26.2 C
Jakarta
Tuesday, April 1, 2025

Teras Narang: Kolaborasi dan Transformasi Kunci Bagi Seluruh Perguruan Tinggi

PROKALTENG.CO – Kolaborasi dan transformasi adalah kata kunci bagi seluruh perguruan tinggi, termasuk Universitas Kristen Palangka Raya (UKPR) untuk menuju perguruan tinggi unggul. Ini poin pesan yang disampaikan Anggota DPD RI Agustin Teras Narang  dalam orasi ilmiah pada Rapat Terbuka Senat UKPR, Sabtu (7/10/2023).

“Saat ini kondisi pendidikan kita memang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Merujuk pada data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), saat ini baru terdapat 55 perguruan tinggi berstatus unggul. Sebanyak 25 di antaranya adalah perguruan tinggi negeri dan selebihnya 30 merupakan perguruan tinggi swasta,” jelas Teras.

Angka 55 perguruan tinggi unggul ini tentu saja masih teramat kecil dari total perguruan tinggi di Indonesia yang menurut data Maret 2023 mencapai 4.231 unit.  Sementara bila status akreditasi sebagai cerminan kualitas perguruan tinggi, maka jumlah perguruan tinggi berstatus unggul yang terbilang kecil ini adalah keprihatinan tersendiri.

“Penetapan arah Indonesia Emas 2045 dengan Bonus Demografi serta disrupsi teknologi yang menyertainya, mesti jadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Teras Narang Ajak Generasi Muda Pegang Teguh NKRI

Dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi IX DPR RI bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia pada 2022 lalu, disebut 90 persen perguruan tinggi swasta tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Salah satu pemicu kurang sehatnya perguruan tinggi swasta adalah ketimpangan perhatian pemerintah dan pihak pengelolanya. Disebutkan bagaimana pola belanja negara di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), hanya sebanyak 6 persen saja untuk perguruan tinggi swasta. Selebihnya dinikmati oleh perguruan tinggi negeri yang juga tidak sepenuhnya mengakomodir situasi daerah, sebagaimana kita alami di Kalimantan Tengah.

“Di Kalimantan Tengah, perguruan tinggi negeri malah tidak menyerap baik lulusan sekolah dari daerah asal, sebaliknya menyerap lulusan dari daerah lain, sehingga menambah masalah ketimpangan di daerah,” jelasnya.

Di tengah tantangan yang ada UKPR tidak dapat berjalan sendiri. Majelis Sinode GKE, selaku pemilik, bersama dengan Departemen Pendidikan GKE, Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Eka Sinta Gereja Kalimantan Evangelis (YPTKES GKE) dan seluruh pemangku kepentingan internal (Rektor, Para Dekan, Para Dosen, dan Para Karyawan, serta Para Alumni UKPR termasuk wisudawan-wisudawati) harus terus bersinergi dan bekerja “satu hati” secara simultan untuk mencapai UKPR Unggul.

Baca Juga :  Teras Narang Lepas Tim Ekspedisi Kahayan Dalam Membawa Pesan Pelestarian

“Kita juga dukung kolaborasi yang kini telah dibangun dengan perguruan tinggi Kristen lainnya di Jawa. Bersama Departemen Pendidikan, UKPR juga telah bertemu dan berdiskusi dengan Union Christian College atau Persatuan Universitas Kristen dari Philipina, jejaring kampus kristen secara global. Salah satu langkah kolaborasi dan terobosan yang semoga membawa transformasi bagi UKPR,” ujar Senator asal Kalteng ini.

Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris 1940–1945 dan seorang orator ulung di era Perang Dunia II, pernah berkata: “Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikut tanpa kehilangan semangat”.

“Dengan semangat resiliensi bersama dan satu hati, dengan pantang menyerah terhadap kegagalan. Saya mengajak semua untuk membangun keberhasilan bersama, dengan berkolaborasi dan mendukung transformasi UKPR menuju perguruan tinggi unggul,” ungkapnya. (tim)

PROKALTENG.CO – Kolaborasi dan transformasi adalah kata kunci bagi seluruh perguruan tinggi, termasuk Universitas Kristen Palangka Raya (UKPR) untuk menuju perguruan tinggi unggul. Ini poin pesan yang disampaikan Anggota DPD RI Agustin Teras Narang  dalam orasi ilmiah pada Rapat Terbuka Senat UKPR, Sabtu (7/10/2023).

“Saat ini kondisi pendidikan kita memang tidak dalam keadaan baik-baik saja. Merujuk pada data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), saat ini baru terdapat 55 perguruan tinggi berstatus unggul. Sebanyak 25 di antaranya adalah perguruan tinggi negeri dan selebihnya 30 merupakan perguruan tinggi swasta,” jelas Teras.

Angka 55 perguruan tinggi unggul ini tentu saja masih teramat kecil dari total perguruan tinggi di Indonesia yang menurut data Maret 2023 mencapai 4.231 unit.  Sementara bila status akreditasi sebagai cerminan kualitas perguruan tinggi, maka jumlah perguruan tinggi berstatus unggul yang terbilang kecil ini adalah keprihatinan tersendiri.

“Penetapan arah Indonesia Emas 2045 dengan Bonus Demografi serta disrupsi teknologi yang menyertainya, mesti jadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Teras Narang Ajak Generasi Muda Pegang Teguh NKRI

Dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) Komisi IX DPR RI bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia pada 2022 lalu, disebut 90 persen perguruan tinggi swasta tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Salah satu pemicu kurang sehatnya perguruan tinggi swasta adalah ketimpangan perhatian pemerintah dan pihak pengelolanya. Disebutkan bagaimana pola belanja negara di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), hanya sebanyak 6 persen saja untuk perguruan tinggi swasta. Selebihnya dinikmati oleh perguruan tinggi negeri yang juga tidak sepenuhnya mengakomodir situasi daerah, sebagaimana kita alami di Kalimantan Tengah.

“Di Kalimantan Tengah, perguruan tinggi negeri malah tidak menyerap baik lulusan sekolah dari daerah asal, sebaliknya menyerap lulusan dari daerah lain, sehingga menambah masalah ketimpangan di daerah,” jelasnya.

Di tengah tantangan yang ada UKPR tidak dapat berjalan sendiri. Majelis Sinode GKE, selaku pemilik, bersama dengan Departemen Pendidikan GKE, Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Eka Sinta Gereja Kalimantan Evangelis (YPTKES GKE) dan seluruh pemangku kepentingan internal (Rektor, Para Dekan, Para Dosen, dan Para Karyawan, serta Para Alumni UKPR termasuk wisudawan-wisudawati) harus terus bersinergi dan bekerja “satu hati” secara simultan untuk mencapai UKPR Unggul.

Baca Juga :  Teras Narang Lepas Tim Ekspedisi Kahayan Dalam Membawa Pesan Pelestarian

“Kita juga dukung kolaborasi yang kini telah dibangun dengan perguruan tinggi Kristen lainnya di Jawa. Bersama Departemen Pendidikan, UKPR juga telah bertemu dan berdiskusi dengan Union Christian College atau Persatuan Universitas Kristen dari Philipina, jejaring kampus kristen secara global. Salah satu langkah kolaborasi dan terobosan yang semoga membawa transformasi bagi UKPR,” ujar Senator asal Kalteng ini.

Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris 1940–1945 dan seorang orator ulung di era Perang Dunia II, pernah berkata: “Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikut tanpa kehilangan semangat”.

“Dengan semangat resiliensi bersama dan satu hati, dengan pantang menyerah terhadap kegagalan. Saya mengajak semua untuk membangun keberhasilan bersama, dengan berkolaborasi dan mendukung transformasi UKPR menuju perguruan tinggi unggul,” ungkapnya. (tim)

Terpopuler

Artikel Terbaru