PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kalteng gelar pertemuan dengan kaum atau komunitas LSL (Laki-laki sek dengan laki-laki) dan juga dengan Pendamping dan Penjangkau Penanggulangan AIDS. Itu dilakukan dalam rangka mewujudkan 3 zero penanggulangan AIDS di Kalteng. Pasalnya, berdasarkan data, setiap bulannya ada 7 kasus baru terdeteksi HIV di Kalteng.
“Pertemuan hari ini kita laksanakan dengan Komunitas LSL. Ini kita lakukan, karena sekarang yang lagi hots adalah perkembangan kasus pada LSL. Setiap bulan, selalu ada kurang lebih 7 kasus baru (terdeteksi HIV) di kota Palangka Raya,” kata Sekretaris Syaidah Suryani, Selasa (16/11).
Dia mengatakan, sejak Januari sampai bulan Juli, tercatat sudah ada 30 kasus baru HIV. Sebab itu, KPA terus melakukan pertemuan dan juga rapat koordiansi agar kasus HIV/AIDS di kalteng dapat ditekan.
“Melalui pertemuan ini kita ingin 3 zero dapat terwujud. 3 zero ini adalah zero infeksi baru HIV AiDS, zero kematian terkait AIDS dan zero stigma dan diskriminasi menuju Indonesia bebas AIDS di tahun 2030,” tegasnya.
KPA sendiri fokus pada proteksi diri agar HIV/AIDS tidak tertular dan menularkan. Dan itu menjadi tugas semua masyarakat, agar penderita dapat melaporkan dan juga bisa menjalani perawatan.
KPA menjamin, identitas penderita atau ODHA (orang dengan HIV/AIDS) akan dirahasikan. Dan pihaknya juga memitna kerabat atau orang-orang sekitar tidak mengucilkan.
“Di sini kami tidak fokus pada orientasi seksualnya. Apapun orientasi seksualnya, hal yang paling penting adalah mereka tahu bagaimana cara memproteksi diri agar tidak tertular dan menularkan HIV/AIDS,” tukasnya.
Berdasarkan data, kasus HIV/AIDS di Kalteng terus meningkat. Pada 5 tahun terakhir data kumulatif HIV/AIDS di Kalteng ada sebanyak 1.501 kasus. Data tersebut hingga Juni 2021 kemarin dan kemungkinan akan bertambah sampai akhir 2021.
Sementara komunitas LSL sesuai hasil survei pada tahun 2018 lalu, ada sebanyak 700 lebih di Kota Palangka Raya. LSL sendiri terdiri dari dua kelompok, yakni kelompok Gay dan Bisek.