PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ketua RT 01 RW 10 Kelurahan Pahandut, Nawawi, menjadi salah satu warga yang ikut berjibaku membantu memadamkan kobaran api kebakaran di perumahan Jalan Murjani, Gang Sari 45, Minggu (12/7/2026). Aksi sosialnya itu, menyebabkan dirinya mengalami luka bakar pada bagian tangan.
“Posko ini kami siapkan untuk warga terdampak kebakaran. Selain sebagai tempat penampungan sementara, posko juga menjadi pusat penyaluran bantuan dari berbagai pihak,” kata Nawawi saat ditemui di posko pengungsian, Senin (13/7/2026).
Pasca kebakaran, posko darurat yang disiapkan itu difungsikan untuk membantu kebutuhan korban sekaligus mempermudah koordinasi penyaluran bantuan.
“Sejak malam setelah kejadian, warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara bisa memanfaatkan posko ini. Bantuan yang datang juga kami arahkan melalui posko agar lebih tertata,” ujarnya.
Nawawi mengaku mengetahui kebakaran setelah mendengar teriakan warga dan melihat api mulai membesar di sekitar permukiman padat penduduk itu.
“Saat keluar rumah, api sudah terlihat. Saya bersama warga langsung menuju lokasi untuk membantu memadamkan kobaran api,” tuturnya.
Bersama warga lainnya, ia berupaya melakukan pemadaman menggunakan air dan alat pemadam api ringan (APAR) sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
“Kami sempat menggunakan air dan satu APAR, tetapi api terus membesar. Ketika hendak mengambil air lagi, kondisi sudah dipenuhi asap dan tidak memungkinkan untuk mendekat,” katanya.
Saat membantu proses pemadaman tersebut, Nawawi mengalami luka bakar pada tangannya akibat berada terlalu dekat dengan kobaran api.
“Saya sempat mendapatkan perawatan di IGD. Luka dibersihkan dan diobati, dan sekarang kondisi saya sudah mulai membaik,” ungkapnya.
Di tengah situasi darurat itu, dia mengaku tidak sempat menyelamatkan sebagian besar barang miliknya karena fokus membantu warga dan mengendalikan api agar tidak semakin meluas.
“Prioritas saya saat itu membantu memadamkan api. Banyak barang yang akhirnya tidak sempat diselamatkan karena situasi berlangsung sangat cepat,” katanya.
Selain berdampak pada rumah warga, kebakaran tersebut juga mengganggu aktivitas pendidikan di MI Darul Ulum yang dipimpinnya, sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara.
“Sekolah kami liburkan selama tiga hari karena kondisi belum memungkinkan. Padahal seharusnya hari ini menjadi hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru,” pungkasnya. (adr)


