28.5 C
Jakarta
Friday, January 30, 2026

Banyak Titik Gelap dan Berlubang, Polisi Soroti Kerawanan Lalu Lintas Lamandau

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Sejumlah titik di wilayah Kabupaten Lamandau hingga saat ini dilaporkan masih minim penerangan jalan umum dan rambu-rambu lalu lintas, khususnya pada area perempatan jalan Lintas Kalimantan.

Kondisi jalan dan penerangan yang kurang memadai ini diperparah dengan banyaknya lubang di badan jalan yang mengintai para pengendara.

Situasi tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan dalam beberapa hari terakhir, insiden kecelakaan lalu lintas, khususnya kecelakaan tunggal, marak terjadi di wilayah hukum Kabupaten Lamandau.

Sebagian besar kecelakaan tersebut didominasi oleh faktor eksternal berupa kondisi jalan yang rusak parah dan gelap saat malam hari.

Pengendara seringkali tidak menyadari adanya lubang atau persimpangan karena terbatasnya jarak pandang dan kurangnya marka peringatan.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Menurun, Kini RS Doris Sylvanus Mulai Lengang

Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, mengonfirmasi bahwa kerawanan lalu lintas di wilayahnya memang sangat dipengaruhi oleh kondisi sarana prasarana yang ada.

Electronic money exchangers listing

Ia menuturkan bahwa titik-titik rawan kecelakaan di Kabupaten Lamandau sebagian besar memiliki karakteristik yang sama, yakni minim lampu penerangan dan permukaan aspal yang tidak rata atau berlubang.

Hal ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian demi menekan angka fatalitas di jalan raya.

“Kecelakaan terjadi kebanyakan akibat minimnya penerangan dan jalan berlubang,” ujar AKBP Joko Handono dalam keterangannya, Sabtu (24/1).

Menurutnya, faktor lingkungan tersebut seringkali membuat pengendara kehilangan kendali atas kendaraannya, terutama bagi mereka yang kurang mengenal medan atau melintas pada cuaca buruk.

Baca Juga :  Merasa Disudutkan, Taufik Nurdin Berencana Laporkan Oknum Anggota DPRD ke Penegak Hukum dan DAD

Menanggapi permasalahan klasik tersebut, pihak Polres Lamandau tidak tinggal diam.

AKBP Joko Handono menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya preventif untuk meminimalisir risiko kecelakaan.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah memperkuat komunikasi lintas sektoral guna mencari solusi permanen terhadap perbaikan infrastruktur jalan di titik-titik rawan tersebut.

“Kita sudah upaya berkolaborasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk koordinasi mengenai kerawanan lalu lintas di wilayah Kabupaten Lamandau,” tutup Kapolres.

Sinergi ini diharapkan dapat segera membuahkan hasil berupa perbaikan jalan dan penambahan lampu penerangan demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat luas. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Sejumlah titik di wilayah Kabupaten Lamandau hingga saat ini dilaporkan masih minim penerangan jalan umum dan rambu-rambu lalu lintas, khususnya pada area perempatan jalan Lintas Kalimantan.

Kondisi jalan dan penerangan yang kurang memadai ini diperparah dengan banyaknya lubang di badan jalan yang mengintai para pengendara.

Situasi tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut.

Electronic money exchangers listing

Berdasarkan pantauan di lapangan dalam beberapa hari terakhir, insiden kecelakaan lalu lintas, khususnya kecelakaan tunggal, marak terjadi di wilayah hukum Kabupaten Lamandau.

Sebagian besar kecelakaan tersebut didominasi oleh faktor eksternal berupa kondisi jalan yang rusak parah dan gelap saat malam hari.

Pengendara seringkali tidak menyadari adanya lubang atau persimpangan karena terbatasnya jarak pandang dan kurangnya marka peringatan.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Menurun, Kini RS Doris Sylvanus Mulai Lengang

Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, mengonfirmasi bahwa kerawanan lalu lintas di wilayahnya memang sangat dipengaruhi oleh kondisi sarana prasarana yang ada.

Ia menuturkan bahwa titik-titik rawan kecelakaan di Kabupaten Lamandau sebagian besar memiliki karakteristik yang sama, yakni minim lampu penerangan dan permukaan aspal yang tidak rata atau berlubang.

Hal ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian demi menekan angka fatalitas di jalan raya.

“Kecelakaan terjadi kebanyakan akibat minimnya penerangan dan jalan berlubang,” ujar AKBP Joko Handono dalam keterangannya, Sabtu (24/1).

Menurutnya, faktor lingkungan tersebut seringkali membuat pengendara kehilangan kendali atas kendaraannya, terutama bagi mereka yang kurang mengenal medan atau melintas pada cuaca buruk.

Baca Juga :  Merasa Disudutkan, Taufik Nurdin Berencana Laporkan Oknum Anggota DPRD ke Penegak Hukum dan DAD

Menanggapi permasalahan klasik tersebut, pihak Polres Lamandau tidak tinggal diam.

AKBP Joko Handono menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya preventif untuk meminimalisir risiko kecelakaan.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah memperkuat komunikasi lintas sektoral guna mencari solusi permanen terhadap perbaikan infrastruktur jalan di titik-titik rawan tersebut.

“Kita sudah upaya berkolaborasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan (Dishub) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk koordinasi mengenai kerawanan lalu lintas di wilayah Kabupaten Lamandau,” tutup Kapolres.

Sinergi ini diharapkan dapat segera membuahkan hasil berupa perbaikan jalan dan penambahan lampu penerangan demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat luas. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru