NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –Sebuah unggahan video mendadak viral di media sosial Facebook setelah memperlihatkan detik-detik mencekam kebocoran tabung gas di sebuah kafe.
Dalam video tersebut, terlihat kepanikan kecil saat gas mulai menyembur keluar, namun situasi segera terkendali setelah tabung gas berhasil dievakuasi ke area terbuka.
Kejadian ini memancing beragam reaksi dari warganet yang turut merasa ngeri sekaligus lega melihat penanganannya.
Pemilik kafe yang diketahui bernama Dewi, mengonfirmasi kebenaran video tersebut.
Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena insiden kebocoran tabung LPG berukuran 5,5 Kg itu tidak berakhir dengan ledakan atau kebakaran besar.
Menurutnya, kesiapsiagaan karyawan di lokasi saat membawa gas ke halaman terbuka menjadi kunci penyelamatan tempat usahanya.
“Kejadian yang tidak disangka, beruntung sempat diselamatkan dan tidak terjadi hal yang diinginkan. Seharusnya kalau jual gas bocor jangan dijual begini,” tulis Dewi dalam unggahannya di media sosial pada Senin (9/2).
Ia menyayangkan adanya oknum penyedia gas yang kurang teliti dalam mengecek kondisi tabung sebelum didistribusikan ke pelanggan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, kondisi tabung gas tersebut sebenarnya baru saja dibeli untuk keperluan operasional dapur kafenya.
Namun, saat hendak dipasang, tercium bau menyengat dan terdengar suara desisan kuat yang menandakan adanya kerusakan pada katup atau badan tabung. Hal inilah yang memicu kekecewaannya terhadap kualitas kontrol dari pihak penjual.
Kejadian ini pun menjadi peringatan bagi para pelaku usaha kuliner lainnya untuk lebih waspada saat menerima pengiriman gas.
Para netizen di kolom komentar juga menyarankan agar setiap pemilik usaha menyediakan bak air atau karung goni basah sebagai langkah antisipasi awal jika menemukan tabung yang bocor saat akan digunakan.
Hingga berita ini diturunkan, Dewi berharap pihak agen gas lebih bertanggung jawab dalam memastikan keamanan produk mereka.
“Saya tidak ingin kejadian serupa menimpa pelaku usaha lain, mengingat risiko kebocoran gas di ruang tertutup sangat membahayakan nyawa dan harta benda,” tulisnya. (bib)


