PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO — Lima bulan setelah kehilangan sang ibu, tiga bersaudara yang tinggal di sebuah barak sederhana di Jalan Ramin III Ujung, Kelurahan Panarung, Palangka Raya, harus menjalani kehidupan dengan mengandalkan bantuan dan kepedulian orang-orang di sekitar mereka.
Kondisi ini membuat tiga remaja putri ini harus banyak berjuang sendiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk urusan makan, sekolah, dan tempat tinggal.
“Selama lima bulan ini, mereka hidup dari bantuan dan belas kasihan tetangganya. Karena ketiga bersaudara masih sekolah,” cerita Ketua Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Palangka Raya Budiannor, AMd Kep., S. Sos usai mengantarkan bantuan, Sabtu (15/8/2026) .
Kabar yang beredar menyebutkan ketiga anak tersebut bahkan sempat tidak makan hingga dua hari. Sebuah kondisi yang menggambarkan betapa rentannya situasi yang mereka hadapi tanpa pendampingan yang memadai.
Di tengah keterbatasan itu, ketiga bersaudara ini tetap menunjukkan semangat untuk melanjutkan pendidikan.
Anak pertama tercatat duduk di kelas XII SMAN 4, anak kedua di kelas I SMPN 6, dan anak bungsu di kelas VI SD Islamiyah.
“Semangat mereka untuk tetap bersekolah di tengah kondisi yang serba terbatas ini yang kemudian menggerakkan sejumlah pihak untuk turun tangan memberikan bantuan,” ujar Budiannor.
Sebelum kabar ini menyebar lebih luas ke publik, Paguyuban Wong Ngapak Kota Palangka Raya telah lebih dulu memberikan perhatian nyata.
Kelompok paguyuban ini membersihkan barak tempat tinggal ketiga anak tersebut sekaligus membayarkan uang sewa barak untuk satu bulan, sehingga ketiganya setidaknya memiliki kepastian tempat berteduh dalam jangka pendek.


