Karya WBP Kalteng Tembus Ajang Internasional, Dipamerkan di WCPP 2026 Bali

PROKALTENG.CO – Hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) asal Kalimantan Tengah tampil di ajang internasional World Congress on Probation and Parole (WCPP) ke-7 di Bali. Produk kerajinan seperti tas rotan hingga miniatur khas daerah dipamerkan sebagai bukti keberhasilan program pembinaan di Lapas dan Rutan.

Pameran hasil karya WBP yang digelar di The Westin Resort Nusa Dua, Rabu (15/4/2026), menjadi etalase produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini tak hanya ajang promosi, tetapi juga menunjukkan kualitas dan daya saing hasil pembinaan kemandirian warga binaan.

Dari Kalimantan Tengah, karya yang ditampilkan berasal dari Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan dan Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya. Produk yang dipamerkan meliputi tas anyaman rotan, gantungan kunci, hingga miniatur khas dari getah nyatu.

Baca Juga :  Pintu Kost Terkunci dari Dalam, Tim Rescue DPKP Kota Palangka Raya Evakuasi Tiga Penghuni

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi partisipasi jajaran pemasyarakatan.

“Ini momentum penting untuk menunjukkan bahwa warga binaan mampu berkarya dan menghasilkan produk bernilai ekonomis serta berdaya saing,” ujarnya.

Ia menegaskan, produk yang dipamerkan merupakan hasil nyata dari proses pembinaan berkelanjutan di dalam Lapas dan Rutan.

“Melalui pameran ini, kami ingin mengubah stigma masyarakat. Warga binaan punya potensi besar dan terus dibina agar siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Partisipasi Kalteng juga menjadi upaya memperkuat program pembinaan kemandirian berbasis kearifan lokal, seperti kerajinan rotan dan olahan getah nyatu yang memiliki nilai budaya tinggi.

Baca Juga :  Audiensi Ditjenpas-Kemenkum Kalteng, Hibah Tanah dan Bangunan di Seruyan, Kapuas, Bartim Dibahas

Menurutnya, produk tersebut memiliki peluang besar menembus pasar nasional hingga internasional.

“Harapannya, hasil pembinaan ini terus berkembang dan memberi dampak positif, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga masyarakat luas serta citra pemasyarakatan Indonesia di mata dunia,” pungkasnya. (eri)

PROKALTENG.CO – Hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) asal Kalimantan Tengah tampil di ajang internasional World Congress on Probation and Parole (WCPP) ke-7 di Bali. Produk kerajinan seperti tas rotan hingga miniatur khas daerah dipamerkan sebagai bukti keberhasilan program pembinaan di Lapas dan Rutan.

Pameran hasil karya WBP yang digelar di The Westin Resort Nusa Dua, Rabu (15/4/2026), menjadi etalase produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini tak hanya ajang promosi, tetapi juga menunjukkan kualitas dan daya saing hasil pembinaan kemandirian warga binaan.

Dari Kalimantan Tengah, karya yang ditampilkan berasal dari Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan dan Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya. Produk yang dipamerkan meliputi tas anyaman rotan, gantungan kunci, hingga miniatur khas dari getah nyatu.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Pintu Kost Terkunci dari Dalam, Tim Rescue DPKP Kota Palangka Raya Evakuasi Tiga Penghuni

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi partisipasi jajaran pemasyarakatan.

“Ini momentum penting untuk menunjukkan bahwa warga binaan mampu berkarya dan menghasilkan produk bernilai ekonomis serta berdaya saing,” ujarnya.

Ia menegaskan, produk yang dipamerkan merupakan hasil nyata dari proses pembinaan berkelanjutan di dalam Lapas dan Rutan.

“Melalui pameran ini, kami ingin mengubah stigma masyarakat. Warga binaan punya potensi besar dan terus dibina agar siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat,” jelasnya.

Partisipasi Kalteng juga menjadi upaya memperkuat program pembinaan kemandirian berbasis kearifan lokal, seperti kerajinan rotan dan olahan getah nyatu yang memiliki nilai budaya tinggi.

Baca Juga :  Audiensi Ditjenpas-Kemenkum Kalteng, Hibah Tanah dan Bangunan di Seruyan, Kapuas, Bartim Dibahas

Menurutnya, produk tersebut memiliki peluang besar menembus pasar nasional hingga internasional.

“Harapannya, hasil pembinaan ini terus berkembang dan memberi dampak positif, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga masyarakat luas serta citra pemasyarakatan Indonesia di mata dunia,” pungkasnya. (eri)

Terpopuler

Artikel Terbaru