PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO โ Penerapan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid-19 sekarang ini harus dilakukan oleh semua kalangan, tanpa memandang status sosialnya. Namun dalam penerapan prokes ini, pada beberapa kelompok masyarakat kerap menghadapi beberapa persoalan.
Beberapa persoalan yang itu di antaranya adalah tingkat pemahaman akan pentingnya disiplin diri menerapkan prokes dan keterbatasan prasarana penunjang. Hal itu menjadi salah satu fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR).
Kali ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan UMPR mengusung sosialisasi pentingnya menerapkan protokol kesehatan di era pandemi untuk pemulung dan pembuatan filter dalam menjaga lingkungan.
Ketua Pelaksana pengabdian kepada masyarakat UMPR, Achmad Imam Santoso mengatakan, masyarakat sekitar sangat penting untuk mendapat edukasi dalam menghadapi new normal atau kebiasaan baru dalam kehidupan di tengah pandemi Covid-19 ini.
New normal yang dimaksud adalah perilaku yang lebih disiplin dalam menjaga kesehatan, salah satunya adalah dengan rajin mencuci tangan dan menggunakan masker. โKetaatan dalam mematuhi anjuran dapat membantu masyarakat terhindar dari tertular Covid-19 di masa sekarang ini,โ kata Achmad Imam Santoso
Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, lanjut dia, pihaknya menyampaikan tentang pentingnya disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan dalam menggunakan alat pelindung diri, berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu, jika keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya.
Selain itu, mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun dengan air mengalir, pembatasan interaksi fisik (physical distancing), dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain sosialisasi penerapan protokol kesehatan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat UMPR juga melakukan pembuatan filter air dan pemasangan di beberapa titik mencuci tangan. โKita harapkan ini bisa mengurangi tingkat pencemaran dari air sabun saat mencuci tangan pada kegiatan,โ pungkas dosen Program Studi Teknik Lingkungan itu.