NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Mendekati hari raya Idulfitri, Warga Kota Nanga Bulik dan sekitarnya mengeluhkan keberadaan gas elpiji tabung 3 kilogram atau yang akrab disapa “gas melon” semakin sulit didapat di pasaran.
Kelangkaan ini terjadi justru di saat kebutuhan masyarakat sedang berada di titik tertinggi.
Meningkatnya permintaan ini dipicu oleh menjamurnya pedagang takjil selama bulan Ramadan, geliat industri rumahan kue kering, hingga pengusaha katering yang kebanjiran pesanan jelang Lebaran.
Kondisi ini dikeluhkan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadikan gas 3 kg sebagai urat nadi usaha mereka. Sejumlah warga mengaku telah berkeliling ke berbagai pangkalan hingga pengecer, namun hasilnya nihil.
Mustika, salah satu pedagang makanan di kawasan bundaran, mengaku terpaksa merogoh kocek lebih dalam demi tetap bisa berjualan.
“Sudah keliling, akhirnya nemu gas 3 kg harganya Rp 50 ribu. Terpaksa dibeli walau mahal daripada libur jualan, tidak ada pemasukan,” keluhnya, kepada wartawan, Selasa (10/3).
Hal senada dirasakan oleh pemilik usaha Bakso Arema keliling. Untuk operasional satu gerobak, ia membutuhkan satu tabung gas setiap 2-3 hari. Kelangkaan ini mengancam keberlangsungan usaha dan nasib para karyawannya.
“Biasanya di eceran Rp 35 ribu, sekarang sudah Rp 40 ribu. Kalau pedagang menetap mungkin bisa pakai tabung besar, tapi kalau kami yang keliling harus pakai yang 3 kg karena ringan. Mohon pemerintah bantu kami pedagang kecil ini,” harapnya.
Tak hanya pedagang, ibu rumah tangga pun merasakan dampak yang sama. Eva, warga setempat, menceritakan pengalamannya mencari gas yang tak kunjung membuahkan hasil sejak kemarin.
“Tadi pagi saya lihat ada truk ELPIJI lagi melangsir, tapi pas didatangi katanya sudah habis,” ujar Eva dengan nada kecewa.
Di sisi lain, pemilik pangkalan juga mengaku bingung dengan tersendatnya pasokan. Ulfah, salah satu pemilik pangkalan, menyatakan bahwa stok gas subsidi tersebut sudah kosong selama beberapa hari terakhir.
“Sudah beberapa hari ini tidak jualan gas 3 kg karena memang tidak ada pengantaran. Kalau untuk stok tabung 5,5 kg dan 12 kg sebenarnya aman saja, tapi yang 3 kg ini yang kosong,” jelas Ulfah. (bib)


