27.6 C
Jakarta
Thursday, January 15, 2026

Anak Bebas Main Gawai? Psikolog PPA Kalteng Bongkar Dampak Seriusnya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Fenomena anak dan remaja bebas bermain gawai tanpa pengawasan ketat orang tua dinilai semakin mengkhawatirkan. Psikolog UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Kalimantan Tengah, Widiya Kumala Wati, mengungkap dampak serius penggunaan gawai yang tak terkontrol, mulai dari paparan konten pornografi hingga menurunnya kemampuan berpikir anak.

Menurut Widiya, akses gawai yang terlalu bebas membuat anak dan remaja rentan terpapar konten negatif, terutama pornografi, yang masih tinggi di Kalimantan Tengah. Karena itu, peran orang tua disebut krusial dalam mengawasi aktivitas digital anak sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Widiya Kumala Wati, yang akrab disapa Yaya, dalam diskusi bersama Tim Densus 88 dan wartawan, Kamis (15/1/2026). Ia menegaskan, paparan gawai berlebihan pada usia remaja berdampak langsung pada perkembangan otak, khususnya kemampuan berpikir yang cenderung melemah.

Baca Juga :  WARNING! Motor yang Memakai Knalpot Brong Wajib Diganti dengan Standar

Yaya mengkritik keras orang tua yang membiarkan anak berselancar di dunia maya tanpa kontrol dengan dalih anak lebih pintar dari orang tuanya. Menurutnya, alasan itu justru menunjukkan orang tua enggan belajar mengikuti perkembangan teknologi.

“Jangan beralasan anak lebih pintar. Itu artinya orang tua yang tidak mau upgrade diri. Di Play Store atau App Store ada pengaturan pembatasan unduhan, YouTube juga punya fitur agar anak tidak melihat konten negatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, data menunjukkan akses konten pornografi di Kalimantan Tengah masih tergolong tinggi, terutama melalui aplikasi tertentu. Kondisi ini perlu diwaspadai bersama oleh orang tua, sekolah, dan pemerintah.

“Di Kalimantan Tengah, mohon maaf, datanya masih tinggi terkait pornografi. Sekarang Terabox dan Telegram menjadi sasaran penyebaran konten pornografi,” ungkap Yaya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Tarawih Perdana, Kasdim 1017/Lamandau: Jangan Sia-siakan Bulan Penuh Berkah

Di lingkungan pendidikan, Yaya juga mendorong Dinas Pendidikan agar lebih tegas membatasi penggunaan ponsel di sekolah. Menurut dia, manfaat gawai bagi siswa masih kalah dibanding dampak negatifnya.

“Fakta di lapangan, penggunaan gadget untuk anak sekolah masih banyak yang tidak bermanfaat. Sekolah harus berani membuat kesepakatan kelas, handphone ditarik saat jam sekolah dan diambil kembali saat pulang,” pungkasnya. (*her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Fenomena anak dan remaja bebas bermain gawai tanpa pengawasan ketat orang tua dinilai semakin mengkhawatirkan. Psikolog UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Kalimantan Tengah, Widiya Kumala Wati, mengungkap dampak serius penggunaan gawai yang tak terkontrol, mulai dari paparan konten pornografi hingga menurunnya kemampuan berpikir anak.

Menurut Widiya, akses gawai yang terlalu bebas membuat anak dan remaja rentan terpapar konten negatif, terutama pornografi, yang masih tinggi di Kalimantan Tengah. Karena itu, peran orang tua disebut krusial dalam mengawasi aktivitas digital anak sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Widiya Kumala Wati, yang akrab disapa Yaya, dalam diskusi bersama Tim Densus 88 dan wartawan, Kamis (15/1/2026). Ia menegaskan, paparan gawai berlebihan pada usia remaja berdampak langsung pada perkembangan otak, khususnya kemampuan berpikir yang cenderung melemah.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  WARNING! Motor yang Memakai Knalpot Brong Wajib Diganti dengan Standar

Yaya mengkritik keras orang tua yang membiarkan anak berselancar di dunia maya tanpa kontrol dengan dalih anak lebih pintar dari orang tuanya. Menurutnya, alasan itu justru menunjukkan orang tua enggan belajar mengikuti perkembangan teknologi.

“Jangan beralasan anak lebih pintar. Itu artinya orang tua yang tidak mau upgrade diri. Di Play Store atau App Store ada pengaturan pembatasan unduhan, YouTube juga punya fitur agar anak tidak melihat konten negatif,” ujarnya.

Ia menambahkan, data menunjukkan akses konten pornografi di Kalimantan Tengah masih tergolong tinggi, terutama melalui aplikasi tertentu. Kondisi ini perlu diwaspadai bersama oleh orang tua, sekolah, dan pemerintah.

“Di Kalimantan Tengah, mohon maaf, datanya masih tinggi terkait pornografi. Sekarang Terabox dan Telegram menjadi sasaran penyebaran konten pornografi,” ungkap Yaya.

Baca Juga :  Tarawih Perdana, Kasdim 1017/Lamandau: Jangan Sia-siakan Bulan Penuh Berkah

Di lingkungan pendidikan, Yaya juga mendorong Dinas Pendidikan agar lebih tegas membatasi penggunaan ponsel di sekolah. Menurut dia, manfaat gawai bagi siswa masih kalah dibanding dampak negatifnya.

“Fakta di lapangan, penggunaan gadget untuk anak sekolah masih banyak yang tidak bermanfaat. Sekolah harus berani membuat kesepakatan kelas, handphone ditarik saat jam sekolah dan diambil kembali saat pulang,” pungkasnya. (*her)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/