Tinggalkan Istri dan Anak, Helmi Tempuh 8 Jam Demi Padamkan Karhutla di Tumbang Nusa

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Di balik upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, tersimpan kisah pengorbanan para petugas di garis depan. Salah satunya Koordinator UPT KPHP Barito Tengah, Helmi Hadi, yang rela meninggalkan istri dan anak demi membantu operasi pemadaman.

Helmi bersama enam personel lainnya diberangkatkan dari Muara Teweh untuk memperkuat tim gabungan yang bertugas memadamkan api di kawasan Tumbang Nusa. Mereka menempuh perjalanan sekitar delapan jam sebelum langsung diterjunkan ke lokasi kebakaran.

“Kami berangkat dari Muara Teweh hari Selasa sekitar pukul 14.00 WIB dan tiba sekitar tengah malam. Besok paginya langsung turun memadamkan api,” kata Helmi.

Baca Juga :  Kemenag Kota Fokus Delapan Program Prioritas yang Ditetapkan Kementerian Agama

Ia mengaku penugasan di Tumbang Nusa menjadi pengalaman pertamanya menghadapi kebakaran di lahan gambut. Kondisi tersebut sempat membuat tim mengalami kendala, terutama dalam menentukan strategi pemadaman.

“Pertama kali di lahan gambut, kami belum terbiasa. Sempat ada miskomunikasi terkait teknik pemadaman, terutama menyesuaikan arah angin,” ujarnya.

Namun, seiring berjalannya operasi, koordinasi antarpersonel semakin baik. Seluruh petugas kini bekerja dalam satu komando sehingga proses pemadaman berjalan lebih terarah dengan tetap mengutamakan keselamatan.

“Sekarang sudah satu komando. Kami ada tujuh orang. Yang paling penting adalah menjaga keselamatan saat bekerja,” tuturnya.

Electronic money exchangers listing

Di balik tugas berat tersebut, Helmi harus mengorbankan waktu bersama keluarga. Selama beberapa hari terakhir, ia meninggalkan istri dan anak demi menjalankan tugas kemanusiaan di lokasi karhutla.

Baca Juga :  Rayakan HUT, Korem 102 Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

“Waktu bersama keluarga jelas berkurang. Sudah beberapa hari meninggalkan istri dan anak. Biasanya masih sempat berolahraga, sekarang fokus penuh di lapangan,” ungkapnya.

Meski harus berjauhan dengan keluarga dan menghadapi medan yang berat, Helmi memastikan dirinya bersama rekan-rekannya tetap berkomitmen membantu penanganan karhutla hingga api berhasil dikendalikan. Baginya, menjaga hutan dan melindungi masyarakat dari dampak kebakaran merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sepenuh hati. (jef)

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Di balik upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, tersimpan kisah pengorbanan para petugas di garis depan. Salah satunya Koordinator UPT KPHP Barito Tengah, Helmi Hadi, yang rela meninggalkan istri dan anak demi membantu operasi pemadaman.

Helmi bersama enam personel lainnya diberangkatkan dari Muara Teweh untuk memperkuat tim gabungan yang bertugas memadamkan api di kawasan Tumbang Nusa. Mereka menempuh perjalanan sekitar delapan jam sebelum langsung diterjunkan ke lokasi kebakaran.

“Kami berangkat dari Muara Teweh hari Selasa sekitar pukul 14.00 WIB dan tiba sekitar tengah malam. Besok paginya langsung turun memadamkan api,” kata Helmi.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Kemenag Kota Fokus Delapan Program Prioritas yang Ditetapkan Kementerian Agama

Ia mengaku penugasan di Tumbang Nusa menjadi pengalaman pertamanya menghadapi kebakaran di lahan gambut. Kondisi tersebut sempat membuat tim mengalami kendala, terutama dalam menentukan strategi pemadaman.

“Pertama kali di lahan gambut, kami belum terbiasa. Sempat ada miskomunikasi terkait teknik pemadaman, terutama menyesuaikan arah angin,” ujarnya.

Namun, seiring berjalannya operasi, koordinasi antarpersonel semakin baik. Seluruh petugas kini bekerja dalam satu komando sehingga proses pemadaman berjalan lebih terarah dengan tetap mengutamakan keselamatan.

“Sekarang sudah satu komando. Kami ada tujuh orang. Yang paling penting adalah menjaga keselamatan saat bekerja,” tuturnya.

Di balik tugas berat tersebut, Helmi harus mengorbankan waktu bersama keluarga. Selama beberapa hari terakhir, ia meninggalkan istri dan anak demi menjalankan tugas kemanusiaan di lokasi karhutla.

Baca Juga :  Rayakan HUT, Korem 102 Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

“Waktu bersama keluarga jelas berkurang. Sudah beberapa hari meninggalkan istri dan anak. Biasanya masih sempat berolahraga, sekarang fokus penuh di lapangan,” ungkapnya.

Meski harus berjauhan dengan keluarga dan menghadapi medan yang berat, Helmi memastikan dirinya bersama rekan-rekannya tetap berkomitmen membantu penanganan karhutla hingga api berhasil dikendalikan. Baginya, menjaga hutan dan melindungi masyarakat dari dampak kebakaran merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sepenuh hati. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru