

Baca Juga :  TNI AL Serbu Desa Guntung Manggis, Warga Berterima Kasih

Kebakaran yang terjadi, Senin (12/7) sekitar pukul 21.20 Wita begitu cepat terjadi, api yang awal-awal hanya gumpalan asap, tiba-tiba langsung membesar.

"Memang api langsung membesar, kami pun langsung panik. Kebetulan si ibu yang sedang berada di rumah tetangga, tahu bahwa anaknya masih didalam, mau menerobos tapi tidak bisa," ucap Darliansyah, tokoh masyarakat sekitar.

Pria berumur 58 tahun ini, sering memperhatikan ketiga bocah tersebut, menurutnya setiap hari sang kakak selalu menjaga adik-adiknya di rumah. Di saat kedua orang tua sedang bekerja. "Saat lewat depan rumah, saya selalu memperhatikan mereka berdua. Mereka sering bercanda diluar," kenangnya, Selasa (13/7) siang.

Saat koran ini mencoba mewawancarai keluarga, Darliansyah memberitahukan bahwa ibunya belum bisa berkomunikasi dengan baik. Karena masih shok atas kehilangan dua buah hatinya. "Sementara ayahnya baru datang dari Samarinda," tuturnya.

Baca Juga :  Lagi Antri, Sopir Truk Malah Dipalak, Kisran Tertangkap Basah

Pantauan Radar Banjarmasin, suasana haru masih menyelimuti warga sekitar. Kedua bocah tersebut sudah dimakamkan, tidak jauh dari lokasi kebakaran. Bantuan juga terus berdatangan.

Kapolsek Binuang Iptu Bara Pratama Mahaputra menjelaskan, sementara ini untuk penyebab kebakaran masih diselidiki, dugaan sementara akibat korsleting listrik. "Karena sebelum meninggalkan rumah, ibu korban tidak melakukan aktivitas memasak," tuturnya.

Adapun kemungkinan yang ada, kedua bocah tersebut sedang tertidur, karena saat anggota Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) menemukannya di kamar. "Apalagi saat kejadian warga sempat mau mendobrak pintu depan, tapi api sudah terlanjur membesar," jelasnya.

Dalam kejadian kebakaran ini menghanguskan dua buah rumah. Punya Rahman hangus 100 persen atau rusak berat dan rumah Mardiansyah disewa oleh Aris mengalami rusak ringan. "Dalam proses pemadaman, memang mengalami kesulitan. Dikarenakan akses jalan sempit," ucapnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/