28.2 C
Jakarta
Saturday, January 24, 2026

Jelang Tahun Baru, Harga Cabai di Palangka Raya Makin “Pedas”

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, memastikan kondisi inflasi di Kota Palangka Raya hingga akhir tahun masih terkendali dengan kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas cabai.

“Untuk Kota Palangka Raya sampai dengan per tanggal 29 hari Senin ini, kenaikan harga hanya terjadi pada cabai. Baik cabai keriting maupun cabai rawit, dengan yang paling tinggi pada cabai rawit,” kata Fairid, Senin (29/12/2025).

Dia menyebutkan, cabai rawit mengalami kenaikan harga sekitar 43 persen. Sementara cabai keriting naik sekitar 30 persen. Sedangkan komoditas bahan pokok lainnya masih berada dalam kondisi aman.

“Yang lainnya dalam situasi aman dan tidak ada permasalahan harga,” ujarnya.

Baca Juga :  Perayaan Tahun Baru Masehi dari Sudut Pandang Islam

Dia menjelaskan, kenaikan harga cabai tersebut, juga terjadi secara nasional dan bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan, melainkan meningkatnya permintaan masyarakat.

“Secara nasional memang ada kenaikan, tetapi stok sebenarnya tidak ada permasalahan. Baik nasional maupun di Kota Palangka Raya. Kemungkinan karena permintaan meningkat,” katanya.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Natal, Tahun Baru, hingga agenda keagamaan seperti Haul Guru Sekumpul turut memengaruhi tingginya permintaan cabai tersebut di pasaran.

Electronic money exchangers listing

“Selain faktor-faktor itu, untuk komoditas lainnya tidak ada permasalahan,” tutupnya. (*adr/hnd)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, memastikan kondisi inflasi di Kota Palangka Raya hingga akhir tahun masih terkendali dengan kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas cabai.

“Untuk Kota Palangka Raya sampai dengan per tanggal 29 hari Senin ini, kenaikan harga hanya terjadi pada cabai. Baik cabai keriting maupun cabai rawit, dengan yang paling tinggi pada cabai rawit,” kata Fairid, Senin (29/12/2025).

Dia menyebutkan, cabai rawit mengalami kenaikan harga sekitar 43 persen. Sementara cabai keriting naik sekitar 30 persen. Sedangkan komoditas bahan pokok lainnya masih berada dalam kondisi aman.

Electronic money exchangers listing

“Yang lainnya dalam situasi aman dan tidak ada permasalahan harga,” ujarnya.

Baca Juga :  Perayaan Tahun Baru Masehi dari Sudut Pandang Islam

Dia menjelaskan, kenaikan harga cabai tersebut, juga terjadi secara nasional dan bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan, melainkan meningkatnya permintaan masyarakat.

“Secara nasional memang ada kenaikan, tetapi stok sebenarnya tidak ada permasalahan. Baik nasional maupun di Kota Palangka Raya. Kemungkinan karena permintaan meningkat,” katanya.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Natal, Tahun Baru, hingga agenda keagamaan seperti Haul Guru Sekumpul turut memengaruhi tingginya permintaan cabai tersebut di pasaran.

“Selain faktor-faktor itu, untuk komoditas lainnya tidak ada permasalahan,” tutupnya. (*adr/hnd)

Terpopuler

Artikel Terbaru