29.4 C
Jakarta
Tuesday, January 27, 2026

Pulihkan Kawasan Rawan Narkotika Lewat Program Pemberdayaan Masyarakat

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah (BNNP Kalteng) terus menguatkan strategi pencegahan narkotika melalui program pemberdayaan masyarakat di kawasan rawan narkotika sepanjang tahun 2025.

Kepala BNNP Kalimantan Tengah, Kombes Pol Mada Roostanto mengatakan, melalui Bidang Pemberdayaan Masyarakat, BNN Kalteng bersama jajaran telah melaksanakan program pemulihan kawasan rawan narkotika di tiga wilayah rawan. Ini melebihi target awal yang ditetapkan hanya dua kawasan.

“Program ini kami arahkan untuk membangun kemandirian masyarakat agar mampu berperan aktif dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika di lingkungannya masing-masing,” kata Mada Roostanto, Senin (29/12/2025).

Pemulihan kawasan rawan tersebut, menurutnya diwujudkan melalui program kewirausahaan dalam bentuk bimbingan teknis dan pelatihan lifeskill kepada 50 orang masyarakat yang berasal dari kawasan rawan narkotika.

Baca Juga :  Wagub Hadiri Kenal Pamit Wakapolda Kalteng

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan ekonomi sekaligus mengurangi kerentanan masyarakat terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Selain itu, BNN Kalteng juga memperkuat peran penggiat P4GN dengan melatih sebanyak 156 orang yang berasal dari lingkungan instansi pemerintah dan dunia pendidikan. Para penggiat ini dipersiapkan sebagai agen perubahan yang dapat menyebarkan nilai-nilai pencegahan narkotika secara berkelanjutan.

Dalam upaya deteksi dini, tes urine secara mandiri telah dilaksanakan terhadap 6.093 orang dari 42 instansi dan perusahaan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, sebanyak 137 orang atau sekitar 2,25 persen terindikasi menyalahgunakan narkoba.

Electronic money exchangers listing

“Kami mendorong deteksi dini sebagai langkah awal pencegahan agar penyalahgunaan narkotika dapat segera ditangani sebelum berdampak lebih luas,” ujarnya.

Baca Juga :  Semangat Anak-anak Jadi Kunci Keberhasilan

BNN Kalteng juga melakukan pengukuran Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) penggiat P4GN berdasarkan enam aspek penilaian. Hasilnya, rata-rata IKP BNN Provinsi Kalimantan Tengah dan BNN kabupaten/kota jajaran mencapai angka 3,71 dengan kategori sangat mandiri.

Sementara itu, pengukuran Indeks Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) menunjukkan Provinsi Kalimantan Tengah meraih nilai 3,25 dengan kategori sangat tanggap, yang mencerminkan kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman narkoba secara kolaboratif. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah (BNNP Kalteng) terus menguatkan strategi pencegahan narkotika melalui program pemberdayaan masyarakat di kawasan rawan narkotika sepanjang tahun 2025.

Kepala BNNP Kalimantan Tengah, Kombes Pol Mada Roostanto mengatakan, melalui Bidang Pemberdayaan Masyarakat, BNN Kalteng bersama jajaran telah melaksanakan program pemulihan kawasan rawan narkotika di tiga wilayah rawan. Ini melebihi target awal yang ditetapkan hanya dua kawasan.

“Program ini kami arahkan untuk membangun kemandirian masyarakat agar mampu berperan aktif dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika di lingkungannya masing-masing,” kata Mada Roostanto, Senin (29/12/2025).

Electronic money exchangers listing

Pemulihan kawasan rawan tersebut, menurutnya diwujudkan melalui program kewirausahaan dalam bentuk bimbingan teknis dan pelatihan lifeskill kepada 50 orang masyarakat yang berasal dari kawasan rawan narkotika.

Baca Juga :  Wagub Hadiri Kenal Pamit Wakapolda Kalteng

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan ekonomi sekaligus mengurangi kerentanan masyarakat terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Selain itu, BNN Kalteng juga memperkuat peran penggiat P4GN dengan melatih sebanyak 156 orang yang berasal dari lingkungan instansi pemerintah dan dunia pendidikan. Para penggiat ini dipersiapkan sebagai agen perubahan yang dapat menyebarkan nilai-nilai pencegahan narkotika secara berkelanjutan.

Dalam upaya deteksi dini, tes urine secara mandiri telah dilaksanakan terhadap 6.093 orang dari 42 instansi dan perusahaan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, sebanyak 137 orang atau sekitar 2,25 persen terindikasi menyalahgunakan narkoba.

“Kami mendorong deteksi dini sebagai langkah awal pencegahan agar penyalahgunaan narkotika dapat segera ditangani sebelum berdampak lebih luas,” ujarnya.

Baca Juga :  Semangat Anak-anak Jadi Kunci Keberhasilan

BNN Kalteng juga melakukan pengukuran Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) penggiat P4GN berdasarkan enam aspek penilaian. Hasilnya, rata-rata IKP BNN Provinsi Kalimantan Tengah dan BNN kabupaten/kota jajaran mencapai angka 3,71 dengan kategori sangat mandiri.

Sementara itu, pengukuran Indeks Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) menunjukkan Provinsi Kalimantan Tengah meraih nilai 3,25 dengan kategori sangat tanggap, yang mencerminkan kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman narkoba secara kolaboratif. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru