Meski Sudah Padam, Lokasi Karhutla di Petuk Ketimpun Masih Berasap
Petugas tim gabungan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat berada di lokasi kebakaran lahan, Rabu (30/8). (Foto : Hendrawan/Prokalteng.Co)
PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Di musim kemarau saat ini ancaman karhutla terus menghantui sejumlah wilayah di Kota Palangkaraya. Ancaman karhutla itu ditandai munculnya titik panas (hotspot). Seperti yang terjadi kebakaran lahan di wilayah Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya, Selasa (29/8) kemarin.
Kepala Bidang (Kabib) Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Heri Fauzi mengatakan meskipun kobaran api yang membakar lahan kosong tersebut telah berhasil dipadamkan petugas, namun ternyata masih mengeluarkan asap.
Kabib Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Heri Fauzi
“Kemarin kondisi selesai agak malam. Tidak sempat evaluasi dan dialihkan ke hari ini, untuk mengevaluasi apa yang sudah kita laksanakan. Kemudian langkah apa yang akan kita ambil,” kata Heri Fauzi usai menggelar apel pagi bersama tim gabungan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Rabu, (30/8).
Menurutnya, tim akan mefokuskan penanganan lanjutan ke wilayah yang paling luas sejauh ini di wilayah Kelurahan Petuk Ketimpun tersebut. sementara disinggung terkait kendala penanganan, dia menyebutkan bahwa wilayah yang jauh dari jangkauan, keterbatasan jangkauan selang pemadam dan sumber air yang sulit diperoleh, menjadi faktor utama kendala bagi tim.
Kendati demikian, ia sangat bersyukur atas bantuan unit Helikopter Water Boomber (WB) dari Provinsi Kalteng yang ikut serta memadamkan lokasi karhutla tersebut. Dikatakan Heri, sebanyak 114 personel diturunkan dibagi ke beberapa titik wilayah kebakaran. Secara khusus untuk hari ini, 50 personel diturunkan ke wilayah Kelurahan Petuk Ketimpun.
Sejauh ini, ia mengatakan masih belum ditemukan penyebab kebakaran puluhan hektar di wilayah tersebut. “Sementara masih dilakukan penyelidikan oleh aparat. Jadi kita masih belum memastikan apakah itu faktor sengaja dibakar atau memang terbakar,”pungkasnya. (*hdw/hnd)
PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Di musim kemarau saat ini ancaman karhutla terus menghantui sejumlah wilayah di Kota Palangkaraya. Ancaman karhutla itu ditandai munculnya titik panas (hotspot). Seperti yang terjadi kebakaran lahan di wilayah Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya, Selasa (29/8) kemarin.
Kepala Bidang (Kabib) Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Heri Fauzi mengatakan meskipun kobaran api yang membakar lahan kosong tersebut telah berhasil dipadamkan petugas, namun ternyata masih mengeluarkan asap.
Kabib Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Heri Fauzi
“Kemarin kondisi selesai agak malam. Tidak sempat evaluasi dan dialihkan ke hari ini, untuk mengevaluasi apa yang sudah kita laksanakan. Kemudian langkah apa yang akan kita ambil,” kata Heri Fauzi usai menggelar apel pagi bersama tim gabungan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Rabu, (30/8).
Menurutnya, tim akan mefokuskan penanganan lanjutan ke wilayah yang paling luas sejauh ini di wilayah Kelurahan Petuk Ketimpun tersebut. sementara disinggung terkait kendala penanganan, dia menyebutkan bahwa wilayah yang jauh dari jangkauan, keterbatasan jangkauan selang pemadam dan sumber air yang sulit diperoleh, menjadi faktor utama kendala bagi tim.
Kendati demikian, ia sangat bersyukur atas bantuan unit Helikopter Water Boomber (WB) dari Provinsi Kalteng yang ikut serta memadamkan lokasi karhutla tersebut. Dikatakan Heri, sebanyak 114 personel diturunkan dibagi ke beberapa titik wilayah kebakaran. Secara khusus untuk hari ini, 50 personel diturunkan ke wilayah Kelurahan Petuk Ketimpun.
Sejauh ini, ia mengatakan masih belum ditemukan penyebab kebakaran puluhan hektar di wilayah tersebut. “Sementara masih dilakukan penyelidikan oleh aparat. Jadi kita masih belum memastikan apakah itu faktor sengaja dibakar atau memang terbakar,”pungkasnya. (*hdw/hnd)