PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sepanjang tahun 2024 Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kalteng) beserta jajaran, merehabilitasi 124 orang klien. Terdiri dari 106 orang (85%) rawat jalan, 12 orang (10%) di rujuk dan 6 orang rawat inap (5%).
“Berdasarkan jenis kelamin. Laki-laki sebanyak 110 orang (89%) sedangkan perempuan sebanyak 14 orang (11%). Jenis narkoba yang paling banyak dikonsumsi yaitu sabu sebanyak 95 orang (76%)dan paling sedikit menggunakan inex sebanyak 5 orang (4%), ” ujar Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol Joko Setiono.
Dikatakannya. Umur paling muda yang mengakses layanan rehabilitasi di berumur 14 tahun. Sedangkan yang tertua berumur 49 tahun. Bila dilihat dari tingkat pendidikan, yang paling banyak tamat SMA 72 orang (58%) dan yang paling sedikit tidak tamat SD sebanyak 5 orang (4%).
“Berdasarkan jenis pekerjaan, didominasi yang bekerja pada sektor swasta sebanyak 73 orang (59%). Berdasarkan domisili, masyarakat dari 13 kabupaten/kota telah mengakses layanan rehabilitasi di BNN Provinsi Kalimantan Tengah dan jajaran,” ujarnya.
Pada tahun 2025 telah dialokasikan anggaran sebesar Rp15 Miliar berupa hibah dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota masing-masing sebesar Rp1 Miliar untuk pembangunan lokasi rehabilitasi di Kalteng. Dimana akan dimasukkan dalam Renstra BNN RI Tahun 2025-2030 dalam hal penambahan Loka Rehabilitasi BNN. (jef)