PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Universitas Palangka Raya (UPR) terus membuktikan daya tariknya sebagai salah satu perguruan tinggi tujuan di kancah nasional. Pada penerimaan tahun ini, UPR mencatat tren peningkatan jumlah mahasiswa baru yang berasal dari luar Provinsi Kalimantan Tengah, dengan cakupan sebaran mencapai 28 provinsi di seluruh Indonesia.
Rektor UPR, Prof. Salampak, membenarkan adanya tren positif tersebut. Ia menyebut bahwa animo calon mahasiswa dari luar daerah untuk menempuh pendidikan di UPR terus mengalami eskalasi setiap tahunnya.
“Ada peningkatan (jumlah mahasiswa baru dari luar provinsi). Tiap tahun mengalami peningkatan, dan saat ini mahasiswa kita berasal dari 28 provinsi,” ungkap Prof. Salampak dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Menyikapi masuknya mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya tersebut, Prof. Salampak memberikan pesan khusus terkait pentingnya kemampuan beradaptasi. Ia tidak memungkiri bahwa para mahasiswa pendatang rentan mengalami gegar budaya (culture shock) saat pertama kali menetap di lingkungan yang baru. Sebagai langkah antisipasi, Rektor menekankan pentingnya menjunjung tinggi kearifan lokal setempat.
“Kepada teman-teman dari luar provinsi, sudah saya jelaskan bahwa ketika masuk ke daerah baru, culture shock pasti ada. Kita berharap, seperti pepatah ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Salampak mengimbau para mahasiswa baru untuk selalu mengedepankan sikap toleransi dan saling menghormati. Ia memastikan bahwa masyarakat Kaltengsangat terbuka dan lingkungan kampus sangat aman bagi siapa saja yang ingin menuntut ilmu.
“Bagaimana kita bertoleransi sebagaimana kita orang Indonesia pada umumnya, saling menghormati. Saya rasa tidak ada masalah, Provinsi Kalimantan Tengah sangat amat nyaman,” pungkasnya.
Kehadiran mahasiswa dari 28 provinsi ini, diharapkan tidak hanya meningkatkan iklim akademis di UPR, tetapi juga memperkaya pertukaran budaya antarmahasiswa di Bumi Tambun Bungai. (her)


