31.4 C
Jakarta
Monday, March 9, 2026

PLN dan Borneo Indobara Teken 23.040 REC, Perkuat Energi Bersih di Sektor Tambang

PROKALTENG.CO— PT Borneo Indobara (BIB) menambah pembelian 23.040 unit Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Langkah ini menegaskan komitmen penggunaan listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) di sektor pertambangan, sekaligus memperkuat agenda dekarbonisasi industri.

Penandatanganan perjanjian jual beli REC itu berlangsung di Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (8/2). Tambahan 23.040 unit REC tersebut setara 40.000 megavolt ampere (MVA) listrik berbasis energi terbarukan yang akan menopang kebutuhan operasional BIB.

REC merupakan sertifikat digital yang merepresentasikan atribut lingkungan dari satu megawatt hour (MWh) listrik yang dihasilkan dari sumber energi terbarukan, seperti surya, air, atau panas bumi. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa listrik yang digunakan pelanggan mendapat dukungan kontribusi EBT, meski secara teknis tetap disalurkan melalui sistem jaringan terpadu PLN.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Serahkan 2.085 Unit APD ke Perusahaan Perkebunan

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyebut kolaborasi tersebut sebagai bentuk konkret dukungan PLN terhadap transisi energi di sektor industri.

“PLN berkomitmen mendukung daya saing industri nasional melalui pemanfaatan energi bersih. Kami menyediakan opsi listrik hijau 100 persen yang dipasok dari pembangkit berbasis EBT lewat layanan REC,” ujar Adi.

Menurut dia, kerja sama ini bukan sekadar transaksi sertifikat, melainkan langkah strategis menghadapi tuntutan global terkait dekarbonisasi dan praktik keberlanjutan.

Chief Operating Officer BIB, Raden Utoro, mengapresiasi dukungan PLN dalam mendukung implementasi program Green Mining Realization di lingkungan perusahaan.

Electronic money exchangers listing

“Kami mengapresiasi dukungan PLN. Keandalan pasokan listrik sangat krusial karena gangguan sekecil apa pun bisa langsung berdampak pada aktivitas operasional tambang,” kata Raden.

Ia menambahkan, kebutuhan listrik bersih akan terus meningkat seiring pengembangan titik tambang BIB. Dukungan teknis dan infrastruktur ketenagalistrikan, termasuk transmisi serta pembangunan gardu induk, dinilai penting untuk menopang kebutuhan daya puncak yang diproyeksikan mencapai 200–240 MVA pada 2028.

Baca Juga :  PLN Siap Suplai Listrik Pabrik Prekursor Baterai di KEK Setangga Kalsel

“Program ini termasuk yang pertama berskala besar di Indonesia. Target elektrifikasi pada 2026 mencapai 25 persen armada alat berat berbasis listrik, meningkat menjadi 75 persen pada 2028, dan mengarah pada nol emisi pada 2028–2029,” ujarnya.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyatakan penjualan 23.040 unit REC tersebut menjadi capaian terbesar di wilayah Kalimantan.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan PT Borneo Indobara kepada PLN,” ucap Iwan.

Ia optimistis kolaborasi ini bisa menjadi tolok ukur transformasi energi bersih di sektor pertambangan nasional. Dengan pasokan listrik andal dan berkualitas, PLN siap mendukung pertumbuhan industri sekaligus membantu pencapaian target lingkungan di tengah era transisi energi. (tim)

PROKALTENG.CO— PT Borneo Indobara (BIB) menambah pembelian 23.040 unit Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Langkah ini menegaskan komitmen penggunaan listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) di sektor pertambangan, sekaligus memperkuat agenda dekarbonisasi industri.

Penandatanganan perjanjian jual beli REC itu berlangsung di Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (8/2). Tambahan 23.040 unit REC tersebut setara 40.000 megavolt ampere (MVA) listrik berbasis energi terbarukan yang akan menopang kebutuhan operasional BIB.

REC merupakan sertifikat digital yang merepresentasikan atribut lingkungan dari satu megawatt hour (MWh) listrik yang dihasilkan dari sumber energi terbarukan, seperti surya, air, atau panas bumi. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa listrik yang digunakan pelanggan mendapat dukungan kontribusi EBT, meski secara teknis tetap disalurkan melalui sistem jaringan terpadu PLN.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Palangka Raya Serahkan 2.085 Unit APD ke Perusahaan Perkebunan

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyebut kolaborasi tersebut sebagai bentuk konkret dukungan PLN terhadap transisi energi di sektor industri.

“PLN berkomitmen mendukung daya saing industri nasional melalui pemanfaatan energi bersih. Kami menyediakan opsi listrik hijau 100 persen yang dipasok dari pembangkit berbasis EBT lewat layanan REC,” ujar Adi.

Menurut dia, kerja sama ini bukan sekadar transaksi sertifikat, melainkan langkah strategis menghadapi tuntutan global terkait dekarbonisasi dan praktik keberlanjutan.

Chief Operating Officer BIB, Raden Utoro, mengapresiasi dukungan PLN dalam mendukung implementasi program Green Mining Realization di lingkungan perusahaan.

“Kami mengapresiasi dukungan PLN. Keandalan pasokan listrik sangat krusial karena gangguan sekecil apa pun bisa langsung berdampak pada aktivitas operasional tambang,” kata Raden.

Ia menambahkan, kebutuhan listrik bersih akan terus meningkat seiring pengembangan titik tambang BIB. Dukungan teknis dan infrastruktur ketenagalistrikan, termasuk transmisi serta pembangunan gardu induk, dinilai penting untuk menopang kebutuhan daya puncak yang diproyeksikan mencapai 200–240 MVA pada 2028.

Baca Juga :  PLN Siap Suplai Listrik Pabrik Prekursor Baterai di KEK Setangga Kalsel

“Program ini termasuk yang pertama berskala besar di Indonesia. Target elektrifikasi pada 2026 mencapai 25 persen armada alat berat berbasis listrik, meningkat menjadi 75 persen pada 2028, dan mengarah pada nol emisi pada 2028–2029,” ujarnya.

General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menyatakan penjualan 23.040 unit REC tersebut menjadi capaian terbesar di wilayah Kalimantan.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan PT Borneo Indobara kepada PLN,” ucap Iwan.

Ia optimistis kolaborasi ini bisa menjadi tolok ukur transformasi energi bersih di sektor pertambangan nasional. Dengan pasokan listrik andal dan berkualitas, PLN siap mendukung pertumbuhan industri sekaligus membantu pencapaian target lingkungan di tengah era transisi energi. (tim)

Terpopuler

Artikel Terbaru