31.4 C
Jakarta
Monday, January 19, 2026

Insiden Sawit Jatuh di Jalan Lamandau, Polisi Janji Tindak Tegas Sopir Nakal

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Kesadaran para sopir truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kabupaten Lamandau dalam menjaga keselamatan lalu lintas kembali menjadi sorotan tajam.

Minimnya penggunaan jaring pengaman pada bak truk kini memicu keluhan serius, setelah sebuah insiden membahayakan menimpa pengguna jalan di jalur arah Stadion Hinang Golua.

Kejadian kurang menyenangkan dialami oleh seorang warga bernama Miftahu Janeh.

Melalui unggahannya di media sosial, ia membagikan pengalaman buruk saat sebuah truk besar yang melaju dari arah berlawanan menjatuhkan muatan sawitnya. Buah sawit yang menggelinding bebas tersebut langsung menghantam bagian depan mobil yang dikendarai Miftahu.

“Sial tidak ada dalam kalender,” tulis Miftahu menggambarkan musibah yang datang tiba-tiba tersebut Senin (19/1).

Baca Juga :  Optimalkan Anggaran, Sekda Lamandau Minta OPD Perhatikan Kebutuhan Dasar

Mirisnya, alih-alih berhenti untuk bertanggung jawab, sopir truk tersebut justru tancap gas.

“Posisi truk antara sopir sadar atau tidak sadar nggak tahu, karena langsung kabur ngebut bawa truk,” lanjutnya.

Electronic money exchangers listing

Miftahu menekankan betapa krusialnya penggunaan jaring pengaman. Ia merasa beruntung karena saat kejadian berada di dalam mobil.

Namun, ia tidak bisa membayangkan jika buah sawit berukuran besar itu mengenai pengendara sepeda motor.

“Dampaknya tentu bisa lebih fatal, bahkan berisiko menyebabkan korban jiwa akibat benturan atau jatuh dari motor,” ungkapnya.

Selain risiko benturan, ia juga menjelaskan dilema saat kejadian: jika mengerem mendadak, mobilnya terancam ditabrak dari belakang, namun jika tidak mengerem, hantaman buah sawit tidak terhindarkan.

Baca Juga :  BPK RI Sampaikan Rekomendasi Soal Pengelolaan BMN di Kanwil Kemenkum Kalteng

Menanggapi peristiwa yang viral ini, Kapolres Lamandau melalui Kasatlantas AKP Susanto menyampaikan terima kasih atas informasi dari masyarakat dan berjanji akan segera menindaklanjutinya.

“Kami dari Satlantas Polres Lamandau terus melakukan sosialisasi terkait penggunaan jaring pengangkut sawit. Namun, faktanya masih ada yang membandel. Kedepan, akan kita tindak tegas bagi mereka yang tidak menggunakan jaring,” tegas AKP Susanto.

Warga berharap adanya pengawasan ketat dan sanksi nyata di lapangan bagi truk-truk nakal. Penggunaan jaring bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban demi memastikan jalan raya di Kabupaten Lamandau tetap aman bagi seluruh masyarakat. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Kesadaran para sopir truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kabupaten Lamandau dalam menjaga keselamatan lalu lintas kembali menjadi sorotan tajam.

Minimnya penggunaan jaring pengaman pada bak truk kini memicu keluhan serius, setelah sebuah insiden membahayakan menimpa pengguna jalan di jalur arah Stadion Hinang Golua.

Kejadian kurang menyenangkan dialami oleh seorang warga bernama Miftahu Janeh.

Electronic money exchangers listing

Melalui unggahannya di media sosial, ia membagikan pengalaman buruk saat sebuah truk besar yang melaju dari arah berlawanan menjatuhkan muatan sawitnya. Buah sawit yang menggelinding bebas tersebut langsung menghantam bagian depan mobil yang dikendarai Miftahu.

“Sial tidak ada dalam kalender,” tulis Miftahu menggambarkan musibah yang datang tiba-tiba tersebut Senin (19/1).

Baca Juga :  Optimalkan Anggaran, Sekda Lamandau Minta OPD Perhatikan Kebutuhan Dasar

Mirisnya, alih-alih berhenti untuk bertanggung jawab, sopir truk tersebut justru tancap gas.

“Posisi truk antara sopir sadar atau tidak sadar nggak tahu, karena langsung kabur ngebut bawa truk,” lanjutnya.

Miftahu menekankan betapa krusialnya penggunaan jaring pengaman. Ia merasa beruntung karena saat kejadian berada di dalam mobil.

Namun, ia tidak bisa membayangkan jika buah sawit berukuran besar itu mengenai pengendara sepeda motor.

“Dampaknya tentu bisa lebih fatal, bahkan berisiko menyebabkan korban jiwa akibat benturan atau jatuh dari motor,” ungkapnya.

Selain risiko benturan, ia juga menjelaskan dilema saat kejadian: jika mengerem mendadak, mobilnya terancam ditabrak dari belakang, namun jika tidak mengerem, hantaman buah sawit tidak terhindarkan.

Baca Juga :  BPK RI Sampaikan Rekomendasi Soal Pengelolaan BMN di Kanwil Kemenkum Kalteng

Menanggapi peristiwa yang viral ini, Kapolres Lamandau melalui Kasatlantas AKP Susanto menyampaikan terima kasih atas informasi dari masyarakat dan berjanji akan segera menindaklanjutinya.

“Kami dari Satlantas Polres Lamandau terus melakukan sosialisasi terkait penggunaan jaring pengangkut sawit. Namun, faktanya masih ada yang membandel. Kedepan, akan kita tindak tegas bagi mereka yang tidak menggunakan jaring,” tegas AKP Susanto.

Warga berharap adanya pengawasan ketat dan sanksi nyata di lapangan bagi truk-truk nakal. Penggunaan jaring bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban demi memastikan jalan raya di Kabupaten Lamandau tetap aman bagi seluruh masyarakat. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/