31 C
Jakarta
Friday, February 27, 2026

Masih Banyak yang Abai Bahaya Listrik, PLN Turun ke SMKN 2 Banjarbaru Beri Edukasi Keselamatan

PROKALTENG.CO – Soal keselamatan ketenagalistrikan masih kerap dianggap sepele. Padahal, risiko korsleting, instalasi tak standar hingga aktivitas berbahaya di dekat jaringan listrik bisa berujung fatal. Untuk menekan potensi itu sejak dini, PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UP2D Kalselteng) menggelar sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan di SMKN 2 Banjarbaru, Kamis (12/02).

Puluhan siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka tak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif bertanya seputar bahaya listrik di rumah maupun lingkungan sekitar. Materi yang diberikan pun praktis dan dekat dengan keseharian, mulai dari mengenali risiko kelistrikan, penggunaan peralatan listrik yang aman, hingga langkah pencegahan kecelakaan akibat listrik.

Baca Juga :  Manfaatkan Jeriken Bekas untuk Pelampung, Warga Lamandau Budidaya Ikan Gabus di Keramba

Team Leader K3LK PLN UP2D Kalselteng, M. Ade Rosairi, menegaskan pemahaman keselamatan listrik harus dimiliki semua kalangan, terutama generasi muda.

“Kalau masyarakat paham risiko listrik, potensi bahaya bisa dikenali lebih cepat dan dicegah. Edukasi seperti ini penting agar kesadaran menggunakan listrik secara aman benar-benar tumbuh,” ujarnya.

Ade juga mengingatkan siswa agar tidak ragu melapor jika menemukan potensi bahaya di sekitar jaringan listrik.

“Kalau ada aktivitas berbahaya di dekat jaringan atau instalasi yang tidak sesuai standar, segera laporkan ke kanal resmi PLN seperti Call Center 123 supaya bisa cepat ditindaklanjuti,” tegasnya.

Guru SMKN 2 Banjarbaru, Nazwa Mufidah, S.Pd., mengapresiasi langkah PLN yang turun langsung ke sekolah.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tangis Maria Pecah Saat Rumahnya Akhirnya Terang, Mimpi Panjang Itu Jadi Nyata

“Anak-anak jadi lebih paham soal risiko listrik. Ini penting, bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tapi juga bisa mereka sampaikan ke keluarga di rumah,” katanya.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menambahkan bahwa edukasi keselamatan ketenagalistrikan menjadi bagian dari komitmen perusahaan, bukan sekadar menjaga keandalan sistem.

“Kami ingin budaya keselamatan ini tertanam sejak dini. Listrik memang kebutuhan utama, tapi penggunaannya harus tetap aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Lewat sosialisasi ini, PLN berharap para pelajar tak hanya menjadi pengguna listrik yang cerdas, tetapi juga agen perubahan yang peduli keselamatan di lingkungan masing-masing. (tim)

PROKALTENG.CO – Soal keselamatan ketenagalistrikan masih kerap dianggap sepele. Padahal, risiko korsleting, instalasi tak standar hingga aktivitas berbahaya di dekat jaringan listrik bisa berujung fatal. Untuk menekan potensi itu sejak dini, PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UP2D Kalselteng) menggelar sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan di SMKN 2 Banjarbaru, Kamis (12/02).

Puluhan siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka tak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif bertanya seputar bahaya listrik di rumah maupun lingkungan sekitar. Materi yang diberikan pun praktis dan dekat dengan keseharian, mulai dari mengenali risiko kelistrikan, penggunaan peralatan listrik yang aman, hingga langkah pencegahan kecelakaan akibat listrik.

Baca Juga :  Manfaatkan Jeriken Bekas untuk Pelampung, Warga Lamandau Budidaya Ikan Gabus di Keramba

Team Leader K3LK PLN UP2D Kalselteng, M. Ade Rosairi, menegaskan pemahaman keselamatan listrik harus dimiliki semua kalangan, terutama generasi muda.

Electronic money exchangers listing

“Kalau masyarakat paham risiko listrik, potensi bahaya bisa dikenali lebih cepat dan dicegah. Edukasi seperti ini penting agar kesadaran menggunakan listrik secara aman benar-benar tumbuh,” ujarnya.

Ade juga mengingatkan siswa agar tidak ragu melapor jika menemukan potensi bahaya di sekitar jaringan listrik.

“Kalau ada aktivitas berbahaya di dekat jaringan atau instalasi yang tidak sesuai standar, segera laporkan ke kanal resmi PLN seperti Call Center 123 supaya bisa cepat ditindaklanjuti,” tegasnya.

Guru SMKN 2 Banjarbaru, Nazwa Mufidah, S.Pd., mengapresiasi langkah PLN yang turun langsung ke sekolah.

Baca Juga :  Tangis Maria Pecah Saat Rumahnya Akhirnya Terang, Mimpi Panjang Itu Jadi Nyata

“Anak-anak jadi lebih paham soal risiko listrik. Ini penting, bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tapi juga bisa mereka sampaikan ke keluarga di rumah,” katanya.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menambahkan bahwa edukasi keselamatan ketenagalistrikan menjadi bagian dari komitmen perusahaan, bukan sekadar menjaga keandalan sistem.

“Kami ingin budaya keselamatan ini tertanam sejak dini. Listrik memang kebutuhan utama, tapi penggunaannya harus tetap aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Lewat sosialisasi ini, PLN berharap para pelajar tak hanya menjadi pengguna listrik yang cerdas, tetapi juga agen perubahan yang peduli keselamatan di lingkungan masing-masing. (tim)

Terpopuler

Artikel Terbaru