NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur yang kian marak menjadi perhatian serius berbagai pihak. Menanggapi fenomena tersebut, hipnoterapis asal Kabupaten Lamandau, Mery Hermawati, S.I.Kom, CH, CHt., CPHt, angkat bicara mengenai pentingnya peran aktif orang tua dalam melakukan pencegahan dini.
Mery mengajak para orang tua untuk menciptakan benteng pertahanan terkuat bagi anak, dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, pola asuh yang terbuka adalah kunci utama agar anak merasa terlindungi.
Dalam keterangannya kepada wartawan di Nanga Bulik, Selasa (12/5), Mery menekankan bahwa komunikasi dua arah atau deep talk antara orang tua dan anak harus dibiasakan sejak dini.
Hal ini mengingat fase remaja adalah masa di mana emosi anak cenderung belum stabil atau labil.
“Terapkan pola asuh yang aman dan nyaman agar anak berani bercerita. Sering-seringlah melakukan deep talk. Jika pendampingan ini diabaikan atau terlewatkan, anak berisiko salah jalan dan terjebak dalam pergaulan yang salah,” ungkap Mery.
Selain faktor komunikasi, Mery menjelaskan bahwa anak perlu dibekali pemahaman mengenai kewaspadaan. Orang tua harus mampu membuka wawasan anak bahwa tidak semua orang yang terlihat baik memiliki niat yang tulus.
Edukasi mengenai bagian tubuh yang bersifat pribadi menjadi materi wajib yang harus disampaikan orang tua kepada anak-anak mereka.
“Memberi tahu anak bagian tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun, termasuk oleh anggota keluarga sekalipun dan mengajarkan anak untuk berani berkata “tidak” dan menjaga jarak yang aman saat berteman maupun saat ada orang asing yang mendekat,” jelasnya.
Mery mengingatkan bahwa saat ini siapa saja bisa menjadi korban predator seksual. Ancaman ini tidak hanya menyasar anak perempuan, tetapi juga anak laki-laki tanpa memandang batasan usia tertentu.
“Sekarang siapa saja bisa menjadi korban, baik anak laki-laki maupun perempuan. Usia pun sudah tak menjadi jaminan. Karena mayoritas korban masih anak-anak, maka peran orang tua tetap menjadi kebutuhan yang paling mendasar dalam perlindungan ini,” pungkasnya. (bib)


